Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Minta Proyek Rujab Dipercepat, Tekankan Kualitas dan K3

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    07 Juli 2026 pukul 14:36 WITA

    Proyek pembangunan rumah jabatan wakil wali kota diharapkan selesai tepat waktu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo meninjau sejumlah proyek pembangunan yang dibiayai Pemerintah Kota Balikpapan, Selasa (7/7/2026). 

    Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah proyek pembangunan Rumah Jabatan Wawali Kota yang saat ini mulai memasuki tahap pekerjaan struktur.

    Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Putra Jaya Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp12.611.222.301,06 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan tahun 2026. Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 176 hari kalender.

    Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan sejumlah catatan kepada kontraktor pelaksana agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan penyelesaian proyek dapat dilakukan sesuai target.

    Ia meminta area proyek ditata lebih rapi dengan membersihkan puing-puing bangunan, memindahkan material yang tidak diperlukan, serta meratakan timbunan tanah agar aktivitas konstruksi menjadi lebih efektif.

    “Set instalasinya harus dibuat lebih baik. Bekas puing sudah mulai dibongkar dan dipindahkan. Timbunan-timbunan yang tidak diperlukan juga diratakan supaya pekerjaan lebih nyaman dan lebih mudah dilakukan,” ucap Bagus usai meninjau.

    Selain penataan lokasi, Bagus juga meminta agar area fabrikasi besi dibuat lebih layak, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pekerja.

    Menurutnya, waktu pelaksanaan proyek cukup terbatas. Dari total masa kerja sekitar 5,5 bulan, satu bulan di antaranya telah berjalan sehingga tersisa sekitar 4,5 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan.

    Karena itu, dia menekankan agar pekerjaan struktur seperti pondasi, kolom dan balok dapat dipercepat. Kata dia, tahapan arsitektur atau pekerjaan finishing biasanya membutuhkan waktu lebih lama, sehingga progres struktur harus lebih dahulu dikejar.

    “Saya minta tenaga kerjanya ditambah. Penataan lokasi juga harus lebih baik supaya pekerjaan bisa berjalan lebih cepat dan efisien,” katanya.

    Wawali juga mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum, konsultan pengawas, serta kontraktor agar disiplin menerapkan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sementara setiap orang yang tidak berkepentingan dan memasuki area proyek harus melapor terlebih dahulu.

    Kemudian, kedisiplinan sejak awal akan berpengaruh terhadap kualitas hasil pekerjaan maupun ketepatan waktu penyelesaian proyek.

    “Saya yakin kalau pekerjaan dari awal sudah teliti dan lokasi kerjanya bersih, insyaallah hasilnya akan lebih baik dan target penyelesaiannya bisa tercapai tepat waktu,” tambahnya.

    Saat ditanya mengenai keyakinannya proyek tersebut dapat selesai sesuai jadwal, Bagus mengaku optimistis, namun tetap akan melakukan pengawasan secara berkala.

    Ia juga mengingatkan kontraktor agar mengantisipasi kendala cuaca, khususnya saat hujan, sehingga tidak menghambat progres pembangunan.

    “Jangan sampai hujan menghentikan pekerjaan. Karena masih banyak timbunan tanah, akses kerja maupun jalan masuk ke lokasi harus dipersiapkan dengan baik. Harapannya, satu jam setelah hujan reda pekerjaan sudah bisa berjalan kembali,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Minta Proyek Rujab Dipercepat, Tekankan Kualitas dan K3

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    07 Juli 2026 pukul 14:36 WITA

    Proyek pembangunan rumah jabatan wakil wali kota diharapkan selesai tepat waktu. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo meninjau sejumlah proyek pembangunan yang dibiayai Pemerintah Kota Balikpapan, Selasa (7/7/2026). 

    Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah proyek pembangunan Rumah Jabatan Wawali Kota yang saat ini mulai memasuki tahap pekerjaan struktur.

    Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Putra Jaya Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp12.611.222.301,06 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan tahun 2026. Pembangunan ditargetkan rampung dalam waktu 176 hari kalender.

    Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan sejumlah catatan kepada kontraktor pelaksana agar kualitas pekerjaan tetap terjaga dan penyelesaian proyek dapat dilakukan sesuai target.

    Ia meminta area proyek ditata lebih rapi dengan membersihkan puing-puing bangunan, memindahkan material yang tidak diperlukan, serta meratakan timbunan tanah agar aktivitas konstruksi menjadi lebih efektif.

    “Set instalasinya harus dibuat lebih baik. Bekas puing sudah mulai dibongkar dan dipindahkan. Timbunan-timbunan yang tidak diperlukan juga diratakan supaya pekerjaan lebih nyaman dan lebih mudah dilakukan,” ucap Bagus usai meninjau.

    Selain penataan lokasi, Bagus juga meminta agar area fabrikasi besi dibuat lebih layak, sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pekerja.

    Menurutnya, waktu pelaksanaan proyek cukup terbatas. Dari total masa kerja sekitar 5,5 bulan, satu bulan di antaranya telah berjalan sehingga tersisa sekitar 4,5 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan.

    Karena itu, dia menekankan agar pekerjaan struktur seperti pondasi, kolom dan balok dapat dipercepat. Kata dia, tahapan arsitektur atau pekerjaan finishing biasanya membutuhkan waktu lebih lama, sehingga progres struktur harus lebih dahulu dikejar.

    “Saya minta tenaga kerjanya ditambah. Penataan lokasi juga harus lebih baik supaya pekerjaan bisa berjalan lebih cepat dan efisien,” katanya.

    Wawali juga mengingatkan Dinas Pekerjaan Umum, konsultan pengawas, serta kontraktor agar disiplin menerapkan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Seluruh pekerja diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), sementara setiap orang yang tidak berkepentingan dan memasuki area proyek harus melapor terlebih dahulu.

    Kemudian, kedisiplinan sejak awal akan berpengaruh terhadap kualitas hasil pekerjaan maupun ketepatan waktu penyelesaian proyek.

    “Saya yakin kalau pekerjaan dari awal sudah teliti dan lokasi kerjanya bersih, insyaallah hasilnya akan lebih baik dan target penyelesaiannya bisa tercapai tepat waktu,” tambahnya.

    Saat ditanya mengenai keyakinannya proyek tersebut dapat selesai sesuai jadwal, Bagus mengaku optimistis, namun tetap akan melakukan pengawasan secara berkala.

    Ia juga mengingatkan kontraktor agar mengantisipasi kendala cuaca, khususnya saat hujan, sehingga tidak menghambat progres pembangunan.

    “Jangan sampai hujan menghentikan pekerjaan. Karena masih banyak timbunan tanah, akses kerja maupun jalan masuk ke lokasi harus dipersiapkan dengan baik. Harapannya, satu jam setelah hujan reda pekerjaan sudah bisa berjalan kembali,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)