Travel

    Hari Pariwisata Sedunia di PPU, 471,3 Kg Sampah Diangkut dari Pantai Tanjung Jumlai

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 September 2026 pukul 14:18 WITA

    Wakil Bupati PPU (tengah) bersama Kepala Disbudpar PPU (ujung kanan) melakukan aksi bersih objek wisata Pantai Tanjung Jumlai dalam rangka Hari Pariwisata Sedunia. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 471,3 kilogram sampah residu diangkut dari kawasan Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Penajam Paser Utara (PPU), dalam aksi bersih memperingati Hari Pariwisata Sedunia, Jumat (25/9/2026).

    Aksi yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA itu melibatkan sekitar 400 orang. Pemerintah daerah menggandeng unsur Forkopimda, dunia usaha, masyarakat, pelajar hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

    Wakil Bupati PPU, Waris Muin, mengatakan kebersihan menjadi bagian penting dalam menjaga daya tarik kawasan wisata. Menurutnya, destinasi wisata tidak cukup hanya memiliki potensi alam, tetapi juga perlu dijaga agar tetap nyaman bagi pengunjung.

    "Kita ingin kawasan wisata tetap bersih, nyaman dan indah. Karena itu, sampah jangan sampai mencemari pantai yang menjadi salah satu destinasi andalan PPU," kata Waris.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Safwana, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut imbauan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur yang dilaksanakan serentak di kabupaten/kota se-Kaltim. 

    "Penyisiran dilakukan di sepanjang kawasan Pantai Tanjung Jumlai. Dari kegiatan ini terkumpul sekitar 471,3 kilogram sampah residu," ujar Safwana.

    Tanjung Jumlai dipilih karena menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi masyarakat, baik dari PPU maupun luar daerah. Luasan kawasan pantai juga membuat persoalan kebersihan perlu mendapat perhatian secara rutin.

    Safwana mengatakan, kegiatan bersih pantai tidak cukup dilakukan sekali. Pemkab PPU ingin menjaga kebersihan kawasan wisata secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar.

    "Menjaga kawasan wisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak perlu terlibat agar objek wisata kita tetap aman, sehat, resik dan indah," katanya.

    Selain kebersihan, Disbudpar PPU juga menyiapkan keterlibatan Pokdarwis dalam pengembangan Tanjung Jumlai. Kelompok tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata bersama masyarakat.

    Safwana menyebut pengembangan tersebut akan menyesuaikan kondisi lahan yang berada di kawasan milik masyarakat. Usulan pengembangan dari masyarakat nantinya dapat difasilitasi melalui Pokdarwis.

    "Karena lahannya milik masyarakat, usulan pengembangannya bisa kita bantu melalui Pokdarwis. Mereka yang mengelola, pemerintah akan mendukung sesuai kebutuhan," ujarnya.

    Aksi bersih Pantai Tanjung Jumlai menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU menjaga kualitas destinasi wisata sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan kawasan menjadi tanggung jawab seluruh pihak.

    (Sf/Rs)

    Travel

    Hari Pariwisata Sedunia di PPU, 471,3 Kg Sampah Diangkut dari Pantai Tanjung Jumlai

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 September 2026 pukul 14:18 WITA

    Wakil Bupati PPU (tengah) bersama Kepala Disbudpar PPU (ujung kanan) melakukan aksi bersih objek wisata Pantai Tanjung Jumlai dalam rangka Hari Pariwisata Sedunia. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sebanyak 471,3 kilogram sampah residu diangkut dari kawasan Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Penajam Paser Utara (PPU), dalam aksi bersih memperingati Hari Pariwisata Sedunia, Jumat (25/9/2026).

    Aksi yang dimulai sejak pukul 07.30 WITA itu melibatkan sekitar 400 orang. Pemerintah daerah menggandeng unsur Forkopimda, dunia usaha, masyarakat, pelajar hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

    Wakil Bupati PPU, Waris Muin, mengatakan kebersihan menjadi bagian penting dalam menjaga daya tarik kawasan wisata. Menurutnya, destinasi wisata tidak cukup hanya memiliki potensi alam, tetapi juga perlu dijaga agar tetap nyaman bagi pengunjung.

    "Kita ingin kawasan wisata tetap bersih, nyaman dan indah. Karena itu, sampah jangan sampai mencemari pantai yang menjadi salah satu destinasi andalan PPU," kata Waris.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU, Safwana, mengatakan aksi tersebut merupakan tindak lanjut imbauan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur yang dilaksanakan serentak di kabupaten/kota se-Kaltim. 

    "Penyisiran dilakukan di sepanjang kawasan Pantai Tanjung Jumlai. Dari kegiatan ini terkumpul sekitar 471,3 kilogram sampah residu," ujar Safwana.

    Tanjung Jumlai dipilih karena menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi masyarakat, baik dari PPU maupun luar daerah. Luasan kawasan pantai juga membuat persoalan kebersihan perlu mendapat perhatian secara rutin.

    Safwana mengatakan, kegiatan bersih pantai tidak cukup dilakukan sekali. Pemkab PPU ingin menjaga kebersihan kawasan wisata secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar.

    "Menjaga kawasan wisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Semua pihak perlu terlibat agar objek wisata kita tetap aman, sehat, resik dan indah," katanya.

    Selain kebersihan, Disbudpar PPU juga menyiapkan keterlibatan Pokdarwis dalam pengembangan Tanjung Jumlai. Kelompok tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata bersama masyarakat.

    Safwana menyebut pengembangan tersebut akan menyesuaikan kondisi lahan yang berada di kawasan milik masyarakat. Usulan pengembangan dari masyarakat nantinya dapat difasilitasi melalui Pokdarwis.

    "Karena lahannya milik masyarakat, usulan pengembangannya bisa kita bantu melalui Pokdarwis. Mereka yang mengelola, pemerintah akan mendukung sesuai kebutuhan," ujarnya.

    Aksi bersih Pantai Tanjung Jumlai menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU menjaga kualitas destinasi wisata sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan kawasan menjadi tanggung jawab seluruh pihak.

    (Sf/Rs)