Seputar Kaltim

    Waspada Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, Pemkab Berau Perkuat Koordinasi dan Lakukan Langkah Ini

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Desember 2025 pukul 13:11 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto:Baiq Eliana/seputsrfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmen dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan menjelang puncak musim hujan akhir 2025 hingga awal 2026.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar pemerintah daerah meningkatkan kesiapan menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.

    "Kami memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur evakuasi di wilayah-wilayah yang berisiko. Langkah-langkah preventif terus kami lakukan sejak dini," ujar Sri.

    Berdasarkan data BMKG, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan memasuki periode hujan lebat hingga sangat lebat pada Januari-maret 2026.

    Oleh karena itu, ia pun menegaskan pentingnya, memperkuat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BPBD, TNI–Polri, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah kampung.

    "Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar langkah mitigasi dan penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat," tuturnya.

    Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mitigasi bencana. Sehingga, warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase dan daerah aliran sungai, serta aktif mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

    "Kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada, mengikuti informasi resmi, dan segera melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan," katanya.

    Sri pun mengatakan bahwa Pemkab Berau juga akan mengoptimalkan posko siaga, meningkatkan patroli di kawasan rawan, serta memperkuat edukasi mitigasi bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan.

    "Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Dengan kesiapsiagaan dan sinergi yang kuat, kita berharap dampak bencana dapat diminimalkan," tutup Bupati Berau.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Waspada Hadapi Ancaman Hidrometeorologi, Pemkab Berau Perkuat Koordinasi dan Lakukan Langkah Ini

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    31 Desember 2025 pukul 13:11 WITA

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas. (Foto:Baiq Eliana/seputsrfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menegaskan komitmen dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring meningkatnya intensitas hujan menjelang puncak musim hujan akhir 2025 hingga awal 2026.

    Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar pemerintah daerah meningkatkan kesiapan menghadapi potensi banjir, tanah longsor, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.

    "Kami memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur evakuasi di wilayah-wilayah yang berisiko. Langkah-langkah preventif terus kami lakukan sejak dini," ujar Sri.

    Berdasarkan data BMKG, sebagian wilayah Indonesia diperkirakan memasuki periode hujan lebat hingga sangat lebat pada Januari-maret 2026.

    Oleh karena itu, ia pun menegaskan pentingnya, memperkuat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BPBD, TNI–Polri, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah kampung.

    "Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar langkah mitigasi dan penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat," tuturnya.

    Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mitigasi bencana. Sehingga, warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase dan daerah aliran sungai, serta aktif mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD.

    "Kami mengajak masyarakat untuk selalu waspada, mengikuti informasi resmi, dan segera melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan," katanya.

    Sri pun mengatakan bahwa Pemkab Berau juga akan mengoptimalkan posko siaga, meningkatkan patroli di kawasan rawan, serta memperkuat edukasi mitigasi bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah perbukitan.

    "Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Dengan kesiapsiagaan dan sinergi yang kuat, kita berharap dampak bencana dapat diminimalkan," tutup Bupati Berau.

    (Sf/Rs)