Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Pemerintah Kota Balikpapan sikapi dampak banjir yang dialami warga akibat pematangan lahan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyoroti keluhan warga terkait banjir yang diduga muncul akibat aktivitas pematangan lahan oleh kantor Bizhub Kariangau di Balikpapan Utara.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meminta perusahaan segera mengecek kondisi lapangan dan menangani dampak yang muncul.
“Sebagian air dari area pematangan lahan mengalir ke permukiman warga,” ucap Bagus kepada media, Rabu (26/11/2025).
Ia menilai, Bizhub perlu mempercepat pembangunan fasilitas pengendali banjir meski proses set plan masih berjalan.
“Kalau titik koordinat bangunan pengendali banjirnya sudah jelas, sebaiknya langsung dikerjakan. Tidak perlu menunggu set plan selesai,” lanjutnya.
Ia juga meminta DPPR dan OPD terkait mempercepat persetujuan set plan, sementara lurah diminta ikut memantau kegiatan di lapangan. Bizhub disebut berencana menurunkan alat berat dalam tiga hari ke depan, dan pemerintah meminta agar dibuat pembatas saluran antara lokasi proyek dan permukiman untuk mencegah limpasan air.
Selain itu, Wawali mengingatkan perusahaan agar kejadian banjir beberapa minggu lalu tidak terulang.
“Kami juga meminta kolam retensi yang sedang dibangun nantinya diberi pagar pengaman agar anak-anak tidak bermain di area tersebut dan untuk meminimalkan risiko banjir,” paparnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Pemerintah Kota Balikpapan sikapi dampak banjir yang dialami warga akibat pematangan lahan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menyoroti keluhan warga terkait banjir yang diduga muncul akibat aktivitas pematangan lahan oleh kantor Bizhub Kariangau di Balikpapan Utara.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, meminta perusahaan segera mengecek kondisi lapangan dan menangani dampak yang muncul.
“Sebagian air dari area pematangan lahan mengalir ke permukiman warga,” ucap Bagus kepada media, Rabu (26/11/2025).
Ia menilai, Bizhub perlu mempercepat pembangunan fasilitas pengendali banjir meski proses set plan masih berjalan.
“Kalau titik koordinat bangunan pengendali banjirnya sudah jelas, sebaiknya langsung dikerjakan. Tidak perlu menunggu set plan selesai,” lanjutnya.
Ia juga meminta DPPR dan OPD terkait mempercepat persetujuan set plan, sementara lurah diminta ikut memantau kegiatan di lapangan. Bizhub disebut berencana menurunkan alat berat dalam tiga hari ke depan, dan pemerintah meminta agar dibuat pembatas saluran antara lokasi proyek dan permukiman untuk mencegah limpasan air.
Selain itu, Wawali mengingatkan perusahaan agar kejadian banjir beberapa minggu lalu tidak terulang.
“Kami juga meminta kolam retensi yang sedang dibangun nantinya diberi pagar pengaman agar anak-anak tidak bermain di area tersebut dan untuk meminimalkan risiko banjir,” paparnya.
(Sf/Rs)