Cari disini...
Seputar Kaltim
Tim BPBD Kukar saat hendak melakukan upaya pencarian terhadap korban penerkaman di Muara Jawa (Dok: istimewa)
Tenggarong - Seorang pria berinisial N (49), warga Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hilang usai diterkam buaya di perairan sungai, Senin (19/1/2026) sekitar 23.45 WITA.
Koordinator BPBD Kukar, Eko Suryawinata mengatakan insiden mengenaskan ini terjadi ketika korban tengah berupaya mengeluarkan hasil tangkapan udang dari jeratan jaring ikan di Empang Muara Ulu.
Kala itu, jaring ikan terasa berat saat diangkat sehingga korban memutuskan turun untuk mengangkat jaring.
Tapi nahas, korban yang tidak menyadari adanya buaya yang sedang mengintai, langsung diterkam hingga dibawa menghilang ke dalam perairan.
“Saat mengangkat jaring, korban dibantu anaknya dan pemilik empang. Jadi ketika diterkam anak korban menyaksikan secara langsung insiden itu,” ujar Eko, Rabu (21/1/2026).
Saat keesokan harinya sekitar pukul 11.00 WITA, anak korban menemukan potongan anggota tubuh korban yang berjarak 300 meter dari lokasi terjadinya insiden.
Kini memasuki hari kedua pascakejadian, tim SAR gabungan tengah melakukan upaya pencarian terhadap tubuh korban dengan menyusuri area sungai dan empang di sekitar lokasi kejadian.
“Laporan baru masuk saat Selasa kemarin (20/1/2026) sekitar pukul 13.00 WITA karena di sana sempat tidak ada sinyal (akses internet),” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Tim BPBD Kukar saat hendak melakukan upaya pencarian terhadap korban penerkaman di Muara Jawa (Dok: istimewa)
Tenggarong - Seorang pria berinisial N (49), warga Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar) dilaporkan hilang usai diterkam buaya di perairan sungai, Senin (19/1/2026) sekitar 23.45 WITA.
Koordinator BPBD Kukar, Eko Suryawinata mengatakan insiden mengenaskan ini terjadi ketika korban tengah berupaya mengeluarkan hasil tangkapan udang dari jeratan jaring ikan di Empang Muara Ulu.
Kala itu, jaring ikan terasa berat saat diangkat sehingga korban memutuskan turun untuk mengangkat jaring.
Tapi nahas, korban yang tidak menyadari adanya buaya yang sedang mengintai, langsung diterkam hingga dibawa menghilang ke dalam perairan.
“Saat mengangkat jaring, korban dibantu anaknya dan pemilik empang. Jadi ketika diterkam anak korban menyaksikan secara langsung insiden itu,” ujar Eko, Rabu (21/1/2026).
Saat keesokan harinya sekitar pukul 11.00 WITA, anak korban menemukan potongan anggota tubuh korban yang berjarak 300 meter dari lokasi terjadinya insiden.
Kini memasuki hari kedua pascakejadian, tim SAR gabungan tengah melakukan upaya pencarian terhadap tubuh korban dengan menyusuri area sungai dan empang di sekitar lokasi kejadian.
“Laporan baru masuk saat Selasa kemarin (20/1/2026) sekitar pukul 13.00 WITA karena di sana sempat tidak ada sinyal (akses internet),” tandasnya.
(Sf/Rs)