Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Tinjau Proyek Gedung DP3 dan Disdag, Soroti Kendala Utilitas dan Kebersihan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Progres pembangunan gedung baru Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3), serta Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan fisik yang sedang berjalan.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan gedung Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) serta Dinas Perdagangan (Disdag), Senin (19/5/2025).

    “Proyek pembangunan yang telah berjalan sejak Februari 2025 itu kini memasuki bulan ketiga pelaksanaan,” ujar Bagus kepada awak media.

    Lanjutnya, berdasarkan laporan Manajemen Konstruksi (MK), progres pekerjaan tercatat mencapai 15,12 persen, melebihi rencana awal sebesar 12,86 persen. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp43,6 miliar.

    Meski progres cukup baik, Bagus menyoroti beberapa potensi kendala di lapangan, khususnya terkait utilitas.

    "Kalau struktur hanya naik 2 persen lagi, dikhawatirkan akan berdampak pada keterlambatan pekerjaan finishing arsitektur," ujarnya.

    Ia mengungkapkan, ada dua hambatan utama di lapangan, yaitu keberadaan trafo dan kabel telepon yang belum dipindahkan. Untuk itu, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memfasilitasi koordinasi dengan PLN dan Telkom agar utilitas tersebut bisa dipindahkan secepatnya.

    “Hal ini penting agar tidak mengganggu mobilitas maupun kelancaran pekerjaan konstruksi,” imbuhnya.

    Selain itu, Bagus juga menyoroti kebersihan lingkungan proyek yang dinilainya masih sangat kurang. Ia meminta MK sebagai pengawas konstruksi untuk memberikan pembinaan kepada kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar menjaga kebersihan area kerja.

    “Pekerjaan pembangunan ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025 sebagai proyek tahun tunggal (single year),” paparnya.

    Saat ditanya apakah target waktu tersebut realistis, dirinya menyatakan harapannya agar progres pembangunan bisa meningkat lebih signifikan dalam waktu dekat.

    “Harapan kami, dengan kunjungan ini bisa menjadi catatan dan masukan agar mereka bisa melakukan perbaikan ke depan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Tinjau Proyek Gedung DP3 dan Disdag, Soroti Kendala Utilitas dan Kebersihan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Progres pembangunan gedung baru Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (DP3), serta Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek pembangunan fisik yang sedang berjalan.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan gedung Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) serta Dinas Perdagangan (Disdag), Senin (19/5/2025).

    “Proyek pembangunan yang telah berjalan sejak Februari 2025 itu kini memasuki bulan ketiga pelaksanaan,” ujar Bagus kepada awak media.

    Lanjutnya, berdasarkan laporan Manajemen Konstruksi (MK), progres pekerjaan tercatat mencapai 15,12 persen, melebihi rencana awal sebesar 12,86 persen. Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp43,6 miliar.

    Meski progres cukup baik, Bagus menyoroti beberapa potensi kendala di lapangan, khususnya terkait utilitas.

    "Kalau struktur hanya naik 2 persen lagi, dikhawatirkan akan berdampak pada keterlambatan pekerjaan finishing arsitektur," ujarnya.

    Ia mengungkapkan, ada dua hambatan utama di lapangan, yaitu keberadaan trafo dan kabel telepon yang belum dipindahkan. Untuk itu, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera memfasilitasi koordinasi dengan PLN dan Telkom agar utilitas tersebut bisa dipindahkan secepatnya.

    “Hal ini penting agar tidak mengganggu mobilitas maupun kelancaran pekerjaan konstruksi,” imbuhnya.

    Selain itu, Bagus juga menyoroti kebersihan lingkungan proyek yang dinilainya masih sangat kurang. Ia meminta MK sebagai pengawas konstruksi untuk memberikan pembinaan kepada kontraktor dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar menjaga kebersihan area kerja.

    “Pekerjaan pembangunan ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025 sebagai proyek tahun tunggal (single year),” paparnya.

    Saat ditanya apakah target waktu tersebut realistis, dirinya menyatakan harapannya agar progres pembangunan bisa meningkat lebih signifikan dalam waktu dekat.

    “Harapan kami, dengan kunjungan ini bisa menjadi catatan dan masukan agar mereka bisa melakukan perbaikan ke depan,” tutupnya.

    (Sf/Rs)