Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi III DPRD Kota Balikpapan mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan untuk terus meningkatkan program kerjanya, salah satunya yang sudah berjalan yakni program Balikpapan Terang dan layanan transportasi massal Balikpapan City Trans (BCT).
Salah satu peningkatannya, kata Ketua Komisi III, Yusri meminta agar Dishub dapat menambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan pemakaman. Hal ini guna untuk membatu masyarakat ketika proses pemakaman dilakukan malam hari.
“Kami tidak minta-minta, kalau ada yang meninggal mau dikubur malam tetap bisa dilaksanakan. Meski beberapa TPU sudah diberi penerangan, tapi masih kurang. Kami minta itu untuk ditambah,” ucap Yusri kepada media, Selasa (7/1/2025).
Apalagi kata dia, Balikpapan Terang merupakan salah satu program Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud untuk memberikan fasilitas yang memadai, maka itu harus didukung.
Kemudian terkait dengan penyediaan BCT, ia mengaku, bahwa transportasi tersebut sangat bermanfaat bagi warga Balikpapan. Karena dengan banyaknya warga yang memanfaatkan transportasi massal, tentu akan mengurangi tingkat kemacetan.
"Ini sangat bermanfaat. Kami tidak pungkiri bahwa kedepan Kota Balikpapan, akan dibanjir warga kurang lebih sekitar 1 juta yang nantinya memerlukan angkutan masal," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan perihal penerapan tarif BCT khusus untuk lansia dan pelajar. Dimana ia meminta agar tarif tersebut dibedakan, dari yang harusnya Rp4.500 untuk penumpang umum, diusulkan hanya membayar Rp2.000.
“Kami minta kepada Dishub, agar tarif pelajar dan lansia lebih murah,” imbuhnya.
Bahkan Komisi III juga meminta adanya penambahan armada dan koridornya di wilayah Balikpapan Utara, Timur dan Barat. Sehingga bisa menjangkau seluruh masyarakat di Kota Balikpapan tanpa terkecuali.
Selain itu, kantong-kantong parkir juga perlu diperhatikan, seperti di Kawasan Jalan MT Haryono yang baru selesai dilebarkan namun digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Padahal sebenarnya area tersebut diperuntukan untuk pengguna jalan.
"Dishub sudah koordinasi dengan polres bagaimana mengatur parkir dengan baik. Bagaimanan dinas perhubungan dapat mengelola itu agar tidak terjadi keributan dimasyarakat," terangnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Komisi III DPRD Kota Balikpapan mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan untuk terus meningkatkan program kerjanya, salah satunya yang sudah berjalan yakni program Balikpapan Terang dan layanan transportasi massal Balikpapan City Trans (BCT).
Salah satu peningkatannya, kata Ketua Komisi III, Yusri meminta agar Dishub dapat menambah Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan pemakaman. Hal ini guna untuk membatu masyarakat ketika proses pemakaman dilakukan malam hari.
“Kami tidak minta-minta, kalau ada yang meninggal mau dikubur malam tetap bisa dilaksanakan. Meski beberapa TPU sudah diberi penerangan, tapi masih kurang. Kami minta itu untuk ditambah,” ucap Yusri kepada media, Selasa (7/1/2025).
Apalagi kata dia, Balikpapan Terang merupakan salah satu program Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud untuk memberikan fasilitas yang memadai, maka itu harus didukung.
Kemudian terkait dengan penyediaan BCT, ia mengaku, bahwa transportasi tersebut sangat bermanfaat bagi warga Balikpapan. Karena dengan banyaknya warga yang memanfaatkan transportasi massal, tentu akan mengurangi tingkat kemacetan.
"Ini sangat bermanfaat. Kami tidak pungkiri bahwa kedepan Kota Balikpapan, akan dibanjir warga kurang lebih sekitar 1 juta yang nantinya memerlukan angkutan masal," jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan perihal penerapan tarif BCT khusus untuk lansia dan pelajar. Dimana ia meminta agar tarif tersebut dibedakan, dari yang harusnya Rp4.500 untuk penumpang umum, diusulkan hanya membayar Rp2.000.
“Kami minta kepada Dishub, agar tarif pelajar dan lansia lebih murah,” imbuhnya.
Bahkan Komisi III juga meminta adanya penambahan armada dan koridornya di wilayah Balikpapan Utara, Timur dan Barat. Sehingga bisa menjangkau seluruh masyarakat di Kota Balikpapan tanpa terkecuali.
Selain itu, kantong-kantong parkir juga perlu diperhatikan, seperti di Kawasan Jalan MT Haryono yang baru selesai dilebarkan namun digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Padahal sebenarnya area tersebut diperuntukan untuk pengguna jalan.
"Dishub sudah koordinasi dengan polres bagaimana mengatur parkir dengan baik. Bagaimanan dinas perhubungan dapat mengelola itu agar tidak terjadi keributan dimasyarakat," terangnya.
(Sf/Rs)