Seputar Kaltim

    Warga Samarinda Harap Bersiap, Jembatan Mahulu Ditutup 6 Jam Besok, Ini Jadwal dan Skema Pengalihannya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 Februari 2026 pukul 20:20 WITA

    Pamflet pemeberitahuan Jembatan Mahakam akan ditutup besok. (Foto:PUPR-PERA)

    Samarinda - Akses lalu lintas di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda akan ditutup total pada Rabu (4/2/2026). 

    Penutupan dijadwalkan berlangsung selama enam jam, mulai pukul 08.00-14.00 WITA. Langkah ini diambil menyusul dikeluarkannya surat resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Nomor: 600.1.8/290/DPUPR-I/2026. 

    Penutupan dilakukan untuk memfasilitasi pelaksanaan Pengujian Beban Dinamis dan Non-Destructive Test (NDT) guna memastikan keamanan struktur jembatan pasca-insiden tertabrak tongkang beberapa waktu lalu.

    Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran menegaskan uji beban ini adalah prosedur vital untuk menjamin keselamatan pengguna jalan jangka panjang.

    "Pengujian beban ini memastikan kondisi keamanan jembatan. Tidak hanya di atas jembatan, area di bawah jembatan juga akan kami tutup sementara sebagai bagian dari sterilisasi dan rekayasa lalu lintas demi keamanan bersama," ujar Muhran.

    Pihak berwenang telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas untuk meminimalisir dampak kemacetan di jalur-jalur alternatif. Dinas PUPR-PERA telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait sosialisasi pengalihan arus ini.

    Secara khusus, Muhran memberikan imbauan tegas bagi sektor logistik dan angkutan berat. Kendaraan Angkutan Barang Berat Roda 6 (R6) ke atas diminta untuk menunda perjalanan selama durasi pengujian.

    "Kami minta agar kendaraan berat tetap berada di pool, tempat parkir atau bengkel perusahaan masing-masing selama jam pengujian. Ini untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan akses," jelasnya.

    Sementara, bagi pengguna kendaraan ringan, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4) disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau memilih rute alternatif lain guna menghindari potensi kemacetan di titik-titik pengalihan.

    Meskipun jadwal penutupan dipatok hingga pukul 14.00 WITA, Muhran menyebutkan sifat penutupan ini tentatif menyesuaikan durasi pengerjaan di lapangan.

    "Jika pengujian selesai lebih cepat dari pukul 14.00 WITA, jembatan akan segera kami buka kembali agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama," tambahnya.

    Terkait teknis pengujian, tim ahli akan menggunakan metode uji beban dinamis dengan satu unit truk bermuatan. Metode ini serupa dengan yang diterapkan pada pengujian Jembatan Mahakam sebelumnya.

    Publik juga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui status keamanan jembatan tersebut. Muhran menargetkan hasil analisis teknis dapat rampung dalam waktu singkat.

    "Estimasi waktunya paling lama sekitar satu minggu. Namun kami berharap hasilnya bisa keluar lebih cepat, sekitar tiga sampai empat hari ke depan. Begitu hasil keluar, akan segera kami publikasikan ke masyarakat," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Warga Samarinda Harap Bersiap, Jembatan Mahulu Ditutup 6 Jam Besok, Ini Jadwal dan Skema Pengalihannya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 Februari 2026 pukul 20:20 WITA

    Pamflet pemeberitahuan Jembatan Mahakam akan ditutup besok. (Foto:PUPR-PERA)

    Samarinda - Akses lalu lintas di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda akan ditutup total pada Rabu (4/2/2026). 

    Penutupan dijadwalkan berlangsung selama enam jam, mulai pukul 08.00-14.00 WITA. Langkah ini diambil menyusul dikeluarkannya surat resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Nomor: 600.1.8/290/DPUPR-I/2026. 

    Penutupan dilakukan untuk memfasilitasi pelaksanaan Pengujian Beban Dinamis dan Non-Destructive Test (NDT) guna memastikan keamanan struktur jembatan pasca-insiden tertabrak tongkang beberapa waktu lalu.

    Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kaltim, Muhammad Muhran menegaskan uji beban ini adalah prosedur vital untuk menjamin keselamatan pengguna jalan jangka panjang.

    "Pengujian beban ini memastikan kondisi keamanan jembatan. Tidak hanya di atas jembatan, area di bawah jembatan juga akan kami tutup sementara sebagai bagian dari sterilisasi dan rekayasa lalu lintas demi keamanan bersama," ujar Muhran.

    Pihak berwenang telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas untuk meminimalisir dampak kemacetan di jalur-jalur alternatif. Dinas PUPR-PERA telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) terkait sosialisasi pengalihan arus ini.

    Secara khusus, Muhran memberikan imbauan tegas bagi sektor logistik dan angkutan berat. Kendaraan Angkutan Barang Berat Roda 6 (R6) ke atas diminta untuk menunda perjalanan selama durasi pengujian.

    "Kami minta agar kendaraan berat tetap berada di pool, tempat parkir atau bengkel perusahaan masing-masing selama jam pengujian. Ini untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalan akses," jelasnya.

    Sementara, bagi pengguna kendaraan ringan, baik roda dua (R2) maupun roda empat (R4) disarankan untuk merencanakan perjalanan lebih awal atau memilih rute alternatif lain guna menghindari potensi kemacetan di titik-titik pengalihan.

    Meskipun jadwal penutupan dipatok hingga pukul 14.00 WITA, Muhran menyebutkan sifat penutupan ini tentatif menyesuaikan durasi pengerjaan di lapangan.

    "Jika pengujian selesai lebih cepat dari pukul 14.00 WITA, jembatan akan segera kami buka kembali agar aktivitas masyarakat tidak terganggu terlalu lama," tambahnya.

    Terkait teknis pengujian, tim ahli akan menggunakan metode uji beban dinamis dengan satu unit truk bermuatan. Metode ini serupa dengan yang diterapkan pada pengujian Jembatan Mahakam sebelumnya.

    Publik juga tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengetahui status keamanan jembatan tersebut. Muhran menargetkan hasil analisis teknis dapat rampung dalam waktu singkat.

    "Estimasi waktunya paling lama sekitar satu minggu. Namun kami berharap hasilnya bisa keluar lebih cepat, sekitar tiga sampai empat hari ke depan. Begitu hasil keluar, akan segera kami publikasikan ke masyarakat," tutupnya.

    (Sf/Lo)