Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kesadaran masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi menunjukkan tren positif yang luar biasa.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kaltim mencatat lonjakan penerimaan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) hingga tiga kali lipat.
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan mengungkap peningkatan ini terjadi secara signifikan setelah adanya imbauan langsung dari Gubernur Kaltim dalam acara Kaltim Berzakat.
"Pendapatan kami meningkat luar biasa. Dari yang sebelumnya di angka Rp450 juta sebulan, kini naik menjadi Rp1,2 miliar hingga Rp1,3 miliar per bulannya," ungkap Ahmad Nabhan.
Menariknya antusiasme ini juga terlihat dari setoran zakat harta (maal) individu warga Kaltim yang jumlahnya sangat fantastis, mulai dari Rp100 juta, Rp200 juta, bahkan ada satu orang yang membayar zakat hingga Rp500 juta.
Melimpahnya dana umat ini langsung disalurkan lewat berbagai program. Di bulan Ramadan ini, BAZNAS Kaltim membagikan 5.000 Paket Ramadan Bahagia (PRB) yang didistribusikan ke Baznas kabupaten/kota, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), warga sekitar, hingga memberikan santunan tunai kepada 200 anak yatim.
Selain mengelola ZIS, BAZNAS Kaltim kini mulai agresif mengelola dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR dari perusahaan tambang dan perkebunan sawit yang beroperasi di Kaltim.
Kiai Badrus dari BAZNAS Kaltim menjelaskan pengelolaan CSR ini memiliki fleksibilitas tinggi dan murni untuk kemanusiaan.
"Kalau zakat harus sesuai dengan delapan asnaf (golongan penerima). Tapi kalau CSR, ini murni kemanusiaan. Tidak mengenal agama, ras, kaya atau miskin. Siapapun yang terdampak operasional perusahaan berhak mendapatkannya," jelasnya.
Sebagai contoh, BAZNAS Kaltim bekerja sama dengan perusahaan menyalurkan dana CSR untuk membangun Water Treatment Plant (WTP) fasilitas air bersih bagi warga di kawasan Batuah.
Perusahaan dapat menyetorkan sebagian dana (misal Rp200 juta) dan BAZNAS akan menutupi kekurangan biayanya.
Di tengah kabar gembira lonjakan donasi, Ahmad Nabhan memberikan peringatan tegas terkait pelaksanaan zakat fitrah. Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang membayar zakat tidak sesuai dengan kualitas beras yang dimakan sehari-hari.
"Jangan sampai masyarakat kita sehari-hari makan beras harga Rp30.000 per kilo, tapi dia berzakat fitrah dengan harga beras yang Rp10.000. Itu tidak boleh. Zakat fitrah harus sesuai dengan nilai beras yang kita konsumsi sehari-hari," tegas Nabhan.
Ia juga sangat mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pembayaran zakat fitrah hingga malam takbiran. Kebiasaan ini sangat menyulitkan para amil zakat di masjid-masjid dan merugikan penerima zakat.
"Bayangkan kalau baru dibayar malam lebaran, kapan amil membagikannya? Kadang sampai jam 2 pagi. Kalau zakat berupa uang baru diterima si miskin di malam lebaran, mal dan toko baju sudah pada tutup. Kapan mereka mau belanja untuk hari raya? Karena itu segerakanlah berzakat dari awal Ramadan," imbaunya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Baznas Kaltim, Ahmad Nabhan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kesadaran masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi menunjukkan tren positif yang luar biasa.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kaltim mencatat lonjakan penerimaan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) hingga tiga kali lipat.
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan mengungkap peningkatan ini terjadi secara signifikan setelah adanya imbauan langsung dari Gubernur Kaltim dalam acara Kaltim Berzakat.
"Pendapatan kami meningkat luar biasa. Dari yang sebelumnya di angka Rp450 juta sebulan, kini naik menjadi Rp1,2 miliar hingga Rp1,3 miliar per bulannya," ungkap Ahmad Nabhan.
Menariknya antusiasme ini juga terlihat dari setoran zakat harta (maal) individu warga Kaltim yang jumlahnya sangat fantastis, mulai dari Rp100 juta, Rp200 juta, bahkan ada satu orang yang membayar zakat hingga Rp500 juta.
Melimpahnya dana umat ini langsung disalurkan lewat berbagai program. Di bulan Ramadan ini, BAZNAS Kaltim membagikan 5.000 Paket Ramadan Bahagia (PRB) yang didistribusikan ke Baznas kabupaten/kota, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), warga sekitar, hingga memberikan santunan tunai kepada 200 anak yatim.
Selain mengelola ZIS, BAZNAS Kaltim kini mulai agresif mengelola dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR dari perusahaan tambang dan perkebunan sawit yang beroperasi di Kaltim.
Kiai Badrus dari BAZNAS Kaltim menjelaskan pengelolaan CSR ini memiliki fleksibilitas tinggi dan murni untuk kemanusiaan.
"Kalau zakat harus sesuai dengan delapan asnaf (golongan penerima). Tapi kalau CSR, ini murni kemanusiaan. Tidak mengenal agama, ras, kaya atau miskin. Siapapun yang terdampak operasional perusahaan berhak mendapatkannya," jelasnya.
Sebagai contoh, BAZNAS Kaltim bekerja sama dengan perusahaan menyalurkan dana CSR untuk membangun Water Treatment Plant (WTP) fasilitas air bersih bagi warga di kawasan Batuah.
Perusahaan dapat menyetorkan sebagian dana (misal Rp200 juta) dan BAZNAS akan menutupi kekurangan biayanya.
Di tengah kabar gembira lonjakan donasi, Ahmad Nabhan memberikan peringatan tegas terkait pelaksanaan zakat fitrah. Ia menyoroti kebiasaan masyarakat yang membayar zakat tidak sesuai dengan kualitas beras yang dimakan sehari-hari.
"Jangan sampai masyarakat kita sehari-hari makan beras harga Rp30.000 per kilo, tapi dia berzakat fitrah dengan harga beras yang Rp10.000. Itu tidak boleh. Zakat fitrah harus sesuai dengan nilai beras yang kita konsumsi sehari-hari," tegas Nabhan.
Ia juga sangat mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pembayaran zakat fitrah hingga malam takbiran. Kebiasaan ini sangat menyulitkan para amil zakat di masjid-masjid dan merugikan penerima zakat.
"Bayangkan kalau baru dibayar malam lebaran, kapan amil membagikannya? Kadang sampai jam 2 pagi. Kalau zakat berupa uang baru diterima si miskin di malam lebaran, mal dan toko baju sudah pada tutup. Kapan mereka mau belanja untuk hari raya? Karena itu segerakanlah berzakat dari awal Ramadan," imbaunya.
(Sf/Lo)