Cari disini...
Teknologi
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan perluasan jangkauan internet di desa melalui pengembangan jaringan fiber optic (FO) atau serat optik. Saat ini, penyediaan internet masih berfokus pada titik tertentu, terutama kantor desa.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan penyediaan internet ditargetkan mencakup 139 desa, dua kelurahan, dan 11 desa persiapan. Namun, jaringan yang tersedia di kantor desa belum berarti internet sudah menjangkau seluruh wilayah.
“Kalau bicara pembangunan, kita sudah target 139 desa, dua kelurahan dan 15 desa persiapan itu paling tidak selalu ada internet. Cuma sementara ini tidak berbicara jangkauan, tapi titik,” ujar Ronny.
Ke depan, Diskominfo Staper Kutim berupaya memperluas jangkauan internet agar tidak hanya tersedia di kantor desa. Salah satu upaya yang disiapkan ialah pengembangan jaringan serat optik.
“Ke depannya kita mencoba untuk semuanya kalau bisa desa itu dialiri internet. Jadi, kita hanya fokus dalam satu bentuk bandwidth yang dijalin dengan jaringan FO. Itu target ke depannya,” katanya.
Menurut Ronny, jaringan serat optik dinilai lebih murah dan efisien. Penggunaannya juga diharapkan mengurangi risiko gangguan akibat kondisi cuaca.
Untuk mendukung pengembangan infrastruktur telekomunikasi, Diskominfo Staper Kutim telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sekitar dua bulan lalu untuk meminta bantuan pembangunan menara telekomunikasi dan base transceiver station (BTS).
“Alhamdulillah tahun ini kita dapat satu BTS lagi. Jadi, total sudah ada lima. Itu di Batu Ampar kalau enggak salah,” jelasnya.
Selain dengan pemerintah pusat, Diskominfo Staper Kutim juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Gratispol untuk menyelaraskan titik pembangunan agar tidak terjadi tumpang tindih.
Ronny mengatakan, pengembangan jaringan serat optik menjadi salah satu target ke depan karena dinilai lebih efisien dalam mendukung konektivitas internet di Kutim.
“Karena akan lebih murah, efisien, dan risiko untuk terganggu tidak akan ada karena tidak tergantung dengan cuaca dan awan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Teknologi

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan perluasan jangkauan internet di desa melalui pengembangan jaringan fiber optic (FO) atau serat optik. Saat ini, penyediaan internet masih berfokus pada titik tertentu, terutama kantor desa.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, mengatakan penyediaan internet ditargetkan mencakup 139 desa, dua kelurahan, dan 11 desa persiapan. Namun, jaringan yang tersedia di kantor desa belum berarti internet sudah menjangkau seluruh wilayah.
“Kalau bicara pembangunan, kita sudah target 139 desa, dua kelurahan dan 15 desa persiapan itu paling tidak selalu ada internet. Cuma sementara ini tidak berbicara jangkauan, tapi titik,” ujar Ronny.
Ke depan, Diskominfo Staper Kutim berupaya memperluas jangkauan internet agar tidak hanya tersedia di kantor desa. Salah satu upaya yang disiapkan ialah pengembangan jaringan serat optik.
“Ke depannya kita mencoba untuk semuanya kalau bisa desa itu dialiri internet. Jadi, kita hanya fokus dalam satu bentuk bandwidth yang dijalin dengan jaringan FO. Itu target ke depannya,” katanya.
Menurut Ronny, jaringan serat optik dinilai lebih murah dan efisien. Penggunaannya juga diharapkan mengurangi risiko gangguan akibat kondisi cuaca.
Untuk mendukung pengembangan infrastruktur telekomunikasi, Diskominfo Staper Kutim telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sekitar dua bulan lalu untuk meminta bantuan pembangunan menara telekomunikasi dan base transceiver station (BTS).
“Alhamdulillah tahun ini kita dapat satu BTS lagi. Jadi, total sudah ada lima. Itu di Batu Ampar kalau enggak salah,” jelasnya.
Selain dengan pemerintah pusat, Diskominfo Staper Kutim juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program Gratispol untuk menyelaraskan titik pembangunan agar tidak terjadi tumpang tindih.
Ronny mengatakan, pengembangan jaringan serat optik menjadi salah satu target ke depan karena dinilai lebih efisien dalam mendukung konektivitas internet di Kutim.
“Karena akan lebih murah, efisien, dan risiko untuk terganggu tidak akan ada karena tidak tergantung dengan cuaca dan awan,” pungkasnya.
(Sf/Rs)