Travel

    Peringati Hari Pariwisata Dunia 2026, Pawai Topeng Mahakam Siap Gebyar di Kaltim pada 27 September

    Redaktur:Lodya A
    26 September 2026 pukul 19:04 WITA

    Mahakam Mask Carnival 2026 pada momentum World Tourims Day (Foto: Dok. Dispar Kaltim)

    Samarinda - Tepat pada peringatan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day), 27 September 2026, Dinas Pariwisata Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) bakal menghadirkan kemeriahan Mahakam Mask Carnival 2026. Pawai topeng berskala daerah ini menjadi momentum utama Kaltim dalam merayakan selebrasi pariwisata global.

    “Untuk pertama kalinya dilaksanakan sebagai embrio dari event Parade 1001 Topeng Nusantara nantinya mulai tahun depan,” kata Kadispar Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal. 

    Memang ini bukan pawai yang menonjolkan jumlah banyak dan besar seperti biasanya, tapi hanya pawai dengan tematik topeng dari beragam komunitas hobby, pelaku seni dan budaya di kota Samarinda, sekaligus nantinya ada pelaksanaan Lomba Drum Band. 

    “Alhamdullillah, event ini direspon dengan sangat baik yang terlihat dari animo partisipasi dari beragam komunitas, sanggar dan paguyuban yang ada. Memang kami sengaja membatasi jumlah peserta dengan harapan bisa menampilkan sajian yang menarik bagi masyarakat. Untuk lomba drum band juga luar biasa walaupun terkesan mendadak namun sudah terdaftar 15bunit drumband yang akan tampil,”lanjutnya.

    Karnaval ini dimulai pada pukul 06.30 WITA pagi hari hari, dengan titik start dari Halaman kantor Pelindo Samarinda di Jalan Yos Sudarso, dengan rute lurus menuju kantor Gubernur Kaltim. 

    “Rute pawai ini hanya lurus sepanjang tepian Mahakam dari jalan Yos Sudarso hingga jalan Gajah Mada, start di halaman kantor Pelindo dan finish di kantor Gubernur Kaltim. Sehingga masyarakat bisa menyaksikan karnaval ini di sepanjang jalan yang dilalui, dengan panggung kehormatan dipojokan kantor Gubernur," ucap Faisal berpromosi dengan semangat.

    Jadi untuk seluruh masyarakat, saksikan karnaval ini sebagai hiburan dan tampilan atraksi dari kelompok komunitas hobby, pelaku seni dan budaya serta parade banyak unit drum band.

    Namun, tentu kita juga harus memperhatikan situasi beberapa wilayah di Provinsi Kaltim yang masih dalam kondisi asap dan bisa menganggu kesehatan, sehingga disarankan tetap wajib membawa masker kesehatan, baik itu peserta maupun masyarakat yang menonton.

    “Karena situasi beberapa kota di Kaltim masih belum stabil, kami wajibkan untuk setiap peserta dan penonton membawa masker, walaupun laporan terakhir dalam dua hari ini cuaca di kota Samarinda sudah dalam kondisi baik dan aman,” pesannya. 

    “Bahkan kami juga sudah berkomitmen bersama jika situasi mengkhawatirkan, bisa saja pelaksanaan ditunda hingga keadaan baik,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Travel

    Peringati Hari Pariwisata Dunia 2026, Pawai Topeng Mahakam Siap Gebyar di Kaltim pada 27 September

    Redaktur:Lodya A
    26 September 2026 pukul 19:04 WITA

    Mahakam Mask Carnival 2026 pada momentum World Tourims Day (Foto: Dok. Dispar Kaltim)

    Samarinda - Tepat pada peringatan Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day), 27 September 2026, Dinas Pariwisata Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) bakal menghadirkan kemeriahan Mahakam Mask Carnival 2026. Pawai topeng berskala daerah ini menjadi momentum utama Kaltim dalam merayakan selebrasi pariwisata global.

    “Untuk pertama kalinya dilaksanakan sebagai embrio dari event Parade 1001 Topeng Nusantara nantinya mulai tahun depan,” kata Kadispar Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal. 

    Memang ini bukan pawai yang menonjolkan jumlah banyak dan besar seperti biasanya, tapi hanya pawai dengan tematik topeng dari beragam komunitas hobby, pelaku seni dan budaya di kota Samarinda, sekaligus nantinya ada pelaksanaan Lomba Drum Band. 

    “Alhamdullillah, event ini direspon dengan sangat baik yang terlihat dari animo partisipasi dari beragam komunitas, sanggar dan paguyuban yang ada. Memang kami sengaja membatasi jumlah peserta dengan harapan bisa menampilkan sajian yang menarik bagi masyarakat. Untuk lomba drum band juga luar biasa walaupun terkesan mendadak namun sudah terdaftar 15bunit drumband yang akan tampil,”lanjutnya.

    Karnaval ini dimulai pada pukul 06.30 WITA pagi hari hari, dengan titik start dari Halaman kantor Pelindo Samarinda di Jalan Yos Sudarso, dengan rute lurus menuju kantor Gubernur Kaltim. 

    “Rute pawai ini hanya lurus sepanjang tepian Mahakam dari jalan Yos Sudarso hingga jalan Gajah Mada, start di halaman kantor Pelindo dan finish di kantor Gubernur Kaltim. Sehingga masyarakat bisa menyaksikan karnaval ini di sepanjang jalan yang dilalui, dengan panggung kehormatan dipojokan kantor Gubernur," ucap Faisal berpromosi dengan semangat.

    Jadi untuk seluruh masyarakat, saksikan karnaval ini sebagai hiburan dan tampilan atraksi dari kelompok komunitas hobby, pelaku seni dan budaya serta parade banyak unit drum band.

    Namun, tentu kita juga harus memperhatikan situasi beberapa wilayah di Provinsi Kaltim yang masih dalam kondisi asap dan bisa menganggu kesehatan, sehingga disarankan tetap wajib membawa masker kesehatan, baik itu peserta maupun masyarakat yang menonton.

    “Karena situasi beberapa kota di Kaltim masih belum stabil, kami wajibkan untuk setiap peserta dan penonton membawa masker, walaupun laporan terakhir dalam dua hari ini cuaca di kota Samarinda sudah dalam kondisi baik dan aman,” pesannya. 

    “Bahkan kami juga sudah berkomitmen bersama jika situasi mengkhawatirkan, bisa saja pelaksanaan ditunda hingga keadaan baik,” tandasnya.

    (Sf/Lo)