Cari disini...
Seputar Kaltim
Warga yang mengantre untuk membeli elpiji 3 kilogram di pangkalan gas elpiji Ahmad Yani, Temindung Permai, Samarinda, Selasa (4/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pangkalan elpiji 3 kilogram di Jalan Ahmad Yani, Temindung Permai, Samarinda, diserbu puluhan warga pada Selasa (4/6/2024).
Antrean panjang terjadi akibat kelangkaan elpiji 3 kilogram di pasaran yang memicu lonjakan harga hingga Rp50 ribu per tabung.
Salah seorang warga yang mangantre, Ace mengaku rela jauh-jauh dari rumahnya di kawasan Rapak Binuang agar bisa mendapatkan jatah tabung. Ia mengungkapkan keluhannya setelah lama menunggu dalam antrean.
"Sudah lumayan lama kami menunggu. Harganya satu tabung kalau di sini Rp19 ribu. Syaratnya harus membawa KTP, dan satu KTP hanya bisa mendapatkan satu tabung," ujar Ibu Ace.
Menurutnya, pangkalan elpiji tersebut menerapkan sistem baru dengan menggunakan nomor antrean, yang sebelumnya tidak pernah diberlakukan.
Dari pantauan lapangan, sekitar pukul 13.40 WITA, nomor antrean baru dibagikan kepada warga yang telah menunggu sejak pagi.
"Ini sistem baru pakai nomor antrean. Kemarin-kemarin tidak," tambahnya.
Petugas dengan tegas meminta kepada masyarakat yang hadir agar tertib menunggu hingga gilirannya tiba.
Nomor antrean hanya diberikan kepada masyarakat yang hadir di lokasi dan terlihat membawa tabung elpiji 3 kilogram. Apabila orangnya tidak hadir atau tidak membawa tabung, maka nomor antrean tidak akan diberikan.
Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung elpiji dengan harga subsidi, sementara harga di pasar bebas terus meroket.
"Saya sudah beberapa kali datang ke sini dan selalu antre panjang. Kalau beli di luar harganya bisa sampai Rp50 ribu," tuturnya.
Banyak warga mengaku bahwa semua warung kehabisan stok elpiji. Oleh karena itu, mereka rela antre sejak pagi demi mendapatkan tabung elpiji 3kg dengan harga subsidi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Warga yang mengantre untuk membeli elpiji 3 kilogram di pangkalan gas elpiji Ahmad Yani, Temindung Permai, Samarinda, Selasa (4/6/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pangkalan elpiji 3 kilogram di Jalan Ahmad Yani, Temindung Permai, Samarinda, diserbu puluhan warga pada Selasa (4/6/2024).
Antrean panjang terjadi akibat kelangkaan elpiji 3 kilogram di pasaran yang memicu lonjakan harga hingga Rp50 ribu per tabung.
Salah seorang warga yang mangantre, Ace mengaku rela jauh-jauh dari rumahnya di kawasan Rapak Binuang agar bisa mendapatkan jatah tabung. Ia mengungkapkan keluhannya setelah lama menunggu dalam antrean.
"Sudah lumayan lama kami menunggu. Harganya satu tabung kalau di sini Rp19 ribu. Syaratnya harus membawa KTP, dan satu KTP hanya bisa mendapatkan satu tabung," ujar Ibu Ace.
Menurutnya, pangkalan elpiji tersebut menerapkan sistem baru dengan menggunakan nomor antrean, yang sebelumnya tidak pernah diberlakukan.
Dari pantauan lapangan, sekitar pukul 13.40 WITA, nomor antrean baru dibagikan kepada warga yang telah menunggu sejak pagi.
"Ini sistem baru pakai nomor antrean. Kemarin-kemarin tidak," tambahnya.
Petugas dengan tegas meminta kepada masyarakat yang hadir agar tertib menunggu hingga gilirannya tiba.
Nomor antrean hanya diberikan kepada masyarakat yang hadir di lokasi dan terlihat membawa tabung elpiji 3 kilogram. Apabila orangnya tidak hadir atau tidak membawa tabung, maka nomor antrean tidak akan diberikan.
Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung elpiji dengan harga subsidi, sementara harga di pasar bebas terus meroket.
"Saya sudah beberapa kali datang ke sini dan selalu antre panjang. Kalau beli di luar harganya bisa sampai Rp50 ribu," tuturnya.
Banyak warga mengaku bahwa semua warung kehabisan stok elpiji. Oleh karena itu, mereka rela antre sejak pagi demi mendapatkan tabung elpiji 3kg dengan harga subsidi.
(Sf/Rs)