Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi penemuan bayi baru lahir (Dok: Freepik)
Tenggarong - Warga Desa Sebulu Modern digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki yang telah membusuk di kawasan hutan Kilometer (Km) 7, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (10/9/2026).
Jasad bayi tersebut ditemukan seorang perempuan bernama Aryani yang saat itu melintas di sekitar lokasi. Kala itu, saksi mata berhenti sebentar di lokasi untuk memberi makan anaknya. Namun, bau busuk yang menyengat menusuk hidungnya.
Saat sumber bau busuk tersebut dicari, betapa terkejutnya Aryani ketika menemukan sesosok jasad bayi yang ditutupi sebuah jaket berwarna cokelat di tepi jalan.
PS Kanit Reskrim Polsek Sebulu, Aipda Slamet Novianto mengatakan lokasi penemuan jasad bayi berada di tengah hutan dengan jarak sekitar lima Km dari permukiman warga.
"Untuk kasus bayi kemarin, Polsek Sebulu sudah bekerja sama dengan Inafis Polres Kukar dan juga Tim Alligator. Saat ini masih melakukan penyelidikan," ujar Aipda Slamet, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit, bayi tersebut diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan.
"Setelah kami lakukan visum tadi malam di rumah sakit, diperkirakan bayi tersebut sudah meninggal sekitar empat hari," terangnya.
Dalam penyelidikan sementara, polisi tengah menelusuri kemungkinan adanya ibu yang melahirkan dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Sebulu.
Polsek Sebulu bersama Tim Alligator telah meminta data dari Puskesmas Sebulu 1 dan Sebulu 2 mengenai ibu yang tercatat menjalani persalinan dalam beberapa pekan terakhir.
Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan kondisi di lapangan dengan mendatangi rumah masing-masing ibu yang tercatat melahirkan.
"Kalau misalnya ada data yang melahirkan, kami cek ke rumahnya. Kalau bayinya masih ada, berarti bukan pelakunya," jelas Slamet.
Selain puskesmas, kepolisian juga telah meminta data dari RSUD Aji Muhammad Parikesit untuk mengetahui kemungkinan adanya pasien yang datang dengan keluhan pendarahan yang diduga berkaitan dengan persalinan.
"Kami juga meminta data terkait pendarahan yang diduga terjadi setelah melahirkan," katanya.
Polisi juga akan melakukan penelusuran terhadap bidan maupun warga yang biasa membantu proses persalinan secara tradisional di wilayah Sebulu.
Menurutnya, bidan yang membantu proses persalinan biasanya melaporkan persalinan tersebut ke puskesmas.
Tidak berhenti di situ, polisi juga akan mendatangi warga yang biasa membantu proses persalinan untuk mencari informasi tambahan.
"Kami konfirmasi semuanya. Apabila memang ada yang dalam minggu-minggu ini meminta bantuan untuk melahirkan, kemudian kami cek rumahnya. Kalau tidak ada bayinya, mungkin bisa kami curigai sebagai pelaku," pungkasnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas ibu bayi sekaligus pihak yang diduga membuang jasad bayi tersebut.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi penemuan bayi baru lahir (Dok: Freepik)
Tenggarong - Warga Desa Sebulu Modern digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki yang telah membusuk di kawasan hutan Kilometer (Km) 7, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (10/9/2026).
Jasad bayi tersebut ditemukan seorang perempuan bernama Aryani yang saat itu melintas di sekitar lokasi. Kala itu, saksi mata berhenti sebentar di lokasi untuk memberi makan anaknya. Namun, bau busuk yang menyengat menusuk hidungnya.
Saat sumber bau busuk tersebut dicari, betapa terkejutnya Aryani ketika menemukan sesosok jasad bayi yang ditutupi sebuah jaket berwarna cokelat di tepi jalan.
PS Kanit Reskrim Polsek Sebulu, Aipda Slamet Novianto mengatakan lokasi penemuan jasad bayi berada di tengah hutan dengan jarak sekitar lima Km dari permukiman warga.
"Untuk kasus bayi kemarin, Polsek Sebulu sudah bekerja sama dengan Inafis Polres Kukar dan juga Tim Alligator. Saat ini masih melakukan penyelidikan," ujar Aipda Slamet, Jumat (11/9/2026).
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aji Muhammad Parikesit, bayi tersebut diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari sebelum ditemukan.
"Setelah kami lakukan visum tadi malam di rumah sakit, diperkirakan bayi tersebut sudah meninggal sekitar empat hari," terangnya.
Dalam penyelidikan sementara, polisi tengah menelusuri kemungkinan adanya ibu yang melahirkan dalam beberapa pekan terakhir di wilayah Sebulu.
Polsek Sebulu bersama Tim Alligator telah meminta data dari Puskesmas Sebulu 1 dan Sebulu 2 mengenai ibu yang tercatat menjalani persalinan dalam beberapa pekan terakhir.
Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan kondisi di lapangan dengan mendatangi rumah masing-masing ibu yang tercatat melahirkan.
"Kalau misalnya ada data yang melahirkan, kami cek ke rumahnya. Kalau bayinya masih ada, berarti bukan pelakunya," jelas Slamet.
Selain puskesmas, kepolisian juga telah meminta data dari RSUD Aji Muhammad Parikesit untuk mengetahui kemungkinan adanya pasien yang datang dengan keluhan pendarahan yang diduga berkaitan dengan persalinan.
"Kami juga meminta data terkait pendarahan yang diduga terjadi setelah melahirkan," katanya.
Polisi juga akan melakukan penelusuran terhadap bidan maupun warga yang biasa membantu proses persalinan secara tradisional di wilayah Sebulu.
Menurutnya, bidan yang membantu proses persalinan biasanya melaporkan persalinan tersebut ke puskesmas.
Tidak berhenti di situ, polisi juga akan mendatangi warga yang biasa membantu proses persalinan untuk mencari informasi tambahan.
"Kami konfirmasi semuanya. Apabila memang ada yang dalam minggu-minggu ini meminta bantuan untuk melahirkan, kemudian kami cek rumahnya. Kalau tidak ada bayinya, mungkin bisa kami curigai sebagai pelaku," pungkasnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas ibu bayi sekaligus pihak yang diduga membuang jasad bayi tersebut.
(Sf/Lo)