Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui upacara HUT ke-81 Republik Indonesia. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengantisipasi dampak fenomena El Nino, yang berpotensi memicu cuaca lebih kering dan meningkatkan risiko kebakaran lahan serta kesulitan air bersih.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, potensi dampak El Nino sebenarnya telah diingatkan sejak tiga bulan lalu. Kondisi tersebut kini mulai dirasakan, meski pemerintah masih berharap hujan tetap turun dalam beberapa waktu ke depan.
“Saya sudah ngomong tiga bulan yang lalu terkait El Nino ini dan sekarang sudah kejadian. Mudah-mudahan dalam satu minggu tetap masih hujan,” harap Bagus kepada media, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca kering perlu diantisipasi bersama, terutama karena dapat meningkatkan potensi kebakaran di kawasan yang memiliki vegetasi atau lahan terbuka.
Bagus meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan.
“Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan wilayah utara Balikpapan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung munculnya asap di sekitar kawasan pinggir tol yang menjadi salah satu perhatian dalam kondisi cuaca kering.
“Jangan membakar sampah, jangan membuang puntung rokok di sembarang tempat, terutama di daerah hutan,” ujarnya.
Selain ancaman kebakaran, pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih, apabila kondisi kering berlangsung lebih lama.
Bagus mengatakan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air dapat segera melapor kepada Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Pemerintah berharap distribusi air melalui mobil tangki atau dropping truck dapat dilakukan apabila dibutuhkan.
“Kalau misalnya kesulitan air, lapor ke PTMB, nanti mungkin akan ada dropping truck,” katanya.
Dia menambahkan, PTMB diharapkan telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga selama periode cuaca kering.
Di sisi lain, pemerintah juga meminta jajaran camat, lurah hingga RT untuk terus menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Warga diingatkan menjaga lingkungan dan memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman ketika meninggalkan rumah.
Menurutnya, antisipasi dampak El Nino tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kewaspadaan masyarakat juga diperlukan agar risiko kebakaran dan persoalan ketersediaan air dapat ditekan.
“Jadi ini sudah kami antisipasi dan pihak PTMB juga mestinya sudah mempunyai mitigasi-mitigasi, jangan sampai masyarakat merasa kesulitan dan akhirnya tidak mendapatkan air untuk rumah tangga,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui upacara HUT ke-81 Republik Indonesia. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai mengantisipasi dampak fenomena El Nino, yang berpotensi memicu cuaca lebih kering dan meningkatkan risiko kebakaran lahan serta kesulitan air bersih.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, potensi dampak El Nino sebenarnya telah diingatkan sejak tiga bulan lalu. Kondisi tersebut kini mulai dirasakan, meski pemerintah masih berharap hujan tetap turun dalam beberapa waktu ke depan.
“Saya sudah ngomong tiga bulan yang lalu terkait El Nino ini dan sekarang sudah kejadian. Mudah-mudahan dalam satu minggu tetap masih hujan,” harap Bagus kepada media, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca kering perlu diantisipasi bersama, terutama karena dapat meningkatkan potensi kebakaran di kawasan yang memiliki vegetasi atau lahan terbuka.
Bagus meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan.
“Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan wilayah utara Balikpapan,” jelasnya.
Ia juga menyinggung munculnya asap di sekitar kawasan pinggir tol yang menjadi salah satu perhatian dalam kondisi cuaca kering.
“Jangan membakar sampah, jangan membuang puntung rokok di sembarang tempat, terutama di daerah hutan,” ujarnya.
Selain ancaman kebakaran, pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air bersih, apabila kondisi kering berlangsung lebih lama.
Bagus mengatakan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air dapat segera melapor kepada Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Pemerintah berharap distribusi air melalui mobil tangki atau dropping truck dapat dilakukan apabila dibutuhkan.
“Kalau misalnya kesulitan air, lapor ke PTMB, nanti mungkin akan ada dropping truck,” katanya.
Dia menambahkan, PTMB diharapkan telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga selama periode cuaca kering.
Di sisi lain, pemerintah juga meminta jajaran camat, lurah hingga RT untuk terus menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Warga diingatkan menjaga lingkungan dan memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman ketika meninggalkan rumah.
Menurutnya, antisipasi dampak El Nino tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kewaspadaan masyarakat juga diperlukan agar risiko kebakaran dan persoalan ketersediaan air dapat ditekan.
“Jadi ini sudah kami antisipasi dan pihak PTMB juga mestinya sudah mempunyai mitigasi-mitigasi, jangan sampai masyarakat merasa kesulitan dan akhirnya tidak mendapatkan air untuk rumah tangga,” pungkasnya.
(Sf/Lo)