Seputar Fakta

    Teknologi

    Yudi Perdana, Sosok di Balik Aplikasi V-Skor yang Disebut Strava-nya Bulu Tangkis

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 November 2026 pukul 15:04 WITA

    Founder Aplikasi V-Skor, Yudi Perdana, saat menjelaskan aplikasi V-Skor. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Founder Aplikasi V-Skor sekaligus pengusaha, Yudi Perdana Raaph, mengungkapkan awal mula terciptanya aplikasi manajemen mabar (main bareng) bulu tangkis yang kini mulai dikenal luas.

    Cerita itu berawal dari pengalaman pribadinya saat bermain bulu tangkis di Samarinda. Pada saat itu, ia mengaku cukup sulit mencari komunitas untuk mabar dan sistem pembayarannya pun masih dilakukan secara manual dengan pencatatan di kertas.

    "Berawal dari pengalaman pribadi saat bermain di Samarinda yang cukup sulit untuk mencari komunitas mabar. Sistem pembayaran pada saat itu masih dilakukan secara manual," ujar Yudi, Senin (02/11/2026).

    Dari keresahan tersebut, muncul inisiatif dan ide untuk mengubah sistem manual menjadi sebuah aplikasi digital.

    Ia pun terinspirasi dari aktivitas olahraga lain yang sudah lebih dulu memiliki aplikasi serupa, seperti Reclub untuk tenis dan padel, serta Strava untuk lari.

    Mengingat basis pemain bulu tangkis sangat banyak, mulai dari anak-anak hingga orang tua, ia kemudian memberanikan diri untuk membuat aplikasinya sendiri.

    Pengembangannya pun dilakukan secara mandiri. Yudi membuat sendiri prototipenya dan berkonsultasi dengan teman yang ahli di bidang engineer dan IT hingga akhirnya aplikasi V-Skor tersebut jadi.

    Saat ini, aplikasi V-Skor sedang dalam proses pengajuan ke App Store dan Play Store. Namun, antusiasme pengguna sudah sangat tinggi.

    "Alhamdulillah sudah banyak yang menggunakan, mulai dari daerah Samarinda, Balikpapan, hingga kota-kota besar di Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Jogja," ungkapnya.

    Bahkan di luar ekspektasi, V-Skor telah mendapat permintaan dari pengguna di Malaysia untuk dibuatkan versi bahasa Inggris agar dapat digunakan di sana.

    "Terdapat permintaan dari pengguna di Malaysia untuk dibuatkan versi bahasa Inggris, yang di luar ekspektasi kami bisa merambah ke kancah internasional," jelasnya.

    Ke depan, Yudi berencana membuat aplikasi ini lebih masif dikenal orang dan kemungkinan berekspansi ke cabang olahraga lain, baik di bidang analisis skor maupun pengembangan permainan.

    Meski begitu, fokus sementara saat ini adalah membenahi kekurangan dan menyempurnakan fitur yang sudah ada.

    Yudi menjelaskan, fungsi utama V-Skor adalah untuk memanajemen teman-teman yang mabar. Jika dalam sekali main bulu tangkis rata-rata berjumlah 12 orang per lapangan dengan durasi 3 jam, aplikasi ini akan mengatur siapa saja yang bermain, jadwal bermainnya, hingga sistem pembayarannya.

    "Biasanya ada yang menghitung per bola atau per sekali main. Semua proses kami digitalisasikan dan masuk langsung ke handphone masing-masing, sehingga pencatatan tidak lagi manual menggunakan kertas. Dibuat seperti struk digital layaknya berbelanja di supermarket," terang Yudi.

    Keunggulan lainnya, V-Skor dilengkapi dengan sistem klasemen di mana setiap permainan dicatat poinnya. Ketentuannya, menang mendapatkan 5 poin, kalah 1 poin, dan imbang 3 poin.

    "Sistem klasemen ini berfungsi untuk menjaga agar permainan bulu tangkis tetap kompetitif dan jiwa kompetisinya tidak hilang," pungkasnya.

    Kehadiran V-Skor menjadi bukti bahwa inovasi digital bisa lahir dari keresahan sederhana di lapangan. Berawal dari kesulitan mencari teman mabar di Samarinda, kini aplikasi karya anak lokal tersebut tidak hanya memudahkan komunitas bulu tangkis dalam mengatur jadwal dan pembayaran secara digital, tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional.

