Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Ajak Warga Wujudkan Bela Negara Lewat Aksi Nyata Sehari-hari

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2025 pukul 15:49 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo ditemui usai upacara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai bela negara sebagai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan semata-mata tugas aparat keamanan.

    Ia menegaskan, setiap warga negara memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, apa pun latar belakang dan profesinya. Menurutnya, bela negara dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti menjaga ketertiban lingkungan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta saling membantu saat terjadi musibah.

    “Bela negara tidak selalu identik dengan senjata. Menjaga lingkungan tetap aman, peduli terhadap sesama, dan aktif bergotong royong juga merupakan bentuk bela negara,” ucap Bagus saat ditemui awak media, Jumat (19/12/2025).

    Ia menjelaskan, nilai-nilai bela negara berakar dari sejarah perjuangan bangsa. Salah satu contohnya adalah pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 19 Desember 1948 di Bukittinggi, yang menjadi bukti kuat persatuan rakyat dalam menghadapi agresi militer Belanda.

    Menurut Bagus, sejarah tersebut mengajarkan pentingnya solidaritas dan empati sosial, terutama dalam menghadapi situasi sulit. Semangat itu, kata dia, harus terus hidup dan diterapkan oleh seluruh generasi, mulai dari anak-anak, pelajar, pemuda, hingga orang tua.

    “Rasa empati terhadap masyarakat yang lemah, miskin, dan terdampak bencana adalah bagian penting dari bela negara. Dari situlah persatuan dan kekuatan bangsa dibangun,” ujarnya.

    Dalam upacara tersebut, Bagus juga membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Peringatan Hari Bela Negara ke-77 yang mengusung tema Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.

    Tema ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan seluruh rakyat.

    Presiden dalam amanatnya mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berupa ancaman militer, tetapi juga meliputi perang siber, radikalisme, disrupsi teknologi, serta bencana alam yang kian meningkat. 

    “Oleh karena itu, semangat bela negara harus menjadi kekuatan bersama seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.

    Amanat Presiden juga menyinggung keprihatinan terhadap bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat wilayah yang memiliki peran historis penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Dirinya menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan melalui tagline membangun, menjaga, kubela sebagai upaya menjaga kondusivitas daerah. Ia mengajak warga untuk aktif menjaga lingkungan, mencegah potensi gangguan keamanan, serta melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum.

    “Dengan peduli terhadap lingkungan sekitar dan saling menjaga, kita sudah menerapkan bela negara dalam bentuk yang paling nyata,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Wawali Balikpapan Ajak Warga Wujudkan Bela Negara Lewat Aksi Nyata Sehari-hari

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2025 pukul 15:49 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo ditemui usai upacara. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai bela negara sebagai tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan semata-mata tugas aparat keamanan.

    Ia menegaskan, setiap warga negara memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa, apa pun latar belakang dan profesinya. Menurutnya, bela negara dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti menjaga ketertiban lingkungan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta saling membantu saat terjadi musibah.

    “Bela negara tidak selalu identik dengan senjata. Menjaga lingkungan tetap aman, peduli terhadap sesama, dan aktif bergotong royong juga merupakan bentuk bela negara,” ucap Bagus saat ditemui awak media, Jumat (19/12/2025).

    Ia menjelaskan, nilai-nilai bela negara berakar dari sejarah perjuangan bangsa. Salah satu contohnya adalah pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 19 Desember 1948 di Bukittinggi, yang menjadi bukti kuat persatuan rakyat dalam menghadapi agresi militer Belanda.

    Menurut Bagus, sejarah tersebut mengajarkan pentingnya solidaritas dan empati sosial, terutama dalam menghadapi situasi sulit. Semangat itu, kata dia, harus terus hidup dan diterapkan oleh seluruh generasi, mulai dari anak-anak, pelajar, pemuda, hingga orang tua.

    “Rasa empati terhadap masyarakat yang lemah, miskin, dan terdampak bencana adalah bagian penting dari bela negara. Dari situlah persatuan dan kekuatan bangsa dibangun,” ujarnya.

    Dalam upacara tersebut, Bagus juga membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Peringatan Hari Bela Negara ke-77 yang mengusung tema Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju.

    Tema ini menegaskan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan seluruh rakyat.

    Presiden dalam amanatnya mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berupa ancaman militer, tetapi juga meliputi perang siber, radikalisme, disrupsi teknologi, serta bencana alam yang kian meningkat. 

    “Oleh karena itu, semangat bela negara harus menjadi kekuatan bersama seluruh elemen masyarakat,” imbuhnya.

    Amanat Presiden juga menyinggung keprihatinan terhadap bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat wilayah yang memiliki peran historis penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Dirinya menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan melalui tagline membangun, menjaga, kubela sebagai upaya menjaga kondusivitas daerah. Ia mengajak warga untuk aktif menjaga lingkungan, mencegah potensi gangguan keamanan, serta melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum.

    “Dengan peduli terhadap lingkungan sekitar dan saling menjaga, kita sudah menerapkan bela negara dalam bentuk yang paling nyata,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)