Cari disini...
Seputar Kaltim
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Tenggarong saat mengikuti perlombaan Tingkilan di Museum Mulawarman. (Dok. Lapas Kelas II A Tenggarong)
Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menggelar Lomba Tingkilan dan diikuti oleh berbagai peserta, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas II A Tenggarong.
Tingkilan adalah salah satu kesenian tradisional Kaltim yang menggunakan alat musik seperti gambus, biola, gendang dan rebana. Tingkilan biasanya dimainkan untuk mengiringi tari-tarian atau upacara adat.
Salah satu staf pembinaan kepribadian Lapas kelas II A Tenggarong, Rifanda Huda mengaku lapas memiliki program kemandirian untuk kesenian tingkilan. Program ini dilatih oleh Arif Rahman, seorang seniman tingkilan.
“Kami mengikuti kegiatan ini karena di Lapas kelas II A Tenggarong memang ada pembinaan kesenian musik tingkilan untuk WBP yang dilatih oleh Bapak Arif Rahman. Untuk persiapan lomba ini kurang lebih kami satu bulan persiapannya,” kata Rifanda, Senin (19/2/2024).
Rifanda menjelaskan, lapas menurunkan satu kelompok dengan empat orang WBP dan berharap dengan adanya kegiatan ini, WBP tidak lagi dipandang sebelah mata serta memiliki hak yang sama dengan masyarakat umum.
“Alhamdulillah kami mendapat juara dua. Kami ingin menunjukkan eksistensi seorang narapidana yang memiliki bakat dalam bermain musik dan juga memiliki hak yang sama dengan masyarakat umum, sehingga bakat yang mereka salurkan tidak dipandang sebelah mata dengan orang lain,” ujarnya.
Lomba tingkilan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya lokal dan memberikan kesempatan bagi WBP untuk berkarya.
"Selamat untuk para pemenang dan semoga kesenian tingkilan tetap lestari," bebernya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Tenggarong saat mengikuti perlombaan Tingkilan di Museum Mulawarman. (Dok. Lapas Kelas II A Tenggarong)
Tenggarong - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar menggelar Lomba Tingkilan dan diikuti oleh berbagai peserta, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas kelas II A Tenggarong.
Tingkilan adalah salah satu kesenian tradisional Kaltim yang menggunakan alat musik seperti gambus, biola, gendang dan rebana. Tingkilan biasanya dimainkan untuk mengiringi tari-tarian atau upacara adat.
Salah satu staf pembinaan kepribadian Lapas kelas II A Tenggarong, Rifanda Huda mengaku lapas memiliki program kemandirian untuk kesenian tingkilan. Program ini dilatih oleh Arif Rahman, seorang seniman tingkilan.
“Kami mengikuti kegiatan ini karena di Lapas kelas II A Tenggarong memang ada pembinaan kesenian musik tingkilan untuk WBP yang dilatih oleh Bapak Arif Rahman. Untuk persiapan lomba ini kurang lebih kami satu bulan persiapannya,” kata Rifanda, Senin (19/2/2024).
Rifanda menjelaskan, lapas menurunkan satu kelompok dengan empat orang WBP dan berharap dengan adanya kegiatan ini, WBP tidak lagi dipandang sebelah mata serta memiliki hak yang sama dengan masyarakat umum.
“Alhamdulillah kami mendapat juara dua. Kami ingin menunjukkan eksistensi seorang narapidana yang memiliki bakat dalam bermain musik dan juga memiliki hak yang sama dengan masyarakat umum, sehingga bakat yang mereka salurkan tidak dipandang sebelah mata dengan orang lain,” ujarnya.
Lomba tingkilan ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya lokal dan memberikan kesempatan bagi WBP untuk berkarya.
"Selamat untuk para pemenang dan semoga kesenian tingkilan tetap lestari," bebernya.
(Sf/By)