Cari disini...
Seputarfakta.com - Padliannor -
Seputar Kaltim
Wisata Hutsn Mangrove Lati Tuo Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Berbagai tempat wisata biasanya memiliki daya tarik tersendiri guna menarik pengunjung untuk mau datang.
Terkhusus untuk mengisi waktu akhir pekan masyarakat akan mencari destinasi wisata mana yang ingin mereka kunjungi bersama keluarga dan rekan mereka.
Tak jarang inovasi dari pihak pengelola yang menghadirkan suasana santai dan berbeda dari tempat lain membuat masyarakat berbondong-bondong datang ke tempat wisata tersebut.
Salah satu tempat wisata yang memiliki daya tarik di mata pengunjung ialah Wisata Hutan Mangrove Lati Tuo yang berlokasi di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro.
Tempat wisata itu menyuguhkan perpaduan keindahan alam yang dipadukan dengan sentuhan tradisional. Bahkan kolaborasi dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menghidupkan usaha masyarakat dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin berbelanja.k
"Masyarakat dapat membeli cemilan dan makanan tradisional di Pasar 'Pakot Lati Tuo' yang dalam bahasa Indonesia berarti Pasar Hutan Tua," kata Pengelola Hutan Mangrove Lati Tuo, Husin, Sabtu (4/4/2026).
Menariknya, uang yang biasanya digunakan masyarakat sebagai alat tukar tidak laku di pasar tersebut. Di pasar itu hanya uang koin kayu yang dapat dijadikan sebagai alat tukar yang tentu saja memberikan pengalaman lain bagi pengunjung yang datang ke tempat wisata itu.
"Kami mengutamakan UMKM lokal yang ada di lokasi ini dari Desa Klempang Sari namun ada juga UMKM dari wilayaj sekitar seperti Desa KPJ, Rangan hingga Kuaro," tambahnya.
Harga tiket masuk untuk tempat wisata itu juga terbilang cukup murah. Hanya dengan Rp10 ribu untuk orang dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak masyarakat sudah masuk ke Hutan Mangrove Lati Tuo.
Selain itu, masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman menyusuri sungai menggunakan perahu berkapasitas 6-7 orang, cukup dengan Rp25 ribu masyarakat sudah dapat menikmati pemandangan sungai si sekitar lokasi tersebut.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Padliannor -
Seputar Kaltim

Wisata Hutsn Mangrove Lati Tuo Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Berbagai tempat wisata biasanya memiliki daya tarik tersendiri guna menarik pengunjung untuk mau datang.
Terkhusus untuk mengisi waktu akhir pekan masyarakat akan mencari destinasi wisata mana yang ingin mereka kunjungi bersama keluarga dan rekan mereka.
Tak jarang inovasi dari pihak pengelola yang menghadirkan suasana santai dan berbeda dari tempat lain membuat masyarakat berbondong-bondong datang ke tempat wisata tersebut.
Salah satu tempat wisata yang memiliki daya tarik di mata pengunjung ialah Wisata Hutan Mangrove Lati Tuo yang berlokasi di Desa Klempang Sari, Kecamatan Kuaro.
Tempat wisata itu menyuguhkan perpaduan keindahan alam yang dipadukan dengan sentuhan tradisional. Bahkan kolaborasi dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menghidupkan usaha masyarakat dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin berbelanja.k
"Masyarakat dapat membeli cemilan dan makanan tradisional di Pasar 'Pakot Lati Tuo' yang dalam bahasa Indonesia berarti Pasar Hutan Tua," kata Pengelola Hutan Mangrove Lati Tuo, Husin, Sabtu (4/4/2026).
Menariknya, uang yang biasanya digunakan masyarakat sebagai alat tukar tidak laku di pasar tersebut. Di pasar itu hanya uang koin kayu yang dapat dijadikan sebagai alat tukar yang tentu saja memberikan pengalaman lain bagi pengunjung yang datang ke tempat wisata itu.
"Kami mengutamakan UMKM lokal yang ada di lokasi ini dari Desa Klempang Sari namun ada juga UMKM dari wilayaj sekitar seperti Desa KPJ, Rangan hingga Kuaro," tambahnya.
Harga tiket masuk untuk tempat wisata itu juga terbilang cukup murah. Hanya dengan Rp10 ribu untuk orang dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak masyarakat sudah masuk ke Hutan Mangrove Lati Tuo.
Selain itu, masyarakat yang ingin mendapatkan pengalaman menyusuri sungai menggunakan perahu berkapasitas 6-7 orang, cukup dengan Rp25 ribu masyarakat sudah dapat menikmati pemandangan sungai si sekitar lokasi tersebut.
(Sf/Lo)