Cari disini...
Seputar Kaltim
Suasana di Dermaga Si Dayang Kampung Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Momentum libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polres Berau memperketat pengamanan di kawasan wisata andalan Kabupaten Berau, khususnya Pulau Maratua dan Derawan, menyusul laporan gelombang tinggi dan angin kencang.
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, menyatakan pengawasan diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan pada aktivitas pelayaran dan kunjungan wisatawan.
"Sesuai informasi BMKG, saat ini gelombang dan angin cukup kencang sehingga potensi kerawanan perlu kita waspadai," ujar AKBP Ridho.
Oleh karena itu, ia pun menyampaikan bahwa personel gabungan telah disiagakan di sejumlah titik, termasuk pos pelayanan dan pos pengamanan yang melibatkan unsur TNI, pemerintah kampung, serta tenaga kesehatan setempat.
"Personel Bawah Kendali Operasi (BKO), TNI, kepala kampung, hingga pos kesehatan sudah kita padukan dalam satu sistem pengamanan terpadu," tambahnya.
Selain pengamanan, dirinya juga memantau arus penumpang di Dermaga Sanggam dan Dermaga Si Dayang Kampung Tanjung Batu. Namun, hingga 24 Desember, jumlah penumpang belum mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Jika pada periode yang sama tahun 2024 lalu, jumlah penumpang bisa mencapai 1.000-1.500 orang per hari, tahun ini angka tertinggi masih berada di kisaran 150–250 orang per hari. Ini menjadi bahan evaluasi," tuturnya.
Ia pun memprediksi puncak lonjakan kunjungan akan terjadi pada hari ini 28-31 Desember, dimana ia menilai pada tanggal tersebut merupakan mapping wilayah dan arus pendatang dari Bulungan, Tarakan, Kaltara dan daerah sekitar.
"Untuk menghadapi itu sudah kami siapkan pengamanannya dan terus kami pantau," katanya.
Sementara itu, Polres Berau bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) dan Kesyahbandaran menekankan aspek keselamatan pelayaran. Para pengusaha kapal dan operator speedboat pub dikumpulkan untuk menerima arahan mengenai batas kapasitas penumpang dan kepatuhan terhadap manifes.
"Keselamatan berlayar menjadi prioritas. Jangan sampai kapasitas 15 orang diisi 25 orang. Jika ditemukan pelanggaran, izin berlayar tidak akan diberikan. Life jacket juga wajib sesuai jumlah penumpang," tegasnya.
Kendati demikian, AKBP Ridho mengimbau wisatawan dan operator kapal untuk mematuhi arahan petugas dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
"Sampai saat ini kunjungan memang mulai meningkat, namun masih dalam batas wajar. Tetap kita antisipasi demi keamanan bersama," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Suasana di Dermaga Si Dayang Kampung Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Momentum libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polres Berau memperketat pengamanan di kawasan wisata andalan Kabupaten Berau, khususnya Pulau Maratua dan Derawan, menyusul laporan gelombang tinggi dan angin kencang.
Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, menyatakan pengawasan diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kerawanan pada aktivitas pelayaran dan kunjungan wisatawan.
"Sesuai informasi BMKG, saat ini gelombang dan angin cukup kencang sehingga potensi kerawanan perlu kita waspadai," ujar AKBP Ridho.
Oleh karena itu, ia pun menyampaikan bahwa personel gabungan telah disiagakan di sejumlah titik, termasuk pos pelayanan dan pos pengamanan yang melibatkan unsur TNI, pemerintah kampung, serta tenaga kesehatan setempat.
"Personel Bawah Kendali Operasi (BKO), TNI, kepala kampung, hingga pos kesehatan sudah kita padukan dalam satu sistem pengamanan terpadu," tambahnya.
Selain pengamanan, dirinya juga memantau arus penumpang di Dermaga Sanggam dan Dermaga Si Dayang Kampung Tanjung Batu. Namun, hingga 24 Desember, jumlah penumpang belum mengalami lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Jika pada periode yang sama tahun 2024 lalu, jumlah penumpang bisa mencapai 1.000-1.500 orang per hari, tahun ini angka tertinggi masih berada di kisaran 150–250 orang per hari. Ini menjadi bahan evaluasi," tuturnya.
Ia pun memprediksi puncak lonjakan kunjungan akan terjadi pada hari ini 28-31 Desember, dimana ia menilai pada tanggal tersebut merupakan mapping wilayah dan arus pendatang dari Bulungan, Tarakan, Kaltara dan daerah sekitar.
"Untuk menghadapi itu sudah kami siapkan pengamanannya dan terus kami pantau," katanya.
Sementara itu, Polres Berau bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) dan Kesyahbandaran menekankan aspek keselamatan pelayaran. Para pengusaha kapal dan operator speedboat pub dikumpulkan untuk menerima arahan mengenai batas kapasitas penumpang dan kepatuhan terhadap manifes.
"Keselamatan berlayar menjadi prioritas. Jangan sampai kapasitas 15 orang diisi 25 orang. Jika ditemukan pelanggaran, izin berlayar tidak akan diberikan. Life jacket juga wajib sesuai jumlah penumpang," tegasnya.
Kendati demikian, AKBP Ridho mengimbau wisatawan dan operator kapal untuk mematuhi arahan petugas dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
"Sampai saat ini kunjungan memang mulai meningkat, namun masih dalam batas wajar. Tetap kita antisipasi demi keamanan bersama," tandasnya.
(Sf/Rs)