Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menghadiri kegiatan anti korupsi di kantor Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat budaya antikorupsi melalui berbagai kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.
Menurutnya, kegiatan peringatan sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir, termasuk lomba rintisan sekolah berintegritas yang diapresiasi sebagai langkah positif dalam menanamkan nilai antikorupsi kepada pelajar.
“Budaya antikorupsi ini sudah disampaikan oleh inspektorat untuk diberikan kepada anak-anak usia dini,” ucap Bagus saat ditemui awak media, Senin (8/12/2025).
Ia juga mengungkapkan kebanggaan pemerintah kota karena telah menyusun modul pendidikan budaya antikorupsi untuk jenjang SD hingga SMP. Modul tersebut memuat materi bacaan dan pendidikan yang dirancang untuk membangun karakter antikorupsi sejak kecil.
“Ini hal yang luar biasa. Artinya, sudah ada bahan yang bisa digunakan untuk memperkenalkan nilai antikorupsi sejak usia dini,” jelasnya.
Penyusunan modul tersebut merupakan kerja sama antara Inspektorat Balikpapan dan Dinas Pendidikan, melibatkan guru-guru yang tergabung dalam komunitas Satu Guru Satu Buku (Sagu Saku).
Bagus menilai modul ini bukan penentu akhir dalam keberhasilan pemberantasan korupsi, namun menjadi langkah penting untuk sosialisasi dan pengenalan nilai integritas kepada generasi muda.
“Paling tidak, pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan dan Inspektorat telah memperkenalkan pendidikan antikorupsi sejak dini,” katanya.
Dirinya berharap langkah ini menunjukkan keseriusan Balikpapan dalam menanggulangi korupsi baik di masyarakat maupun lembaga pendidikan.
Wawali juga mengajak masyarakat turut mengawasi penggunaan APBD, terutama menjelang penutupan tahun anggaran. Ia berharap APBD 2025 dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas pelaksanaan yang baik dan bermanfaat bagi warga.
“Masyarakat boleh ikut mengendalikan dan mengawasi. Ini nilai positif. Mudah-mudahan APBD 2025 bisa selesai tepat waktu dan hasilnya bisa dipergunakan masyarakat,” paparnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat menghadiri kegiatan anti korupsi di kantor Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat budaya antikorupsi melalui berbagai kegiatan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia.
Menurutnya, kegiatan peringatan sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir, termasuk lomba rintisan sekolah berintegritas yang diapresiasi sebagai langkah positif dalam menanamkan nilai antikorupsi kepada pelajar.
“Budaya antikorupsi ini sudah disampaikan oleh inspektorat untuk diberikan kepada anak-anak usia dini,” ucap Bagus saat ditemui awak media, Senin (8/12/2025).
Ia juga mengungkapkan kebanggaan pemerintah kota karena telah menyusun modul pendidikan budaya antikorupsi untuk jenjang SD hingga SMP. Modul tersebut memuat materi bacaan dan pendidikan yang dirancang untuk membangun karakter antikorupsi sejak kecil.
“Ini hal yang luar biasa. Artinya, sudah ada bahan yang bisa digunakan untuk memperkenalkan nilai antikorupsi sejak usia dini,” jelasnya.
Penyusunan modul tersebut merupakan kerja sama antara Inspektorat Balikpapan dan Dinas Pendidikan, melibatkan guru-guru yang tergabung dalam komunitas Satu Guru Satu Buku (Sagu Saku).
Bagus menilai modul ini bukan penentu akhir dalam keberhasilan pemberantasan korupsi, namun menjadi langkah penting untuk sosialisasi dan pengenalan nilai integritas kepada generasi muda.
“Paling tidak, pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan dan Inspektorat telah memperkenalkan pendidikan antikorupsi sejak dini,” katanya.
Dirinya berharap langkah ini menunjukkan keseriusan Balikpapan dalam menanggulangi korupsi baik di masyarakat maupun lembaga pendidikan.
Wawali juga mengajak masyarakat turut mengawasi penggunaan APBD, terutama menjelang penutupan tahun anggaran. Ia berharap APBD 2025 dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas pelaksanaan yang baik dan bermanfaat bagi warga.
“Masyarakat boleh ikut mengendalikan dan mengawasi. Ini nilai positif. Mudah-mudahan APBD 2025 bisa selesai tepat waktu dan hasilnya bisa dipergunakan masyarakat,” paparnya.
(Sf/Rs)