Seputar Kaltim

    Warga Terdampak Longsor di Sekitar Proyek Perumahan Dievakuasi oleh BPBD Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    30 Desember 2023 pukul 18:49 WITA

    Tanggul proyek perumahan Bukit Mediterania di kawasan Jalan M Said jebol, rumah warga terdampak dan terdapat eksavator yang sedang beraktivitas diatas proyek. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat bagi warga yang terkena dampak longsor tanah akibat jebolnya tanggul pematangan lahan pada proyek perumahan Bukit Mediterania di kawasan Jalan M Said, Gang 6, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

    Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 60 jiwa yang berisiko terkena bencana susulan, serta memenuhi kebutuhan makanan dan kesehatan mereka.

    "Kami juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek perumahan tersebut, agar segera melakukan perbaikan tanggul dan memberikan bantuan kepada korban," ujar Suwarso, Jumat (29/12/2023).

    Suwarso menambahkan bahwa BPBD Samarinda juga telah mendirikan posko pengawasan di lokasi bencana, yang melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial (Tagana), relawan, dan BPBD. Posko ini bertugas untuk memantau perkembangan situasi selama 24 jam, serta mengawasi aktivitas warga yang masih tinggal di sekitar lokasi.

    "Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati, karena pergerakan tanah masih terus terjadi. Jika ada tanda-tanda aneh, segera laporkan ke posko atau hubungi nomor darurat kami," pesan Suwarso.

    Sementara itu, BPBD Samarinda juga sedang menyusun analisis bencana, yang akan disesuaikan dengan hasil analisis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda.

    "Kami berharap analisis ini bisa segera selesai, agar kami bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk penanganan bencana ini," tutur Suwarso.

    Longsor tanah yang terjadi pada Kamis (28/12/2023) malam, telah merusak empat rumah warga yang berada di bawah tanggul pematangan lahan. Warga yang mengalami kerugian akibat bencana ini, mengaku bahwa tanggul yang dibangun oleh perusahaan Agung Podomoro Group tidak kuat menahan tekanan tanah.

    "Kami sudah merasakan ada pergerakan tanah sejak malam, tapi tidak ada peringatan dari pihak perusahaan. Pagi-pagi kami lihat tanggul sudah jebol dan tanah sudah menimpa rumah kami. Kami langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman," cerita Aleng (50), salah satu korban longsor. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Warga Terdampak Longsor di Sekitar Proyek Perumahan Dievakuasi oleh BPBD Samarinda

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    30 Desember 2023 pukul 18:49 WITA

    Tanggul proyek perumahan Bukit Mediterania di kawasan Jalan M Said jebol, rumah warga terdampak dan terdapat eksavator yang sedang beraktivitas diatas proyek. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda telah mengambil langkah-langkah penanganan darurat bagi warga yang terkena dampak longsor tanah akibat jebolnya tanggul pematangan lahan pada proyek perumahan Bukit Mediterania di kawasan Jalan M Said, Gang 6, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

    Kepala Pelaksana BPBD Samarinda, Suwarso, mengatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 60 jiwa yang berisiko terkena bencana susulan, serta memenuhi kebutuhan makanan dan kesehatan mereka.

    "Kami juga berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas proyek perumahan tersebut, agar segera melakukan perbaikan tanggul dan memberikan bantuan kepada korban," ujar Suwarso, Jumat (29/12/2023).

    Suwarso menambahkan bahwa BPBD Samarinda juga telah mendirikan posko pengawasan di lokasi bencana, yang melibatkan Tenaga Kesejahteraan Sosial (Tagana), relawan, dan BPBD. Posko ini bertugas untuk memantau perkembangan situasi selama 24 jam, serta mengawasi aktivitas warga yang masih tinggal di sekitar lokasi.

    "Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati, karena pergerakan tanah masih terus terjadi. Jika ada tanda-tanda aneh, segera laporkan ke posko atau hubungi nomor darurat kami," pesan Suwarso.

    Sementara itu, BPBD Samarinda juga sedang menyusun analisis bencana, yang akan disesuaikan dengan hasil analisis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda.

    "Kami berharap analisis ini bisa segera selesai, agar kami bisa menentukan langkah-langkah selanjutnya untuk penanganan bencana ini," tutur Suwarso.

    Longsor tanah yang terjadi pada Kamis (28/12/2023) malam, telah merusak empat rumah warga yang berada di bawah tanggul pematangan lahan. Warga yang mengalami kerugian akibat bencana ini, mengaku bahwa tanggul yang dibangun oleh perusahaan Agung Podomoro Group tidak kuat menahan tekanan tanah.

    "Kami sudah merasakan ada pergerakan tanah sejak malam, tapi tidak ada peringatan dari pihak perusahaan. Pagi-pagi kami lihat tanggul sudah jebol dan tanah sudah menimpa rumah kami. Kami langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman," cerita Aleng (50), salah satu korban longsor. 

    (Sf/Rs)