    (Sf/Rs)

    Teknologi

    Yudi Perdana, Sosok di Balik Aplikasi V-Skor yang Disebut Strava-nya Bulu Tangkis

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 November 2026 pukul 15:04 WITA

    Founder Aplikasi V-Skor, Yudi Perdana, saat menjelaskan aplikasi V-Skor. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Founder Aplikasi V-Skor sekaligus pengusaha, Yudi Perdana Raaph, mengungkapkan awal mula terciptanya aplikasi manajemen mabar (main bareng) bulu tangkis yang kini mulai dikenal luas.

    Cerita itu berawal dari pengalaman pribadinya saat bermain bulu tangkis di Samarinda. Pada saat itu, ia mengaku cukup sulit mencari komunitas untuk mabar dan sistem pembayarannya pun masih dilakukan secara manual dengan pencatatan di kertas.

    "Berawal dari pengalaman pribadi saat bermain di Samarinda yang cukup sulit untuk mencari komunitas mabar. Sistem pembayaran pada saat itu masih dilakukan secara manual," ujar Yudi, Senin (02/11/2026).

    Dari keresahan tersebut, muncul inisiatif dan ide untuk mengubah sistem manual menjadi sebuah aplikasi digital.

    Ia pun terinspirasi dari aktivitas olahraga lain yang sudah lebih dulu memiliki aplikasi serupa, seperti Reclub untuk tenis dan padel, serta Strava untuk lari.

    Mengingat basis pemain bulu tangkis sangat banyak, mulai dari anak-anak hingga orang tua, ia kemudian memberanikan diri untuk membuat aplikasinya sendiri.

    Pengembangannya pun dilakukan secara mandiri. Yudi membuat sendiri prototipenya dan berkonsultasi dengan teman yang ahli di bidang engineer dan IT hingga akhirnya aplikasi V-Skor tersebut jadi.

    Saat ini, aplikasi V-Skor sedang dalam proses pengajuan ke App Store dan Play Store. Namun, antusiasme pengguna sudah sangat tinggi.

    "Alhamdulillah sudah banyak yang menggunakan, mulai dari daerah Samarinda, Balikpapan, hingga kota-kota besar di Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Jogja," ungkapnya.

    Bahkan di luar ekspektasi, V-Skor telah mendapat permintaan dari pengguna di Malaysia untuk dibuatkan versi bahasa Inggris agar dapat digunakan di sana.

    "Terdapat permintaan dari pengguna di Malaysia untuk dibuatkan versi bahasa Inggris, yang di luar ekspektasi kami bisa merambah ke kancah internasional," jelasnya.

    Ke depan, Yudi berencana membuat aplikasi ini lebih masif dikenal orang dan kemungkinan berekspansi ke cabang olahraga lain, baik di bidang analisis skor maupun pengembangan permainan.

    Meski begitu, fokus sementara saat ini adalah membenahi kekurangan dan menyempurnakan fitur yang sudah ada.

    Yudi menjelaskan, fungsi utama V-Skor adalah untuk memanajemen teman-teman yang mabar. Jika dalam sekali main bulu tangkis rata-rata berjumlah 12 orang per lapangan dengan durasi 3 jam, aplikasi ini akan mengatur siapa saja yang bermain, jadwal bermainnya, hingga sistem pembayarannya.

    "Biasanya ada yang menghitung per bola atau per sekali main. Semua proses kami digitalisasikan dan masuk langsung ke handphone masing-masing, sehingga pencatatan tidak lagi manual menggunakan kertas. Dibuat seperti struk digital layaknya berbelanja di supermarket," terang Yudi.

    Keunggulan lainnya, V-Skor dilengkapi dengan sistem klasemen di mana setiap permainan dicatat poinnya. Ketentuannya, menang mendapatkan 5 poin, kalah 1 poin, dan imbang 3 poin.

    "Sistem klasemen ini berfungsi untuk menjaga agar permainan bulu tangkis tetap kompetitif dan jiwa kompetisinya tidak hilang," pungkasnya.

    Kehadiran V-Skor menjadi bukti bahwa inovasi digital bisa lahir dari keresahan sederhana di lapangan. Berawal dari kesulitan mencari teman mabar di Samarinda, kini aplikasi karya anak lokal tersebut tidak hanya memudahkan komunitas bulu tangkis dalam mengatur jadwal dan pembayaran secara digital, tetapi juga berpotensi menembus pasar internasional.

    (Sf/Rs)