Seputar Kaltim

    Wujudkan Desa Digital di PPU, Peningkatan Literasi dan Kapasitas SDM Jadi Kunci Utama

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    07 September 2026 pukul 19:46 WITA

    Kabid Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Fitriani. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Digitalisasi desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem atau aplikasi. Kemampuan aparatur dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting agar digitalisasi benar-benar digunakan.

    Kabid Aplikasi Informatika dan Persandian (AIP) Diskominfo PPU, Fitriani, mengatakan digitalisasi desa sudah berjalan melalui berbagai bentuk pemanfaatan teknologi. Penguatannya tidak hanya dilakukan lewat penyediaan sistem, tetapi juga pelatihan dan pendampingan.

    "Kalau bicara desa digital, bukan hanya soal ada sistemnya. Masyarakatnya juga harus melek digital, SDM-nya mampu menggunakan teknologi dan ada program pembinaan atau pelatihan yang mendukung," kata Fitriani, Senin (7/9/2026).

    Pemanfaatan teknologi di desa, kata dia, bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Desa Bukit Raya pernah mendapat pelatihan penggunaan YouTube, pembuatan brand hingga pemasaran produk melalui media sosial.

    Pemanfaatan layanan digital juga terlihat dari penggunaan SP4N-LAPOR! untuk menyampaikan pengaduan masyarakat secara daring. Layanan tersebut menjadi salah satu kanal yang digunakan warga untuk berkomunikasi dengan pemerintah.

    Fitriani menyebut kemampuan digital antarwilayah desa belum sepenuhnya merata. Meski masyarakat umumnya sudah menggunakan telepon pintar, tetap ada wilayah yang membutuhkan penguatan kapasitas, termasuk di Kecamatan Babulu.

    Kecamatan Babulu sebelumnya mengusulkan pelatihan pengelolaan teknologi dan website kepada Diskominfo. Usulan itu belum ditindaklanjuti, termasuk kebutuhan di wilayah seperti Desa Babulu Laut.

    Menurut Fitriani, penguatan digitalisasi tidak bisa hanya diukur dari banyaknya platform yang tersedia. Teknologi harus bisa dipakai oleh aparatur desa dan masyarakat untuk mendukung pelayanan, penyebaran informasi maupun kegiatan ekonomi desa.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Wujudkan Desa Digital di PPU, Peningkatan Literasi dan Kapasitas SDM Jadi Kunci Utama

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    07 September 2026 pukul 19:46 WITA

    Kabid Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Fitriani. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Digitalisasi desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak cukup hanya dengan menyediakan sistem atau aplikasi. Kemampuan aparatur dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting agar digitalisasi benar-benar digunakan.

    Kabid Aplikasi Informatika dan Persandian (AIP) Diskominfo PPU, Fitriani, mengatakan digitalisasi desa sudah berjalan melalui berbagai bentuk pemanfaatan teknologi. Penguatannya tidak hanya dilakukan lewat penyediaan sistem, tetapi juga pelatihan dan pendampingan.

    "Kalau bicara desa digital, bukan hanya soal ada sistemnya. Masyarakatnya juga harus melek digital, SDM-nya mampu menggunakan teknologi dan ada program pembinaan atau pelatihan yang mendukung," kata Fitriani, Senin (7/9/2026).

    Pemanfaatan teknologi di desa, kata dia, bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Desa Bukit Raya pernah mendapat pelatihan penggunaan YouTube, pembuatan brand hingga pemasaran produk melalui media sosial.

    Pemanfaatan layanan digital juga terlihat dari penggunaan SP4N-LAPOR! untuk menyampaikan pengaduan masyarakat secara daring. Layanan tersebut menjadi salah satu kanal yang digunakan warga untuk berkomunikasi dengan pemerintah.

    Fitriani menyebut kemampuan digital antarwilayah desa belum sepenuhnya merata. Meski masyarakat umumnya sudah menggunakan telepon pintar, tetap ada wilayah yang membutuhkan penguatan kapasitas, termasuk di Kecamatan Babulu.

    Kecamatan Babulu sebelumnya mengusulkan pelatihan pengelolaan teknologi dan website kepada Diskominfo. Usulan itu belum ditindaklanjuti, termasuk kebutuhan di wilayah seperti Desa Babulu Laut.

    Menurut Fitriani, penguatan digitalisasi tidak bisa hanya diukur dari banyaknya platform yang tersedia. Teknologi harus bisa dipakai oleh aparatur desa dan masyarakat untuk mendukung pelayanan, penyebaran informasi maupun kegiatan ekonomi desa.

    (Sf/Lo)