Seputar Kaltim

    WBP Lapas Tenggarong Tampilkan Tari Jepen Begurau di Kukar Festival Budaya Nusantara 2024

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    09 Juli 2024 pukul 12:31 WITA

    Warga Binaan Lembaga Permasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Tenggarong saat mengikuti pentas seni Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN). (Foto: Halif)

    Tenggarong - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Tenggarong berkesempatan ikut serta dalam kegiatan Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2024. 

    Kegiatan yang mengusung tema "Kukar  Berbudaya Nusantara Jaya" berlangsung sejak tanggal 8 Juli sampai 13 Juli 2024.

    WBP Lapas Kelas II A Tenggarong menampilkan Tari Jepen Begurau.

    Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong, Agus Dwirijanto menjelaskan Tarian Jepen Begurau memiliki arti muda dan kebebasan.

    Tarian ini memberikan gambaran sekelompok pemuda yang telah sekian lama tidak bertemu dan dengan perjumpaan itu,para pemuda saling bercengkrama, bercerita dan bersenda gurau dalam sebuah gerak tarian.

    Agus Dwirijanto menyatakan keikutsertaan WBP dalam pagelaran seni ini merupakan suatu hal yang positif bagi warga binaan.

    "Pada 2023 lalu, WBP juga ikut dalam kegiatan ini dengan menampilkan tarian yang berbeda. Ini suatu kebanggaan bagi kami, artinya pembinaan di Lapas Tenggarong berjalan dengan baik," kata Agus Dwirijanto Selasa (9/7/2024).

    Ia menyebut WBP yang mengikuti festival budaya ini melalui proses sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang bertujuan memberikan pertimbangan secara legal, serta memperhatikan aspek-aspek lainnya dalam pembinaan terhadap WBP tersebut.

    "Jadi WBP yang ikut serta dalam festival ini tidak serta merta keluar dari dalam lapas begitu saja," sebutnya.

    Kata dia, setiap pengeluaran WBP dari dalam lapas wajib dengan pengawalan petugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. 

    "Kalau mereka diundang untuk mengikuti fertival atau perlombaan diluar lapas pasti akan kita kawal sesuai SOP," pungkasnya.

    Untuk diketahui, Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) merupakan kegiatan tahunan yang dulunya bertajuk Tenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF). 

    Dispar Kukar mencatat ada 1.325 peserta dari berbagai daerah seperti, Provinsi Buton, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT, Kota Palopo, Gowa dan Kukar. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    WBP Lapas Tenggarong Tampilkan Tari Jepen Begurau di Kukar Festival Budaya Nusantara 2024

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    09 Juli 2024 pukul 12:31 WITA

    Warga Binaan Lembaga Permasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Tenggarong saat mengikuti pentas seni Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN). (Foto: Halif)

    Tenggarong - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Tenggarong berkesempatan ikut serta dalam kegiatan Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) 2024. 

    Kegiatan yang mengusung tema "Kukar  Berbudaya Nusantara Jaya" berlangsung sejak tanggal 8 Juli sampai 13 Juli 2024.

    WBP Lapas Kelas II A Tenggarong menampilkan Tari Jepen Begurau.

    Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong, Agus Dwirijanto menjelaskan Tarian Jepen Begurau memiliki arti muda dan kebebasan.

    Tarian ini memberikan gambaran sekelompok pemuda yang telah sekian lama tidak bertemu dan dengan perjumpaan itu,para pemuda saling bercengkrama, bercerita dan bersenda gurau dalam sebuah gerak tarian.

    Agus Dwirijanto menyatakan keikutsertaan WBP dalam pagelaran seni ini merupakan suatu hal yang positif bagi warga binaan.

    "Pada 2023 lalu, WBP juga ikut dalam kegiatan ini dengan menampilkan tarian yang berbeda. Ini suatu kebanggaan bagi kami, artinya pembinaan di Lapas Tenggarong berjalan dengan baik," kata Agus Dwirijanto Selasa (9/7/2024).

    Ia menyebut WBP yang mengikuti festival budaya ini melalui proses sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) yang bertujuan memberikan pertimbangan secara legal, serta memperhatikan aspek-aspek lainnya dalam pembinaan terhadap WBP tersebut.

    "Jadi WBP yang ikut serta dalam festival ini tidak serta merta keluar dari dalam lapas begitu saja," sebutnya.

    Kata dia, setiap pengeluaran WBP dari dalam lapas wajib dengan pengawalan petugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. 

    "Kalau mereka diundang untuk mengikuti fertival atau perlombaan diluar lapas pasti akan kita kawal sesuai SOP," pungkasnya.

    Untuk diketahui, Kukar Festival Budaya Nusantara (KFBN) merupakan kegiatan tahunan yang dulunya bertajuk Tenggarong International Folk Arts Festival (TIFAF). 

    Dispar Kukar mencatat ada 1.325 peserta dari berbagai daerah seperti, Provinsi Buton, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT, Kota Palopo, Gowa dan Kukar. 

    (Sf/By)