Cari disini...
Seputar Kaltim
Terduga pelaku terekam CCTV milik toko sebelum saat menjalankan aksinya. (Tangkapan Layar)
Tenggarong - Aksi maling di Kecamatan Tenggarong semakin meresahkan, warga mendesak pihak kepolisian untuk bergerak cepat menangkap diduga sindikat maling ini.
Kasus pencurian semakin meningkat menjelang akhir 2025. Beberapa kejadian pencurian berhasil terekam oleh kamera CCTV milik warga.
Fasilitas umum seperti besi pembatas jembatan Martadipura yang berada di Kecamatan Kota Bangun diduga menjadi target oleh oknum tidak bertanggung jawab ini.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh seputarfakta.com, beberapa kasus pencurian terjadi di Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya.
Pada September 2025, pencurian di sebuah toko penjual daging di Jalan Maduningrat, Tenggarong, beberapa barang milik warga berhasil digondol oleh maling, seperti tas berisi uang tunai senilai Rp3 juta, kunci mobil dan surat-surat pribadi.
Kemudian pencurian kabel listrik di Gang 5 Jalan Pesut, Tenggarong, aksi ini berlanjut ke sebuah toko konter di Jalan Kartini, Tenggarong.
Selanjutnya, pada Oktober kasus ini terulang lagi setelah terduga maling mencuri helm milik warga di Gang Petani, Jalan Stadion Rondong Demang, Tenggarong.
Sementara, pada November dalam kurun waktu satu minggu, tercatat sebanyak tiga kali kejadian pencurian berturut-turut seperti Desa Teluk Dalam, Tenggarong Seberang, Loh Sumber Loa Kulu dan Mangkuraja Delapan. Terduga pelaku berhasil menggasak kabel grounding menjebol pagar kawat.
Masih berlanjut, pencurian kembali terjadi di sebuah toko sembako Loa Duri dengan modus pelaku berbelanja dan menjalankan aksinya saat penjual lengah dan handphone milik korban langsung dibawa kabur. Terduga pelaku sempat terekam CCTV milik toko.
Aksi maling semakin meresahkan, maling kembali beraksi di RT 1 Jalan Jayamangku, Desa Loa Tebu. Dalam satu minggu terduga pelaku berhasil membobol rombong dan membawa kabur tabung gas dan dompet milik warga.
“Pada Jumat malam maling itu kembali lagi menggunakan kendaraan roda empat. Kejadian ini di kawasan Masjid Baiturrahman, maling sudah mengeret motor yang ada di bengkel hendak dinaikkan ke mobil pikap itu, untung ada warga melihat dan meneriaki, pelaku langsung kabur. Tentu ini sangat meresahkan,” kata Nur Budi, Jumat (21/11/2025).
Sementara Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda menegaskan pihaknya berkomitmen menjamin rasa aman untuk masyarakat dan akan mengejar para pelaku tersebut.
“Kami mengapresiasi laporan dari masyarakat. Kalau ada kejadian yang meresahkan seperti ini segera melapor ke polisi. Bapak/Ibu dapat menghubungi call center Polres Kukar atau Polri di 110,” tegas Kompol Roganda.
Polres Kukar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Parkirkan kendaraan di tempat yang aman, menggunakan kunci pengaman dan memastikan kunci kontak tidak tertinggal di motor, serta periksa bagian sisi rumah saat malam hendak tidur.
“Kami tegaskan akan menindak para pelaku-pelaku yang meresahkan masyarakat ini,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Terduga pelaku terekam CCTV milik toko sebelum saat menjalankan aksinya. (Tangkapan Layar)
Tenggarong - Aksi maling di Kecamatan Tenggarong semakin meresahkan, warga mendesak pihak kepolisian untuk bergerak cepat menangkap diduga sindikat maling ini.
Kasus pencurian semakin meningkat menjelang akhir 2025. Beberapa kejadian pencurian berhasil terekam oleh kamera CCTV milik warga.
Fasilitas umum seperti besi pembatas jembatan Martadipura yang berada di Kecamatan Kota Bangun diduga menjadi target oleh oknum tidak bertanggung jawab ini.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh seputarfakta.com, beberapa kasus pencurian terjadi di Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya.
Pada September 2025, pencurian di sebuah toko penjual daging di Jalan Maduningrat, Tenggarong, beberapa barang milik warga berhasil digondol oleh maling, seperti tas berisi uang tunai senilai Rp3 juta, kunci mobil dan surat-surat pribadi.
Kemudian pencurian kabel listrik di Gang 5 Jalan Pesut, Tenggarong, aksi ini berlanjut ke sebuah toko konter di Jalan Kartini, Tenggarong.
Selanjutnya, pada Oktober kasus ini terulang lagi setelah terduga maling mencuri helm milik warga di Gang Petani, Jalan Stadion Rondong Demang, Tenggarong.
Sementara, pada November dalam kurun waktu satu minggu, tercatat sebanyak tiga kali kejadian pencurian berturut-turut seperti Desa Teluk Dalam, Tenggarong Seberang, Loh Sumber Loa Kulu dan Mangkuraja Delapan. Terduga pelaku berhasil menggasak kabel grounding menjebol pagar kawat.
Masih berlanjut, pencurian kembali terjadi di sebuah toko sembako Loa Duri dengan modus pelaku berbelanja dan menjalankan aksinya saat penjual lengah dan handphone milik korban langsung dibawa kabur. Terduga pelaku sempat terekam CCTV milik toko.
Aksi maling semakin meresahkan, maling kembali beraksi di RT 1 Jalan Jayamangku, Desa Loa Tebu. Dalam satu minggu terduga pelaku berhasil membobol rombong dan membawa kabur tabung gas dan dompet milik warga.
“Pada Jumat malam maling itu kembali lagi menggunakan kendaraan roda empat. Kejadian ini di kawasan Masjid Baiturrahman, maling sudah mengeret motor yang ada di bengkel hendak dinaikkan ke mobil pikap itu, untung ada warga melihat dan meneriaki, pelaku langsung kabur. Tentu ini sangat meresahkan,” kata Nur Budi, Jumat (21/11/2025).
Sementara Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda menegaskan pihaknya berkomitmen menjamin rasa aman untuk masyarakat dan akan mengejar para pelaku tersebut.
“Kami mengapresiasi laporan dari masyarakat. Kalau ada kejadian yang meresahkan seperti ini segera melapor ke polisi. Bapak/Ibu dapat menghubungi call center Polres Kukar atau Polri di 110,” tegas Kompol Roganda.
Polres Kukar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Parkirkan kendaraan di tempat yang aman, menggunakan kunci pengaman dan memastikan kunci kontak tidak tertinggal di motor, serta periksa bagian sisi rumah saat malam hendak tidur.
“Kami tegaskan akan menindak para pelaku-pelaku yang meresahkan masyarakat ini,” tutupnya.
(Sf/Lo)