Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo evaluasi beberapa catatan perbaikan jalan, salah satunya penyempitan jalan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo meninjau hasil pembangunan Jalan Usaha Tani Traktor VI RT 10, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur (Baltim), Selasa (28/7/2026).
Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi pemerintah, mulai dari penyempitan badan jalan akibat persoalan lahan hingga belum tersedianya saluran drainase.
Jalan usaha tani sepanjang 300 meter tersebut telah selesai dibangun dengan konstruksi beton menggunakan anggaran sekitar Rp2 miliar.
“Infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas petani, terutama dalam mengangkut bibit, pupuk dan hasil panen,” ucqp Bagus kepada awak media
Namun, Bagus menilai masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan agar manfaat jalan tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Salah satu temuan di lapangan adalah adanya penyempitan badan jalan pada salah satu titik. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian lahan milik warga belum dapat dibebaskan, sehingga lebar jalan tidak sesuai dengan perencanaan.
“Kami melihat ada sebagian badan jalan yang mengecil karena ada tanah milik masyarakat yang belum bersedia dibebaskan atau diserahkan. Ini akan kami sampaikan kepada lurah dan camat agar dilakukan sosialisasi serta pendekatan kepada warga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan jalan usaha tani bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah, melainkan demi mendukung aktivitas masyarakat, khususnya para petani di kawasan Teritip.
“Jalan ini bukan kepentingan pemerintah kota, tetapi untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, persoalan lahan sebaiknya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik agar tidak menghambat pembangunan ke depan,” katanya.
Selain persoalan lahan, Wawali juga menyoroti tidak adanya saluran drainase di sepanjang jalan yang baru dibangun. Menurutnya, keberadaan drainase penting untuk mengalirkan air hujan sehingga tidak menggenangi badan jalan maupun permukiman di sekitarnya.
“Saya melihat jalan ini belum dilengkapi saluran. Ini menjadi evaluasi bagi dinas terkait agar pembangunan berikutnya tidak hanya membangun badan jalan, tetapi juga drainasenya. Dengan begitu, air hujan dapat diarahkan dengan baik dan tidak menimbulkan genangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum mempertimbangkan kembali penggunaan konstruksi beton pada pembangunan jalan usaha tani.
Kata dia, penggunaan jenis konstruksi yang lebih sederhana dapat membuat anggaran pembangunan lebih efisien, sehingga panjang jalan yang dibangun dapat ditingkatkan.
“Menurut saya, karakteristik kendaraan yang melintas di kawasan pertanian tidak membutuhkan konstruksi jalan dengan spesifikasi tinggi seperti di kawasan perkotaan,” sebutnya.
Lanjutnya, jalan ini menggunakan beton setebal sekitar 20 Cm, padahal kendaraan yang melintas umumnya hanya mobil kecil dan kendaraan operasional pertanian.
“Saya menyarankan agar ke depan dipertimbangkan penggunaan lapis penetrasi atau hotmix, sehingga anggaran yang ada bisa dimanfaatkan untuk membangun jalan yang lebih panjang,” terangnya.
Meski demikian, ditegaskan, usulan tersebut hanya sebagai masukan yang akan dikaji lebih lanjut sesuai kebutuhan teknis di lapangan.
Pembangunan Jalan Usaha Tani Traktor IV RT 10 kini telah rampung 100 persen dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Balikpapan. Meski pekerjaan fisik telah selesai lebih cepat dari jadwal, kontraktor masih memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan selama enam bulan hingga 30 Desember 2026.
“Secara pekerjaan sudah selesai lebih cepat dari target. Namun kontraktor tetap wajib melakukan pemeliharaan. Beberapa kekurangan yang kami temukan hari ini harus segera diperbaiki selama masa pemeliharaan berlangsung,” tegasnya.
Pihaknya juga meminta camat dan lurah setempat terus berkoordinasi dengan masyarakat untuk menginventarisasi kebutuhan lanjutan, termasuk penyelesaian titik penyempitan jalan agar peningkatan infrastruktur pertanian di kawasan Teritip dapat berlanjut pada tahap berikutnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo evaluasi beberapa catatan perbaikan jalan, salah satunya penyempitan jalan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo meninjau hasil pembangunan Jalan Usaha Tani Traktor VI RT 10, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur (Baltim), Selasa (28/7/2026).
