Seputar Fakta

    Seputar Kaltim

    Waspadai Titik Rawan Karhutla Tertinggi Kedua, 16 Petugas di Kecamatan Paser Belengkong Disiagakan

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    29 Oktober 2026 pukul 15:53 WITA

    Camat Paser Belengkong, Suhandoyo. (Foto: Padliannor)

    Tana Paser - Pemerintah Kecamatan Paser Belengkong merespons cepat instruksi khusus dari Bupati terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instruksi tersebut menjadi prioritas utama menyusul data kerawanan wilayah yang menempatkan Kecamatan Paser Belengkong pada posisi kedua tertinggi di Kabupaten Paser.

    Berdasarkan data penanganan bencana daerah, dari total sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Paser, wilayah Paser Belengkong tercatat menempati peringkat kedua sebagai daerah yang paling diwaspadai terhadap ancaman karhutla. Status kerawanan tinggi tersebut mendasari perlunya pengawasan ketat di lapangan.

    Camat Paser Belengkong, Suhandoyo menyebut, posisi kedua itu menjadi perhatian serius jajarannya untuk mengamankan wilayah dari ancaman kebakaran. Upaya mitigasi kini difokuskan pada titik-titik rawan yang tersebar di sejumlah desa guna mencegah meluasnya dampak karhutla.

    Meski demikian, kondisi cuaca belakangan ini memberikan sedikit kelonggaran bagi petugas di lapangan. Turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir dinilai sangat membantu menurunkan potensi titik api dan meringankan beban kerja tim penanganan karhutla.

    "Alhamdulillah ada turun hujan. Itu sangat membantu sekali tim karhutla khususnya di Kecamatan Paser Belengkong," kata Suhandoyo, Kamis (29/10/2026). 

    Pihak kecamatan memastikan jajarannya tidak akan lengah meski hujan telah turun. Potensi karhutla dinilai masih tetap terbuka apabila cuaca panas ekstrem kembali melanda dalam beberapa hari ke depan tanpa pasokan curah hujan yang cukup.

    Sebagai langkah antisipasi, posko penanganan karhutla di tingkat kecamatan terus diaktifkan untuk bersiaga penuh selama 24 jam. Posko itu bertugas memantau perkembangan situasi cuaca sekaligus menerima laporan cepat dari masyarakat terkait potensi kebakaran.

    Selain kesiapan posko, jajaran kecamatan juga telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi peralatan operasional. Seluruh sarana dan prasarana pendukung yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dipastikan berfungsi dengan baik.

    Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 16 personel siaga telah diterjunkan langsung di bawah koordinasi Kecamatan Paser Belengkong. Personel itu bertugas secara bergantian untuk melakukan patroli rutin di area-area yang diidentifikasi rawan terbakar.

    "Kami sudah cek kesiapan peralatan operasional. Sementara untuk personil ada 16 petugas selalu siaga," ucapnya. 

    Pengamanan di lapangan juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan unsur kepolisian dan TNI. Sinergi antara kecamatan, Polsek, Koramil dan BPBD kabupaten menjadi kunci utama dalam mempercepat respons penanganan darurat.

    Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal arahan bupati secara konsisten. Melalui kesiapsiagaan di wilayah Paser Belengkong, diharapkan mampu menekan risiko karhutla secara signifikan demi keamanan lingkungan warga.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Waspadai Titik Rawan Karhutla Tertinggi Kedua, 16 Petugas di Kecamatan Paser Belengkong Disiagakan

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    29 Oktober 2026 pukul 15:53 WITA

    Camat Paser Belengkong, Suhandoyo. (Foto: Padliannor)

    Tana Paser - Pemerintah Kecamatan Paser Belengkong merespons cepat instruksi khusus dari Bupati terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Instruksi tersebut menjadi prioritas utama menyusul data kerawanan wilayah yang menempatkan Kecamatan Paser Belengkong pada posisi kedua tertinggi di Kabupaten Paser.

    Berdasarkan data penanganan bencana daerah, dari total sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Paser, wilayah Paser Belengkong tercatat menempati peringkat kedua sebagai daerah yang paling diwaspadai terhadap ancaman karhutla. Status kerawanan tinggi tersebut mendasari perlunya pengawasan ketat di lapangan.

    Camat Paser Belengkong, Suhandoyo menyebut, posisi kedua itu menjadi perhatian serius jajarannya untuk mengamankan wilayah dari ancaman kebakaran. Upaya mitigasi kini difokuskan pada titik-titik rawan yang tersebar di sejumlah desa guna mencegah meluasnya dampak karhutla.

    Meski demikian, kondisi cuaca belakangan ini memberikan sedikit kelonggaran bagi petugas di lapangan. Turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir dinilai sangat membantu menurunkan potensi titik api dan meringankan beban kerja tim penanganan karhutla.

    "Alhamdulillah ada turun hujan. Itu sangat membantu sekali tim karhutla khususnya di Kecamatan Paser Belengkong," kata Suhandoyo, Kamis (29/10/2026). 

    Pihak kecamatan memastikan jajarannya tidak akan lengah meski hujan telah turun. Potensi karhutla dinilai masih tetap terbuka apabila cuaca panas ekstrem kembali melanda dalam beberapa hari ke depan tanpa pasokan curah hujan yang cukup.

    Sebagai langkah antisipasi, posko penanganan karhutla di tingkat kecamatan terus diaktifkan untuk bersiaga penuh selama 24 jam. Posko itu bertugas memantau perkembangan situasi cuaca sekaligus menerima laporan cepat dari masyarakat terkait potensi kebakaran.

    Selain kesiapan posko, jajaran kecamatan juga telah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi peralatan operasional. Seluruh sarana dan prasarana pendukung yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dipastikan berfungsi dengan baik.

    Dari sisi sumber daya manusia, sebanyak 16 personel siaga telah diterjunkan langsung di bawah koordinasi Kecamatan Paser Belengkong. Personel itu bertugas secara bergantian untuk melakukan patroli rutin di area-area yang diidentifikasi rawan terbakar.

    "Kami sudah cek kesiapan peralatan operasional. Sementara untuk personil ada 16 petugas selalu siaga," ucapnya. 

    Pengamanan di lapangan juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan unsur kepolisian dan TNI. Sinergi antara kecamatan, Polsek, Koramil dan BPBD kabupaten menjadi kunci utama dalam mempercepat respons penanganan darurat.

    Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal arahan bupati secara konsisten. Melalui kesiapsiagaan di wilayah Paser Belengkong, diharapkan mampu menekan risiko karhutla secara signifikan demi keamanan lingkungan warga.

    (Sf/Lo)