Cari disini...
Seputar Kaltim
(Foto:Ilustrasi)
Tenggarong - Kasus order fiktif yang merugikan ojek online(Ojol) mulai ramai terjadi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (11/12/2023).
Para ojek online di Tenggarong mengeluh karena sering tertipu oleh akun-akun fiktif, sehingha merugi kerena telah membeli barang yang diminta pelaku.
Seorang ojol, Abdul Malik mengaku mendapat orderan fiktif dari seseorang berkedok polisi. "Saya ke Indomaret atau Alfamidi, dia minta dibelikan barang dan minta tolong isikan Ovo dengan dalih disuruh komandan," katanya.
Sadar dengan aksi penipuan, korban pergi ke arah titik antar dan menelfon pelaku. Tujuannya untuk mengambil uang ke pelaku dan kemudian mentransfer ke ovo miliknya, tapi pelaku tidak ada.
"Saya tes untuk ke titik antar mengambil uangnya untuk kemudian saya isikan Ovo-nya lewat banking. Tapi Si Penipu malah memaki lalu menututup telfon dan block semuanya," Sebutnya.
Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Hari Rosena melalui Plh Kasi Humas, Iptu Prapto mengaku belum mendapat laporan mengenai kasus tersebut.
"Kalau memang ada laporan pasti kita akan tindak tegas kasus tersebut, sementara itu kita akan pantau, belum ada laporan dari korban," kata Iptu Prapto.
Ia menyebutkan dalam kasus penipuan mengatasnamakan kepolisian tersebut memang sering kali ditemui. "Untuk para ojek online di Tenggarong agar terus berhati-hati, laporkan saja," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

(Foto:Ilustrasi)
Tenggarong - Kasus order fiktif yang merugikan ojek online(Ojol) mulai ramai terjadi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (11/12/2023).
Para ojek online di Tenggarong mengeluh karena sering tertipu oleh akun-akun fiktif, sehingha merugi kerena telah membeli barang yang diminta pelaku.
Seorang ojol, Abdul Malik mengaku mendapat orderan fiktif dari seseorang berkedok polisi. "Saya ke Indomaret atau Alfamidi, dia minta dibelikan barang dan minta tolong isikan Ovo dengan dalih disuruh komandan," katanya.
Sadar dengan aksi penipuan, korban pergi ke arah titik antar dan menelfon pelaku. Tujuannya untuk mengambil uang ke pelaku dan kemudian mentransfer ke ovo miliknya, tapi pelaku tidak ada.
"Saya tes untuk ke titik antar mengambil uangnya untuk kemudian saya isikan Ovo-nya lewat banking. Tapi Si Penipu malah memaki lalu menututup telfon dan block semuanya," Sebutnya.
Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Hari Rosena melalui Plh Kasi Humas, Iptu Prapto mengaku belum mendapat laporan mengenai kasus tersebut.
"Kalau memang ada laporan pasti kita akan tindak tegas kasus tersebut, sementara itu kita akan pantau, belum ada laporan dari korban," kata Iptu Prapto.
Ia menyebutkan dalam kasus penipuan mengatasnamakan kepolisian tersebut memang sering kali ditemui. "Untuk para ojek online di Tenggarong agar terus berhati-hati, laporkan saja," tutupnya.
(Sf/By)