Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Ilustrasi maling. (Freepik)
Tenggarong - Kasus pencurian marak terjadi di kawasan Kilometer 56, tepatnya di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Desa Suka Damai, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Warga merasa resah karena maling beraksi tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Aksi pencurian ini dilakukan pada malam dan siang hari.
Korban, Khaerul (35) menjelaskan sasaran maling bukan hanya rumah dan toko, tapi juga bangunan walet. Bahkan dalam enam bulan terakhir, rumah walet milik Sunardi sudah tujuh kali dibobol oleh maling.
“Ini sangat membahayakan dan merugikan sekali kalau tidak ditangani oleh pihak kepolisian dengan cepat, maling semakin merajalela,” kata Khaerul, Rabu (10/12/2025).
Kata dia, setiap kali maling beraksi, ia berhasil menggasak sekitar satu kilogram sarang walet yang telah dipanen, nilai per kilogram sekitar Rp5 juta rupiah.
Kemudian ada juga rumah yang dibobol pada siang bolong saat pemilik rumah sedang berada di kebun, emas 15 gram raib dibawa kabur oleh maling tersebut. Maling tersebut juga melakukan pembobolan toko dan tabung gas ludes dibawa maling.
“Kita sudah melaporkan berulang kali kasus pencurian ini ke pihak Kepolisian, tapi sampai kini belum ada informasi mengenai pelaku yang berhasil ditangkap,” ujarnya.
Kini, warga telah mengaktifkan ronda malam, maling tersebut nampaknya telah mempelajari kondisi lingkungan dan jalur akses di wilayah tersebut, sehingga tetap dapat melakukan aksinya tanpa diketahui.
Khaerul mengungkap aksi pelaku juga telah terekam kamera CCTV saat menjalankan membobol rumah walet milik warga setempat. Rekaman CCTV tersebut kini akan dijadikan barang bukti agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku.
“Situasi pencurian di desa kami sudah darurat, mengingat kejadian ini terus berulang dan kerugian yang dialami masyarakat mencapai ratusan juta,” ungkap Kaherul.
Dirinya berharap pihak kepolisian dapat segera bertindak cepat bila mendapatkan laporan dan maling bisa cepat diamankan.
“Selain kami dari warga yang sudah menjalankan ronda malam, polisi juga harus meningkatkan patroli di setiap wilayah kami ini demi keamanan bersama,” harapnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Ilustrasi maling. (Freepik)
Tenggarong - Kasus pencurian marak terjadi di kawasan Kilometer 56, tepatnya di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Desa Suka Damai, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Warga merasa resah karena maling beraksi tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Aksi pencurian ini dilakukan pada malam dan siang hari.
Korban, Khaerul (35) menjelaskan sasaran maling bukan hanya rumah dan toko, tapi juga bangunan walet. Bahkan dalam enam bulan terakhir, rumah walet milik Sunardi sudah tujuh kali dibobol oleh maling.
“Ini sangat membahayakan dan merugikan sekali kalau tidak ditangani oleh pihak kepolisian dengan cepat, maling semakin merajalela,” kata Khaerul, Rabu (10/12/2025).
Kata dia, setiap kali maling beraksi, ia berhasil menggasak sekitar satu kilogram sarang walet yang telah dipanen, nilai per kilogram sekitar Rp5 juta rupiah.
Kemudian ada juga rumah yang dibobol pada siang bolong saat pemilik rumah sedang berada di kebun, emas 15 gram raib dibawa kabur oleh maling tersebut. Maling tersebut juga melakukan pembobolan toko dan tabung gas ludes dibawa maling.
“Kita sudah melaporkan berulang kali kasus pencurian ini ke pihak Kepolisian, tapi sampai kini belum ada informasi mengenai pelaku yang berhasil ditangkap,” ujarnya.
Kini, warga telah mengaktifkan ronda malam, maling tersebut nampaknya telah mempelajari kondisi lingkungan dan jalur akses di wilayah tersebut, sehingga tetap dapat melakukan aksinya tanpa diketahui.
Khaerul mengungkap aksi pelaku juga telah terekam kamera CCTV saat menjalankan membobol rumah walet milik warga setempat. Rekaman CCTV tersebut kini akan dijadikan barang bukti agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku.
“Situasi pencurian di desa kami sudah darurat, mengingat kejadian ini terus berulang dan kerugian yang dialami masyarakat mencapai ratusan juta,” ungkap Kaherul.
Dirinya berharap pihak kepolisian dapat segera bertindak cepat bila mendapatkan laporan dan maling bisa cepat diamankan.
“Selain kami dari warga yang sudah menjalankan ronda malam, polisi juga harus meningkatkan patroli di setiap wilayah kami ini demi keamanan bersama,” harapnya.
(Sf/Lo)