Seputar Kaltim

    Waspada Penipuan, Disdukcapil Berau Imbau Masyarakat Tak Sembarang Beri Data Pribadi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2025 pukul 16:43 WITA

    Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, David Pamuji mengimbau masyarakat Kabupaten Berau agar lebih waspada jika ada pesan, telepon maupun WhatsApp mengatasnamakan Disdukcapil yang meminta mengisi data guna keperluan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

    Pasalnya, terkait kasus ini pihaknya pun telah mendapat beberapa aduan melalui laporan kanal online. Ia meyebut bahwa kasus ini sudah banyak terjadi di Samarinda dan Balikpapan.

    "Masyarakat harus waspada. Dan untuk Berau sendiri, belum ada laporan resminya, tapi kami sudah ada dapat laporan temuan pengaduan lewat online tentang ini. Tapi, dari warga itu konfirmasi ke kami lewat konsultasi online nomor call center, jadi belum sempat mengisi data yang diminta oknum penipu," ujar David.

    Ia pun menyampaikan sementara untuk warning kewaspadaan kemasyarakat ini akhirnya dikeluarkan setelah berkoordinasi dengan Disdukcapil Kaltim dan beberapa Disdukcapil di Kabupaten Kota lainnya.

    "Modus penipuannya biasanya mengirim notice, mengirim WA mengatasnamakan Disdukcapil yang kemudian meminta warga itu mengisi data-data yang seharusnya menjadi privasi. Data yang diisi itu nantinya bisa dicuri," tuturnya.

    Oleh karena itu, dirinya pun mengimbau jika ada masyarakat yang menerima pesan dengan indikasi serupa, maka dirinya pun mempersilakan untuk hubungi call center Disdukcapil Berau yang ada di aplikasi dan yang ada di grup media sosial. 

    "Jika memang sudah terjadi penipuan, maka akan berlanjut koordinasi dengan aparat kepolisian," tandasnya.

    Kendati demikian, David pun berharap dengan dilakukan beberapa upaya atau pun imbauan masyarakat dapat waspada dan hati-hati dalam memberikan data pribadi demi keamanan diri sendiri agar tidak dirugikan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Waspada Penipuan, Disdukcapil Berau Imbau Masyarakat Tak Sembarang Beri Data Pribadi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 Juni 2025 pukul 16:43 WITA

    Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Berau, David Pamuji mengimbau masyarakat Kabupaten Berau agar lebih waspada jika ada pesan, telepon maupun WhatsApp mengatasnamakan Disdukcapil yang meminta mengisi data guna keperluan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

    Pasalnya, terkait kasus ini pihaknya pun telah mendapat beberapa aduan melalui laporan kanal online. Ia meyebut bahwa kasus ini sudah banyak terjadi di Samarinda dan Balikpapan.

    "Masyarakat harus waspada. Dan untuk Berau sendiri, belum ada laporan resminya, tapi kami sudah ada dapat laporan temuan pengaduan lewat online tentang ini. Tapi, dari warga itu konfirmasi ke kami lewat konsultasi online nomor call center, jadi belum sempat mengisi data yang diminta oknum penipu," ujar David.

    Ia pun menyampaikan sementara untuk warning kewaspadaan kemasyarakat ini akhirnya dikeluarkan setelah berkoordinasi dengan Disdukcapil Kaltim dan beberapa Disdukcapil di Kabupaten Kota lainnya.

    "Modus penipuannya biasanya mengirim notice, mengirim WA mengatasnamakan Disdukcapil yang kemudian meminta warga itu mengisi data-data yang seharusnya menjadi privasi. Data yang diisi itu nantinya bisa dicuri," tuturnya.

    Oleh karena itu, dirinya pun mengimbau jika ada masyarakat yang menerima pesan dengan indikasi serupa, maka dirinya pun mempersilakan untuk hubungi call center Disdukcapil Berau yang ada di aplikasi dan yang ada di grup media sosial. 

    "Jika memang sudah terjadi penipuan, maka akan berlanjut koordinasi dengan aparat kepolisian," tandasnya.

    Kendati demikian, David pun berharap dengan dilakukan beberapa upaya atau pun imbauan masyarakat dapat waspada dan hati-hati dalam memberikan data pribadi demi keamanan diri sendiri agar tidak dirugikan.

    (Sf/Rs)