Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Temui Menteri PUPR, Usulkan Penanganan Banjir dan Air Bersih

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo (tengah) sampaikan beberapa usulan pada Menteri PUPR Dody Hanggoro (kiri). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas upaya penanganan banjir dan peningkatan pelayanan air bersih di kota Balikpapan.

    Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dan diterima oleh Menteri PUPR Dody Hanggoro. Selain Balikpapan, kepala daerah dari Samarinda dan Penajam Paser Utara (PPU) juga ikut dalam pertemuan tersebut.

    Pertemuan ini difasilitasi oleh Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, yang merupakan anggota DPR RI terpilih dari daerah pemilihan Kaltim. Budisatrio mengambil inisiatif karena saat ini tidak ada satu pun dari 10 anggota DPR RI asal Kaltim yang duduk di Komisi V, komisi yang menjadi mitra kerja Kementerian PUPR.

    “Mas Budi memfasilitasi pertemuan ini karena tidak ada perwakilan Kaltim di Komisi V. Ini bentuk perhatian beliau, dan kami sangat mengapresiasi,” ucap Bagus Susetyo kepada media, Jumat (10/10/2025).

    Menurut Bagus, Pemkot Balikpapan telah menjalin komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait penanganan banjir dan peningkatan pasokan air bersih. Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan sistem intake Mahakam dan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) regional, yang akan menyalurkan air dari Sungai Mahakam ke Semoi-Sepaku, lalu ke Manggar.

    “Kami targetkan tambahan pasokan air 1.000 liter per detik bisa tercapai dalam periode ini. Ini bagian dari janji kami bersama wali kota untuk mengatasi banjir dan kekurangan air bersih,” jelasnya.

    Selain soal infrastruktur air, pertemuan tersebut juga membahas program Kampung Air atau kawasan nelayan yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    Dalam program ini, pemerintah daerah diminta menyusun proposal untuk mendapat bantuan pembangunan kampung nelayan yang tertata, sehat, dan layak huni.

    “Proposal sedang kami siapkan, targetnya dua minggu ke depan. Pemerintah pusat berencana membangun 100 kampung air di seluruh Indonesia pada tahun 2026,” imbuhnya.

    Untuk Balikpapan, lokasi kampung air masih dalam tahap kajian. Dua wilayah yang menjadi opsi adalah Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat, karena keduanya berbatasan langsung dengan laut. Penentuan lokasi akan dikoordinasikan dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3).

    “Kami ingin kawasan pesisir ini tidak hanya tertata rapi, tapi juga menjadi ikon wisata baru berbasis budaya maritim,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Temui Menteri PUPR, Usulkan Penanganan Banjir dan Air Bersih

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo (tengah) sampaikan beberapa usulan pada Menteri PUPR Dody Hanggoro (kiri). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas upaya penanganan banjir dan peningkatan pelayanan air bersih di kota Balikpapan.

    Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dan diterima oleh Menteri PUPR Dody Hanggoro. Selain Balikpapan, kepala daerah dari Samarinda dan Penajam Paser Utara (PPU) juga ikut dalam pertemuan tersebut.

    Pertemuan ini difasilitasi oleh Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, yang merupakan anggota DPR RI terpilih dari daerah pemilihan Kaltim. Budisatrio mengambil inisiatif karena saat ini tidak ada satu pun dari 10 anggota DPR RI asal Kaltim yang duduk di Komisi V, komisi yang menjadi mitra kerja Kementerian PUPR.

    “Mas Budi memfasilitasi pertemuan ini karena tidak ada perwakilan Kaltim di Komisi V. Ini bentuk perhatian beliau, dan kami sangat mengapresiasi,” ucap Bagus Susetyo kepada media, Jumat (10/10/2025).

    Menurut Bagus, Pemkot Balikpapan telah menjalin komunikasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) terkait penanganan banjir dan peningkatan pasokan air bersih. Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan sistem intake Mahakam dan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) regional, yang akan menyalurkan air dari Sungai Mahakam ke Semoi-Sepaku, lalu ke Manggar.

    “Kami targetkan tambahan pasokan air 1.000 liter per detik bisa tercapai dalam periode ini. Ini bagian dari janji kami bersama wali kota untuk mengatasi banjir dan kekurangan air bersih,” jelasnya.

    Selain soal infrastruktur air, pertemuan tersebut juga membahas program Kampung Air atau kawasan nelayan yang diinisiasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

    Dalam program ini, pemerintah daerah diminta menyusun proposal untuk mendapat bantuan pembangunan kampung nelayan yang tertata, sehat, dan layak huni.

    “Proposal sedang kami siapkan, targetnya dua minggu ke depan. Pemerintah pusat berencana membangun 100 kampung air di seluruh Indonesia pada tahun 2026,” imbuhnya.

    Untuk Balikpapan, lokasi kampung air masih dalam tahap kajian. Dua wilayah yang menjadi opsi adalah Balikpapan Timur dan Balikpapan Barat, karena keduanya berbatasan langsung dengan laut. Penentuan lokasi akan dikoordinasikan dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3).

    “Kami ingin kawasan pesisir ini tidak hanya tertata rapi, tapi juga menjadi ikon wisata baru berbasis budaya maritim,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)