Seputar Kaltim

    Wawali Bontang Ingatkan Peran Orang Tua Awasi Pergaulan Anak demi Tekan Peredaran Narkoba

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    13 Oktober 2026 pukul 16:11 WITA

    Rapat Sinergi Program Pemangku Kepentingan pada Kawasan Rawan Peredaran Gelap Narkoba. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pengawasan terhadap pergaulan anak menjadi salah satu langkah yang ditekankan Pemerintah Kota Bontang untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua diminta lebih memperhatikan aktivitas anak, termasuk memastikan mereka sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WITA. 

    Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat membuka Rapat Sinergi Program Pemangku Kepentingan pada Kawasan Rawan Peredaran Gelap Narkoba di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Tanjung Laut Indah, Selasa (13/10/2026).

    Agus menilai, pencegahan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Peran keluarga diperlukan untuk mengenali lingkungan pergaulan anak sekaligus membangun komunikasi yang baik di rumah.

    “Orang tua harus mengetahui pergaulan anak-anaknya. Pastikan anak sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WITA sebagai bentuk pengawasan dan perhatian kepada mereka,” ujar Agus Haris.

    Menurutnya, upaya pencegahan juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pengurus RT, kelurahan, dunia usaha, hingga masyarakat.

    Rapat tersebut turut membahas penanganan kawasan rawan peredaran gelap narkoba di Bontang. Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, hadir untuk memaparkan langkah penanganan wilayah yang masuk dalam pemetaan kawasan rawan narkoba.

    Selain pengawasan keluarga, persoalan sosial dan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Agus menilai, peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan narkoba.

    “Penanganan persoalan narkoba harus dilakukan bersama-sama. Pemerintah, keluarga, lingkungan masyarakat dan dunia usaha memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda,” katanya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Wawali Bontang Ingatkan Peran Orang Tua Awasi Pergaulan Anak demi Tekan Peredaran Narkoba

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    13 Oktober 2026 pukul 16:11 WITA

    Rapat Sinergi Program Pemangku Kepentingan pada Kawasan Rawan Peredaran Gelap Narkoba. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pengawasan terhadap pergaulan anak menjadi salah satu langkah yang ditekankan Pemerintah Kota Bontang untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua diminta lebih memperhatikan aktivitas anak, termasuk memastikan mereka sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WITA. 

    Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat membuka Rapat Sinergi Program Pemangku Kepentingan pada Kawasan Rawan Peredaran Gelap Narkoba di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Tanjung Laut Indah, Selasa (13/10/2026).

    Agus menilai, pencegahan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Peran keluarga diperlukan untuk mengenali lingkungan pergaulan anak sekaligus membangun komunikasi yang baik di rumah.

    “Orang tua harus mengetahui pergaulan anak-anaknya. Pastikan anak sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WITA sebagai bentuk pengawasan dan perhatian kepada mereka,” ujar Agus Haris.

    Menurutnya, upaya pencegahan juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, pengurus RT, kelurahan, dunia usaha, hingga masyarakat.

    Rapat tersebut turut membahas penanganan kawasan rawan peredaran gelap narkoba di Bontang. Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, hadir untuk memaparkan langkah penanganan wilayah yang masuk dalam pemetaan kawasan rawan narkoba.

    Selain pengawasan keluarga, persoalan sosial dan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Agus menilai, peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan narkoba.

    “Penanganan persoalan narkoba harus dilakukan bersama-sama. Pemerintah, keluarga, lingkungan masyarakat dan dunia usaha memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda,” katanya.

    (Sf/Lo)