Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Tinjau Proyek Drainase Ahmad Yani, Soroti Keterlambatan dan Kualitas Pekerjaan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat meninjau proyek drainase di kawasan Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo meninjau proyek pekerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah, Selasa (23/9/2025). Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

    Bagus menyebutkan, peninjauan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, khususnya untuk mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan serta rendahnya penyerapan anggaran.

     

    “Peninjauan ini untuk mencari solusi jika ada hambatan dalam pelaksanaan proyek, terutama terkait keterlambatan atau penyerapan keuangan,” ucap Bagus kepada awak media.

    Dalam tinjauan tersebut, Bagus menyoroti koordinasi antar unsur pelaksana proyek yang dinilai belum optimal. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan proyek melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA), konsultan pengawas, hingga kontraktor sebagai penyedia jasa.

    “Mereka harus punya acuan yang sama, mulai dari spesifikasi pekerjaan hingga urutan pelaksanaan. Karena setiap pekerjaan punya jadwal yang harus diawasi secara ketat hingga tuntas,” tegasnya.

    Wawali juga mengkritisi sejumlah pekerjaan yang dinilainya terlambat, padahal menurutnya pekerjaan tersebut tergolong sederhana. Salah satu temuan di lapangan adalah ketidaksesuaian hasil pengecoran dengan desain awal, seperti ketinggian kanstin (pembatas trotoar) yang seharusnya muncul 25 cm, namun hanya terlihat 10 cm akibat kesalahan pengecoran. Ia menegaskan bagian tersebut harus dibongkar dan dikerjakan ulang.

    “Kalau seperti ini terus, hasilnya tidak akan sesuai harapan. Kami ingin trotoar ini bagus, sesuai desain, dan aman untuk masyarakat,” akunya.

    Ia juga menyoroti jumlah tenaga kerja yang dinilai terlalu sedikit. Saat ini, hanya terdapat 27 pekerja di lapangan, padahal menurutnya untuk mengejar target penyelesaian dalam tiga bulan ke depan, dibutuhkan setidaknya 100 hingga 200 pekerja.

    “Kalau jumlah pekerja tidak ditambah, saya yakin pekerjaan ini tidak akan selesai tepat waktu,” paparnya.

    Bagus menyatakan pihaknya tidak ingin langsung memberikan sanksi kepada kontraktor. Sebaliknya, pemerintah hadir untuk membina agar proyek dapat diselesaikan dengan baik.

    “Kalau masih bisa diperbaiki, silakan perbaiki dulu. Saya tidak mau buru-buru mengambil keputusan yang justru menambah masalah,” terangnya.

    Dirinya juga menekankan pentingnya mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dan berharap semua pihak terkait bisa bekerja lebih kompak.

    Pemkot Balikpapan sendiri akan terus memantau proyek ini selama tiga hari ke depan. Hal ini penting, mengingat progres penyerapan anggaran daerah saat ini juga tengah diawasi secara ketat oleh Kementerian Keuangan.

    “Semoga dalam sisa waktu tahun ini, kita bisa menyelesaikan seluruh kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBD 2025,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Tinjau Proyek Drainase Ahmad Yani, Soroti Keterlambatan dan Kualitas Pekerjaan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat meninjau proyek drainase di kawasan Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo meninjau proyek pekerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah, Selasa (23/9/2025). Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

    Bagus menyebutkan, peninjauan dilakukan sebagai bagian dari pengawasan terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, khususnya untuk mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan serta rendahnya penyerapan anggaran.

     

    “Peninjauan ini untuk mencari solusi jika ada hambatan dalam pelaksanaan proyek, terutama terkait keterlambatan atau penyerapan keuangan,” ucap Bagus kepada awak media.

    Dalam tinjauan tersebut, Bagus menyoroti koordinasi antar unsur pelaksana proyek yang dinilai belum optimal. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan proyek melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA), konsultan pengawas, hingga kontraktor sebagai penyedia jasa.

    “Mereka harus punya acuan yang sama, mulai dari spesifikasi pekerjaan hingga urutan pelaksanaan. Karena setiap pekerjaan punya jadwal yang harus diawasi secara ketat hingga tuntas,” tegasnya.

    Wawali juga mengkritisi sejumlah pekerjaan yang dinilainya terlambat, padahal menurutnya pekerjaan tersebut tergolong sederhana. Salah satu temuan di lapangan adalah ketidaksesuaian hasil pengecoran dengan desain awal, seperti ketinggian kanstin (pembatas trotoar) yang seharusnya muncul 25 cm, namun hanya terlihat 10 cm akibat kesalahan pengecoran. Ia menegaskan bagian tersebut harus dibongkar dan dikerjakan ulang.

    “Kalau seperti ini terus, hasilnya tidak akan sesuai harapan. Kami ingin trotoar ini bagus, sesuai desain, dan aman untuk masyarakat,” akunya.

    Ia juga menyoroti jumlah tenaga kerja yang dinilai terlalu sedikit. Saat ini, hanya terdapat 27 pekerja di lapangan, padahal menurutnya untuk mengejar target penyelesaian dalam tiga bulan ke depan, dibutuhkan setidaknya 100 hingga 200 pekerja.

    “Kalau jumlah pekerja tidak ditambah, saya yakin pekerjaan ini tidak akan selesai tepat waktu,” paparnya.

    Bagus menyatakan pihaknya tidak ingin langsung memberikan sanksi kepada kontraktor. Sebaliknya, pemerintah hadir untuk membina agar proyek dapat diselesaikan dengan baik.

    “Kalau masih bisa diperbaiki, silakan perbaiki dulu. Saya tidak mau buru-buru mengambil keputusan yang justru menambah masalah,” terangnya.

    Dirinya juga menekankan pentingnya mengikuti spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dan berharap semua pihak terkait bisa bekerja lebih kompak.

    Pemkot Balikpapan sendiri akan terus memantau proyek ini selama tiga hari ke depan. Hal ini penting, mengingat progres penyerapan anggaran daerah saat ini juga tengah diawasi secara ketat oleh Kementerian Keuangan.

    “Semoga dalam sisa waktu tahun ini, kita bisa menyelesaikan seluruh kegiatan yang telah dianggarkan dalam APBD 2025,” tutupnya.

    (Sf/Rs)