Waspada 'Super Flu', Dinkes Kaltim Sebut Gejalanya Ringan Tapi Sembuhnya Lebih Lama

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    05 Januari 2026 06:24 WIB

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus influenza H3N2 subklas K, atau yang belakangan populer disebut masyarakat sebagai "Super Flu".

    Kewaspadaan ini ditingkatkan mengingat wilayah tetangga, Kalimantan Selatan (Kalsel), dilaporkan masuk dalam empat wilayah dengan paparan kasus tertinggi, terutama pasca kegiatan keramaian seperti Haul yang baru saja berlangsung.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus Super Flu yang terdeteksi di wilayah Benua Etam. 

    Pihaknya terus mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di seluruh fasilitas kesehatan.

    "Sampai hari ini belum ada laporan yang masuk. Kami terus berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan di Balikpapan dan Samarinda untuk memantau pintu masuk, terutama bagi pelaku perjalanan luar negeri dari negara dengan kasus tinggi seperti Amerika Serikat," ujar Jaya Mualimin ditemui di Kantor Gubernur, Samarinda, Senin (5/1/2026).

    Meski belum ditemukan kasus, Jaya meminta masyarakat untuk memahami karakteristik virus ini agar tidak panik namun tetap waspada. Ia menjelaskan bahwa istilah Super Flu sebenarnya merujuk pada mutasi virus H3N2 subklas K.

    Secara medis, gejala yang ditimbulkan tergolong ringan dan tidak seberat yang dibayangkan. Perbedaan utamanya terletak pada durasi penyembuhan yang lebih bandel dibandingkan flu biasa (common cold).

    "Kalau flu biasa durasinya antara 7 sampai 10 hari, 'Super Flu' ini mungkin lebih panjang, bisa memakan waktu 10 sampai 14 hari untuk sembuh total," jelasnya.

    Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim telah melakukan upaya skrining dan pengambilan sampel di berbagai fasilitas kesehatan. Jaya juga mengimbau masyarakat, khususnya mereka yang hendak bepergian ke luar negeri atau daerah terjangkit, untuk melengkapi diri dengan vaksinasi.

    Kabar baiknya, masyarakat tidak perlu mencari jenis vaksin baru yang langka. Jaya memastikan bahwa vaksin influenza biasa yang tersedia di fasilitas kesehatan saat ini masih efektif untuk menangkal virus tersebut.

    "Virusnya hampir sama, masih keluarga Influenza A, B, C, D. Jadi antisipasinya bisa dilakukan dengan vaksin influenza biasa," tuturnya.

    Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan dasar dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala flu yang tak kunjung sembuh lebih dari satu minggu.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Waspada 'Super Flu', Dinkes Kaltim Sebut Gejalanya Ringan Tapi Sembuhnya Lebih Lama

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    05 Januari 2026 06:24 WIB

    Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus influenza H3N2 subklas K, atau yang belakangan populer disebut masyarakat sebagai "Super Flu".

    Kewaspadaan ini ditingkatkan mengingat wilayah tetangga, Kalimantan Selatan (Kalsel), dilaporkan masuk dalam empat wilayah dengan paparan kasus tertinggi, terutama pasca kegiatan keramaian seperti Haul yang baru saja berlangsung.

    Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus Super Flu yang terdeteksi di wilayah Benua Etam. 

    Pihaknya terus mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di seluruh fasilitas kesehatan.

    "Sampai hari ini belum ada laporan yang masuk. Kami terus berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan di Balikpapan dan Samarinda untuk memantau pintu masuk, terutama bagi pelaku perjalanan luar negeri dari negara dengan kasus tinggi seperti Amerika Serikat," ujar Jaya Mualimin ditemui di Kantor Gubernur, Samarinda, Senin (5/1/2026).

    Meski belum ditemukan kasus, Jaya meminta masyarakat untuk memahami karakteristik virus ini agar tidak panik namun tetap waspada. Ia menjelaskan bahwa istilah Super Flu sebenarnya merujuk pada mutasi virus H3N2 subklas K.

    Secara medis, gejala yang ditimbulkan tergolong ringan dan tidak seberat yang dibayangkan. Perbedaan utamanya terletak pada durasi penyembuhan yang lebih bandel dibandingkan flu biasa (common cold).

    "Kalau flu biasa durasinya antara 7 sampai 10 hari, 'Super Flu' ini mungkin lebih panjang, bisa memakan waktu 10 sampai 14 hari untuk sembuh total," jelasnya.

    Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kaltim telah melakukan upaya skrining dan pengambilan sampel di berbagai fasilitas kesehatan. Jaya juga mengimbau masyarakat, khususnya mereka yang hendak bepergian ke luar negeri atau daerah terjangkit, untuk melengkapi diri dengan vaksinasi.

    Kabar baiknya, masyarakat tidak perlu mencari jenis vaksin baru yang langka. Jaya memastikan bahwa vaksin influenza biasa yang tersedia di fasilitas kesehatan saat ini masih efektif untuk menangkal virus tersebut.

    "Virusnya hampir sama, masih keluarga Influenza A, B, C, D. Jadi antisipasinya bisa dilakukan dengan vaksin influenza biasa," tuturnya.

    Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan dasar dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala flu yang tak kunjung sembuh lebih dari satu minggu.

    (Sf/Rs)