Dalam peninjauan tersebut, ia menemukan sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi pemerintah, mulai dari penyempitan badan jalan akibat persoalan lahan hingga belum tersedianya saluran drainase.
Jalan usaha tani sepanjang 300 meter tersebut telah selesai dibangun dengan konstruksi beton menggunakan anggaran sekitar Rp2 miliar.
“Infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas petani, terutama dalam mengangkut bibit, pupuk dan hasil panen,” ucqp Bagus kepada awak media
Namun, Bagus menilai masih terdapat beberapa hal yang perlu disempurnakan agar manfaat jalan tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Salah satu temuan di lapangan adalah adanya penyempitan badan jalan pada salah satu titik. Kondisi tersebut terjadi karena sebagian lahan milik warga belum dapat dibebaskan, sehingga lebar jalan tidak sesuai dengan perencanaan.
“Kami melihat ada sebagian badan jalan yang mengecil karena ada tanah milik masyarakat yang belum bersedia dibebaskan atau diserahkan. Ini akan kami sampaikan kepada lurah dan camat agar dilakukan sosialisasi serta pendekatan kepada warga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan jalan usaha tani bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah, melainkan demi mendukung aktivitas masyarakat, khususnya para petani di kawasan Teritip.
“Jalan ini bukan kepentingan pemerintah kota, tetapi untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, persoalan lahan sebaiknya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik agar tidak menghambat pembangunan ke depan,” katanya.
Selain persoalan lahan, Wawali juga menyoroti tidak adanya saluran drainase di sepanjang jalan yang baru dibangun. Menurutnya, keberadaan drainase penting untuk mengalirkan air hujan sehingga tidak menggenangi badan jalan maupun permukiman di sekitarnya.
“Saya melihat jalan ini belum dilengkapi saluran. Ini menjadi evaluasi bagi dinas terkait agar pembangunan berikutnya tidak hanya membangun badan jalan, tetapi juga drainasenya. Dengan begitu, air hujan dapat diarahkan dengan baik dan tidak menimbulkan genangan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum mempertimbangkan kembali penggunaan konstruksi beton pada pembangunan jalan usaha tani.
Kata dia, penggunaan jenis konstruksi yang lebih sederhana dapat membuat anggaran pembangunan lebih efisien, sehingga panjang jalan yang dibangun dapat ditingkatkan.
“Menurut saya, karakteristik kendaraan yang melintas di kawasan pertanian tidak membutuhkan konstruksi jalan dengan spesifikasi tinggi seperti di kawasan perkotaan,” sebutnya.
Lanjutnya, jalan ini menggunakan beton setebal sekitar 20 Cm, padahal kendaraan yang melintas umumnya hanya mobil kecil dan kendaraan operasional pertanian.
“Saya menyarankan agar ke depan dipertimbangkan penggunaan lapis penetrasi atau hotmix, sehingga anggaran yang ada bisa dimanfaatkan untuk membangun jalan yang lebih panjang,” terangnya.
Meski demikian, ditegaskan, usulan tersebut hanya sebagai masukan yang akan dikaji lebih lanjut sesuai kebutuhan teknis di lapangan.
Pembangunan Jalan Usaha Tani Traktor IV RT 10 kini telah rampung 100 persen dan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Balikpapan. Meski pekerjaan fisik telah selesai lebih cepat dari jadwal, kontraktor masih memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan selama enam bulan hingga 30 Desember 2026.
“Secara pekerjaan sudah selesai lebih cepat dari target. Namun kontraktor tetap wajib melakukan pemeliharaan. Beberapa kekurangan yang kami temukan hari ini harus segera diperbaiki selama masa pemeliharaan berlangsung,” tegasnya.
Pihaknya juga meminta camat dan lurah setempat terus berkoordinasi dengan masyarakat untuk menginventarisasi kebutuhan lanjutan, termasuk penyelesaian titik penyempitan jalan agar peningkatan infrastruktur pertanian di kawasan Teritip dapat berlanjut pada tahap berikutnya.
(Sf/Lo)