Waspadai El Nino, Masyarakat Berau Diminta Siap Siaga Hadapi Potensi Karhutla dan Kekeringan

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    21 April 2026 03:40 WIB

    Ilustrasi karhutla. (Freepik)

    Tanjung Redeb - Fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 berpotensi memicu kekeringan panjang serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Berau. 

    Masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan El Nino akan berlangsung pada periode April-Oktober 2026, dengan puncaknya terjadi pada Agustus. Dampaknya berupa cuaca lebih panas dan kering yang dapat berlangsung hingga berbulan-bulan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Nofian Hidayat mengungkapkan dampak El Nino kali ini diprediksi cukup panjang, bahkan dapat berlangsung hingga delapan bulan.

    "Fenomena ini berpotensi menimbulkan ancaman serius seperti karhutla, kebakaran permukiman, hingga krisis air di sektor pertanian dan perikanan," ujar Nofian.

    Pihaknya juga telah mengidentifikasi sejumlah wilayah rawan kebakaran dan kekeringan, di antaranya Kecamatan Sambaliung, Teluk Bayur, Gunung Tabur dan Tabalar. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak musim kering ekstrem.

    "Itu yang wilayah rawan karhutla, serta kekeringan lahan pertanian dan perikanan. Selain itu, wilayah perkotaan juga berisiko mengalami kebakaran permukiman, terutama saat kondisi cuaca sangat kering," jelasnya.

    Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap sepele dampak El Nino dan mulai melakukan langkah mitigasi sejak dini.

    "Masyarakat harus berhati-hati. Jika membakar sampah, lakukan dalam pengawasan dan jangan ditinggalkan. Hindari membuka lahan dengan cara membakar, serta siapkan cadangan air yang cukup," pesannya.

    Sebagai langkah antisipasi, Disdamkarmat juga memastikan seluruh armada dan personel dalam kondisi siap siaga. Upaya pencegahan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan di lapangan.

    "Dengan meningkatnya potensi kekeringan dan kebakaran, saya harap masyarakat juga dapat lebih waspada serta berperan aktif dalam upaya pencegahan demi meminimalkan dampak yang ditimbulkan," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Waspadai El Nino, Masyarakat Berau Diminta Siap Siaga Hadapi Potensi Karhutla dan Kekeringan

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    21 April 2026 03:40 WIB

    Ilustrasi karhutla. (Freepik)

    Tanjung Redeb - Fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 berpotensi memicu kekeringan panjang serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Berau. 

    Masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini guna mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan El Nino akan berlangsung pada periode April-Oktober 2026, dengan puncaknya terjadi pada Agustus. Dampaknya berupa cuaca lebih panas dan kering yang dapat berlangsung hingga berbulan-bulan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Nofian Hidayat mengungkapkan dampak El Nino kali ini diprediksi cukup panjang, bahkan dapat berlangsung hingga delapan bulan.

    "Fenomena ini berpotensi menimbulkan ancaman serius seperti karhutla, kebakaran permukiman, hingga krisis air di sektor pertanian dan perikanan," ujar Nofian.

    Pihaknya juga telah mengidentifikasi sejumlah wilayah rawan kebakaran dan kekeringan, di antaranya Kecamatan Sambaliung, Teluk Bayur, Gunung Tabur dan Tabalar. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dampak musim kering ekstrem.

    "Itu yang wilayah rawan karhutla, serta kekeringan lahan pertanian dan perikanan. Selain itu, wilayah perkotaan juga berisiko mengalami kebakaran permukiman, terutama saat kondisi cuaca sangat kering," jelasnya.

    Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap sepele dampak El Nino dan mulai melakukan langkah mitigasi sejak dini.

    "Masyarakat harus berhati-hati. Jika membakar sampah, lakukan dalam pengawasan dan jangan ditinggalkan. Hindari membuka lahan dengan cara membakar, serta siapkan cadangan air yang cukup," pesannya.

    Sebagai langkah antisipasi, Disdamkarmat juga memastikan seluruh armada dan personel dalam kondisi siap siaga. Upaya pencegahan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan relawan di lapangan.

    "Dengan meningkatnya potensi kekeringan dan kebakaran, saya harap masyarakat juga dapat lebih waspada serta berperan aktif dalam upaya pencegahan demi meminimalkan dampak yang ditimbulkan," tandasnya.

    (Sf/Lo)