Seputar Kaltim

    Wisatawan Naik pada Libur Lebaran, Dispar Kaltim Tingkatkan Keamanan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    15 April 2024 pukul 14:06 WITA

    Kepadatan di pantai Lamaru, Balikpapan saat libur lebaran. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menyatakan lonjakan kunjungan wisatawan selama periode libur lebaran tahun ini. 

    Dengan estimasi peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen, Dispar Kaltim telah menetapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan pengalaman berwisata yang aman dan menyenangkan.

    Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa momentum libur Lebaran ini diikuti dengan libur bersama hampir 10 hari, apalagi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh kepada PNS/ASN/pegawai, serta libur sekolah, menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan jumlah wisatawan. "Kunjungan wisatawan, kita estimasi naik sekitar 30 sampai 40 persen dari hari biasanya,

    dan kami mengantisipasi adanya peningkatan signifikan dalam kunjungan wisatawan," ujar Ririn.

    Data libur Lebaran tahun lalu menunjukkan bahwa jumlah Wisatawan Nusantara (Wisnus) yang berkunjung ke seluruh Kabupaten Kota di Kaltim mencapai 821.658 orang, dengan Balikpapan dan Samarinda menjadi destinasi favorit. Tahun ini, Dispar Kaltim menargetkan peningkatan hingga 40 persen dari jumlah tersebut.

    Menyikapi prediksi peningkatan ini, Dispar Kaltim telah mengeluarkan surat imbauan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan aktivitas di objek wisata. Ririn menambahkan bahwa imbauan tersebut juga telah disampaikan kepada organisasi mitra pariwisata seperti PHRI, Dian, ASITA, dan lainnya untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas wisatawan.

    "Kami meminta agar pengelolaan objek wisata di seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim dapat melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparat dan instansi terkait," kata Ririn. 

    Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan dan bencana alam seperti tanah longsor, pohon tumbang, jembatan putus, dan kejadian lain yang mungkin terjadi.

    Dispar Kaltim juga memberikan serangkaian tips bagi pengelola wisata dalam menghadapi lonjakan pengunjung. Tips tersebut meliputi prioritas pada keselamatan, pelayanan maksimal, penambahan fasilitas dan petugas, menjaga kebersihan dan ketertiban, kerjasama dengan lembaga berwenang, serta pendataan berkala pengunjung.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wisatawan Naik pada Libur Lebaran, Dispar Kaltim Tingkatkan Keamanan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    15 April 2024 pukul 14:06 WITA

    Kepadatan di pantai Lamaru, Balikpapan saat libur lebaran. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) menyatakan lonjakan kunjungan wisatawan selama periode libur lebaran tahun ini. 

    Dengan estimasi peningkatan sekitar 30 hingga 40 persen, Dispar Kaltim telah menetapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan pengalaman berwisata yang aman dan menyenangkan.

    Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa momentum libur Lebaran ini diikuti dengan libur bersama hampir 10 hari, apalagi pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh kepada PNS/ASN/pegawai, serta libur sekolah, menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan jumlah wisatawan. "Kunjungan wisatawan, kita estimasi naik sekitar 30 sampai 40 persen dari hari biasanya,

    dan kami mengantisipasi adanya peningkatan signifikan dalam kunjungan wisatawan," ujar Ririn.

    Data libur Lebaran tahun lalu menunjukkan bahwa jumlah Wisatawan Nusantara (Wisnus) yang berkunjung ke seluruh Kabupaten Kota di Kaltim mencapai 821.658 orang, dengan Balikpapan dan Samarinda menjadi destinasi favorit. Tahun ini, Dispar Kaltim menargetkan peningkatan hingga 40 persen dari jumlah tersebut.

    Menyikapi prediksi peningkatan ini, Dispar Kaltim telah mengeluarkan surat imbauan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan aktivitas di objek wisata. Ririn menambahkan bahwa imbauan tersebut juga telah disampaikan kepada organisasi mitra pariwisata seperti PHRI, Dian, ASITA, dan lainnya untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran aktivitas wisatawan.

    "Kami meminta agar pengelolaan objek wisata di seluruh Kabupaten/Kota di Kaltim dapat melakukan pemantauan dan koordinasi dengan aparat dan instansi terkait," kata Ririn. 

    Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan dan bencana alam seperti tanah longsor, pohon tumbang, jembatan putus, dan kejadian lain yang mungkin terjadi.

    Dispar Kaltim juga memberikan serangkaian tips bagi pengelola wisata dalam menghadapi lonjakan pengunjung. Tips tersebut meliputi prioritas pada keselamatan, pelayanan maksimal, penambahan fasilitas dan petugas, menjaga kebersihan dan ketertiban, kerjasama dengan lembaga berwenang, serta pendataan berkala pengunjung.

    (Sf/Rs)