Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Tekankan Peran Paguyuban dalam Menjaga Kerukunan dan Kebersihan Lingkungan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    25 Oktober 2026 pukul 17:36 WITA

    Paguyuban dinilai menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, serta menjaga persatuan antar paguyuban di Kota Balikpapan. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengapresiasi kegiatan kebersamaan yang rutin dilaksanakan Paguyuban Jawa Timur di Kota Balikpapan. Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, serta menjaga persatuan antarpaguyuban di Kota Balikpapan.

    Bagus mengatakan, kegiatan yang mempertemukan warga dalam satu wadah paguyuban memiliki nilai positif dalam membangun kebersamaan dan meningkatkan rasa saling mengenal di tengah keberagaman masyarakat.

    “Saya mengapresiasi kegiatan kebersamaan ini yang rutin dilaksanakan. Tentunya, kegiatan ini dapat menguatkan silaturahmi, mempererat persaudaraan dan menjaga agar saling mengenal,” ucap Bagus saat ditemui media, Minggu (25/10/2026).

    Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antaranggota Paguyuban Jawa Timur, tetapi juga mendorong terciptanya persatuan seluruh paguyuban yang ada di Kota Balikpapan.

    Menurut Bagus, terdapat 131 paguyuban di Kota Balikpapan, termasuk keluarga besar Jawa Timur yang turut menjadi bagian dari keberagaman masyarakat di kota tersebut.

    “Selain menjaga kerukunan, saya juga mengajak seluruh paguyuban untuk berperan aktif mendukung program pemerintah,” lanjutnya.

    Dia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan maupun membakar sampah. Warga juga diharapkan terus membudayakan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

    “Menjaga lingkungan, gotong royong, kebersihan, dan kesehatan harus tetap menjadi hal utama. Dengan begitu, Kota Balikpapan bisa menjadi kota yang baik, maju, bersih, serta tetap kondusif,” katanya.

    Bagus menilai, keterlibatan paguyuban sangat penting karena memiliki jaringan warga yang dapat membantu menyampaikan informasi dan menyosialisasikan program pemerintah hingga ke lingkungan masyarakat.

    Selain menjadi sarana mempererat persaudaraan, kegiatan paguyuban juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, untuk menyampaikan aspirasi serta membahas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

    Bagus menegaskan, pihaknya terbuka terhadap berbagai pertanyaan maupun masukan dari masyarakat. Ia mempersilakan warga menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dan kondisi di Kota Balikpapan.

    “Kami tidak membatasi mereka mau bertanya apa saja. Insyaallah, saya bisa menjawab. Kalaupun belum bisa dijawab saat itu, nanti akan saya sampaikan pada kesempatan lain,” ungkapnya.

    Dia menjelaskan, kehadirannya dalam kegiatan kemasyarakatan juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan program-program pemerintah, agar dapat dipahami oleh masyarakat secara lebih luas.

    Di sisi lain, pemerintah juga dapat mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dirasakan warga.

    “Sehingga aspirasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program dan langkah tindak lanjut,” sambungnya.

    Bagus berharap, komunikasi yang terjalin antara pemerintah dan paguyuban dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan ditindaklanjuti secara terarah.

    “Harapannya, mudah-mudahan bisa terprogram dengan baik,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Tekankan Peran Paguyuban dalam Menjaga Kerukunan dan Kebersihan Lingkungan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    25 Oktober 2026 pukul 17:36 WITA

    Paguyuban dinilai menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, serta menjaga persatuan antar paguyuban di Kota Balikpapan. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengapresiasi kegiatan kebersamaan yang rutin dilaksanakan Paguyuban Jawa Timur di Kota Balikpapan. Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, serta menjaga persatuan antarpaguyuban di Kota Balikpapan.

    Bagus mengatakan, kegiatan yang mempertemukan warga dalam satu wadah paguyuban memiliki nilai positif dalam membangun kebersamaan dan meningkatkan rasa saling mengenal di tengah keberagaman masyarakat.

    “Saya mengapresiasi kegiatan kebersamaan ini yang rutin dilaksanakan. Tentunya, kegiatan ini dapat menguatkan silaturahmi, mempererat persaudaraan dan menjaga agar saling mengenal,” ucap Bagus saat ditemui media, Minggu (25/10/2026).

    Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antaranggota Paguyuban Jawa Timur, tetapi juga mendorong terciptanya persatuan seluruh paguyuban yang ada di Kota Balikpapan.

    Menurut Bagus, terdapat 131 paguyuban di Kota Balikpapan, termasuk keluarga besar Jawa Timur yang turut menjadi bagian dari keberagaman masyarakat di kota tersebut.

    “Selain menjaga kerukunan, saya juga mengajak seluruh paguyuban untuk berperan aktif mendukung program pemerintah,” lanjutnya.

    Dia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan maupun membakar sampah. Warga juga diharapkan terus membudayakan gotong royong dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

    “Menjaga lingkungan, gotong royong, kebersihan, dan kesehatan harus tetap menjadi hal utama. Dengan begitu, Kota Balikpapan bisa menjadi kota yang baik, maju, bersih, serta tetap kondusif,” katanya.

    Bagus menilai, keterlibatan paguyuban sangat penting karena memiliki jaringan warga yang dapat membantu menyampaikan informasi dan menyosialisasikan program pemerintah hingga ke lingkungan masyarakat.

    Selain menjadi sarana mempererat persaudaraan, kegiatan paguyuban juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, untuk menyampaikan aspirasi serta membahas berbagai persoalan yang dihadapi warga.

    Bagus menegaskan, pihaknya terbuka terhadap berbagai pertanyaan maupun masukan dari masyarakat. Ia mempersilakan warga menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan dan kondisi di Kota Balikpapan.

    “Kami tidak membatasi mereka mau bertanya apa saja. Insyaallah, saya bisa menjawab. Kalaupun belum bisa dijawab saat itu, nanti akan saya sampaikan pada kesempatan lain,” ungkapnya.

    Dia menjelaskan, kehadirannya dalam kegiatan kemasyarakatan juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan program-program pemerintah, agar dapat dipahami oleh masyarakat secara lebih luas.

    Di sisi lain, pemerintah juga dapat mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dirasakan warga.

    “Sehingga aspirasi tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan program dan langkah tindak lanjut,” sambungnya.

    Bagus berharap, komunikasi yang terjalin antara pemerintah dan paguyuban dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan ditindaklanjuti secara terarah.

    “Harapannya, mudah-mudahan bisa terprogram dengan baik,” tutupnya.

    (Sf/Rs)