Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo ajak warga melestarikan keberagaman budaya Nusantara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menghadiri kegiatan Gelar Budaya Kolaborasi yang diselenggarakan Paguyuban Menak Sopal Balikpapan dengan dukungan Kementerian Kebudayaan, yang digelar di Taman Bekapai Balikpapan, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian budaya, sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Balikpapan.
Dalam sambutannya, Wawali menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Menak Sopal dan Kementerian Kebudayaan yang telah menginisiasi kegiatan budaya tersebut.
“Ini adalah salah satu upaya untuk merawat uri-uri budaya tanah Jawi, sekaligus melestarikan keberagaman budaya Nusantara,” ucap Bagus Susetyo dalam sambutannya.
Menurut Bagus, Balikpapan merupakan kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dan budaya. Tercatat terdapat sekitar 129 paguyuban yang aktif di kota ini. Meski memiliki latar belakang yang beragam, masyarakat Balikpapan tetap hidup rukun, aman, dan harmonis.
Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari komitmen seluruh elemen masyarakat dan para pengurus paguyuban yang terus menjaga semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan.
“Keberagaman merupakan kekuatan dalam memperkokoh semangat kebangsaan. Selain itu, keberagaman juga menjadi modal penting dalam mengembangkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” katanya.
Pada gelaran budaya tersebut, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan seni dari sejumlah paguyuban, termasuk penampilan tari dari suku Dayak. Dia menyebut kolaborasi berbagai komunitas budaya tersebut menjadi simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat Balikpapan.
“Ini adalah wujud kebersamaan, bagaimana kami bisa berada dalam satu semangat untuk saling menghargai dan menghormati,” terangnya.
Selain pertunjukan seni budaya, kegiatan ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, keterlibatan UMKM menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, paguyuban, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus melibatkan UMKM, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga para pelaku usaha,” ujarnya.
Bagus menegaskan bahwa pelestarian budaya harus terus dilakukan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
“Nilai-nilai luhur budaya harus tetap dijaga. Kemajuan zaman tidak boleh menghilangkan jati diri bangsa. Justru kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bagus kembali menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan, serta Paguyuban Menak Sopal atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, gelaran budaya seperti ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya Nusantara, tetapi juga menghadirkan alternatif wisata keluarga yang edukatif, murah, dan memperkuat persaudaraan antarmasyarakat di Kota Balikpapan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo ajak warga melestarikan keberagaman budaya Nusantara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menghadiri kegiatan Gelar Budaya Kolaborasi yang diselenggarakan Paguyuban Menak Sopal Balikpapan dengan dukungan Kementerian Kebudayaan, yang digelar di Taman Bekapai Balikpapan, Minggu (5/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang pelestarian budaya, sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Balikpapan.
Dalam sambutannya, Wawali menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Menak Sopal dan Kementerian Kebudayaan yang telah menginisiasi kegiatan budaya tersebut.
“Ini adalah salah satu upaya untuk merawat uri-uri budaya tanah Jawi, sekaligus melestarikan keberagaman budaya Nusantara,” ucap Bagus Susetyo dalam sambutannya.
Menurut Bagus, Balikpapan merupakan kota yang dihuni masyarakat dari berbagai suku dan budaya. Tercatat terdapat sekitar 129 paguyuban yang aktif di kota ini. Meski memiliki latar belakang yang beragam, masyarakat Balikpapan tetap hidup rukun, aman, dan harmonis.
Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari komitmen seluruh elemen masyarakat dan para pengurus paguyuban yang terus menjaga semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan.
“Keberagaman merupakan kekuatan dalam memperkokoh semangat kebangsaan. Selain itu, keberagaman juga menjadi modal penting dalam mengembangkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” katanya.
Pada gelaran budaya tersebut, masyarakat disuguhkan berbagai pertunjukan seni dari sejumlah paguyuban, termasuk penampilan tari dari suku Dayak. Dia menyebut kolaborasi berbagai komunitas budaya tersebut menjadi simbol kebersamaan dan persatuan masyarakat Balikpapan.
“Ini adalah wujud kebersamaan, bagaimana kami bisa berada dalam satu semangat untuk saling menghargai dan menghormati,” terangnya.
Selain pertunjukan seni budaya, kegiatan ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurutnya, keterlibatan UMKM menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, paguyuban, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus melibatkan UMKM, sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga para pelaku usaha,” ujarnya.
Bagus menegaskan bahwa pelestarian budaya harus terus dilakukan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
“Nilai-nilai luhur budaya harus tetap dijaga. Kemajuan zaman tidak boleh menghilangkan jati diri bangsa. Justru kemajuan harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bagus kembali menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan, serta Paguyuban Menak Sopal atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, gelaran budaya seperti ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya Nusantara, tetapi juga menghadirkan alternatif wisata keluarga yang edukatif, murah, dan memperkuat persaudaraan antarmasyarakat di Kota Balikpapan.
(Sf/Rs)