Cari disini...
Seputar Kaltim
Kondisi jembatan penghubung Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU dan Desa Petiku, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.(Istimewa)
Penajam – Kondisi jembatan penghubung Desa Sri Raharja dan Desa Petiku sangat memprihatinkan dan membuat masyarakat khawatir.
Jembatan Sri Raharja berada di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Jembatan Petiku ada di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Jembatan di dua desa tersebut berfungsi menghubungkan dua kabupaten.
Tapi infrastruktur yang menjadi akses penting dan jalur distribusi petani sawit itu sangat memerlukan perbaikan. Jembatan ini telah berdiri sejak puluhan tahun lalu, tepatnya ketika Desa Sri Raharja masih bergabung dengan Kabupaten Paser.
Ketua RT 06 Desa Sri Raharja, Khasim meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU untuk segera melakukan perbaikan karena kondisi jembatan telah mengalami kerusakan di berbagai bagian, papan-papan kayu mulai rapuh, baut-baut perekat fondasi banyak terlepas. Kondisi itu dinilai tidak layak untuk dilintasi kendaraan, terutama bermuatan besar.
"Jembatan itu sudah sangat memprihatinkan. Papannya sudah jabuk, baut-bautnya juga banyak yang sudah lepas. Apalagi yang kerap melintasi jembatan itu adalah kendaraan muatan sawit yang berpotensi membuat kondisi jembatan semakin parah apabila tidak segera diperbaiki," ucap Khasim, Kamis (24/4/2025).
Khasim mengaku telah berulangkali mengusulkan perbaikan infrastruktur jembatan kepada Pemkab PPU, tapi belum ada tindak lanjut hingga sekarang.
"Sejak jembatan itu berdiri, seingat saya baru sekali ada pemeliharaan, itu pun sudah lama sekali. Desa sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan ke pemerintah, tapi belum ada tindak lanjut dari mereka," beber Khasim.
Ia berharap Pemkab PPU dapat segera menindaklanjuti usulan perbaikan agar dapat mencegah insiden ambruknya jembatan. “Setiap kali pengendara melintas, mereka selalu was-was karena takut tiba-tiba jembatan itu ambruk,” pungkasnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU, Petriandy Ponganton Pasulu mengatakan perbaikan jembatan difokuskan pada usulan-usulan sebelumnya. Artinya jembatan penghubung Desa Sri Raharja dan Desa Petiku belum bisa diperbaiki pada 2025.
“Tim lagi fokus perbaikan usulan-usulan sebelumnya, yakni jembatan di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu yang akan kita lakukan pemeliharaan pada tahun ini. Jadi perbaikan jembatan Desa Sri Raharja-Petiku sepertinya belum bisa karena untuk saat ini paling bisa kami hanya bersifat pemeliharaan saja,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kondisi jembatan penghubung Desa Sri Raharja, Kecamatan Babulu, Kabupaten PPU dan Desa Petiku, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.(Istimewa)
Penajam – Kondisi jembatan penghubung Desa Sri Raharja dan Desa Petiku sangat memprihatinkan dan membuat masyarakat khawatir.
Jembatan Sri Raharja berada di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Jembatan Petiku ada di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Jembatan di dua desa tersebut berfungsi menghubungkan dua kabupaten.
Tapi infrastruktur yang menjadi akses penting dan jalur distribusi petani sawit itu sangat memerlukan perbaikan. Jembatan ini telah berdiri sejak puluhan tahun lalu, tepatnya ketika Desa Sri Raharja masih bergabung dengan Kabupaten Paser.
Ketua RT 06 Desa Sri Raharja, Khasim meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU untuk segera melakukan perbaikan karena kondisi jembatan telah mengalami kerusakan di berbagai bagian, papan-papan kayu mulai rapuh, baut-baut perekat fondasi banyak terlepas. Kondisi itu dinilai tidak layak untuk dilintasi kendaraan, terutama bermuatan besar.
"Jembatan itu sudah sangat memprihatinkan. Papannya sudah jabuk, baut-bautnya juga banyak yang sudah lepas. Apalagi yang kerap melintasi jembatan itu adalah kendaraan muatan sawit yang berpotensi membuat kondisi jembatan semakin parah apabila tidak segera diperbaiki," ucap Khasim, Kamis (24/4/2025).
Khasim mengaku telah berulangkali mengusulkan perbaikan infrastruktur jembatan kepada Pemkab PPU, tapi belum ada tindak lanjut hingga sekarang.
"Sejak jembatan itu berdiri, seingat saya baru sekali ada pemeliharaan, itu pun sudah lama sekali. Desa sudah berkali-kali mengusulkan perbaikan ke pemerintah, tapi belum ada tindak lanjut dari mereka," beber Khasim.
Ia berharap Pemkab PPU dapat segera menindaklanjuti usulan perbaikan agar dapat mencegah insiden ambruknya jembatan. “Setiap kali pengendara melintas, mereka selalu was-was karena takut tiba-tiba jembatan itu ambruk,” pungkasnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) PPU, Petriandy Ponganton Pasulu mengatakan perbaikan jembatan difokuskan pada usulan-usulan sebelumnya. Artinya jembatan penghubung Desa Sri Raharja dan Desa Petiku belum bisa diperbaiki pada 2025.
“Tim lagi fokus perbaikan usulan-usulan sebelumnya, yakni jembatan di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu yang akan kita lakukan pemeliharaan pada tahun ini. Jadi perbaikan jembatan Desa Sri Raharja-Petiku sepertinya belum bisa karena untuk saat ini paling bisa kami hanya bersifat pemeliharaan saja,” tandasnya.
(Sf/Lo)