Seputar Kaltim

    Warga Loa Kulu dan PT KSA Bahas Total Kerugian Usai Dihantam Kapal Tongkang

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 Januari 2026 pukul 17:42 WITA

    Warga Loa Kulu saat menggelar mediasi bersama PT KSA membahas ganti rugi terkait insiden Kapal Tongkang menghantam keramba dan rumah (Dok: istimewa)

    Tenggarong - Sejumlah Warga Loa Kulu Kota menggelar mediasi bersama PT Kartika Samudra Adijaya (KSA) untuk menindaklanjuti insiden Kapal Tongkang yang sempat menghantam ratusan petak keramba dan beberapa rumah pada 4 Januari 2026. 

    Dalam mediasi ini, kedua belah pihak yakni pemilik keramba dan PT KSA membahas total kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

    Kepala Desa Loa Kulu Kota, Rizali mengatakan proses identifikasi kerugian masih terus dilakukan oleh pemilik keramba dan pihak perusahaan.

    “Saat ini PT KSA sedang melakukan identifikasi di lapangan terkait total kerugian, baik itu jumlah keramba hingga rumah warga yang hancur,” ujar Rizali, Selasa (6/1/2026).

    Ia menyampaikan pihak perusahaan bersedia bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga. Dalam proses identifikasi kerugian ini, pihak asuransi turut dilibatkan untuk melakukan penilaian dan verifikasi terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

    Pemerintah desa dan Polsek Loa Kulu turut melakukan pendampingan guna memastikan proses penyelesaian masalah dapat berlangsung aman, lancar dan transparan.

    “Pihak korban dan perusahaan saat ini sedang melakukan identifikasi, termasuk dari pihak asuransi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Warga Loa Kulu dan PT KSA Bahas Total Kerugian Usai Dihantam Kapal Tongkang

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    06 Januari 2026 pukul 17:42 WITA

    Warga Loa Kulu saat menggelar mediasi bersama PT KSA membahas ganti rugi terkait insiden Kapal Tongkang menghantam keramba dan rumah (Dok: istimewa)

    Tenggarong - Sejumlah Warga Loa Kulu Kota menggelar mediasi bersama PT Kartika Samudra Adijaya (KSA) untuk menindaklanjuti insiden Kapal Tongkang yang sempat menghantam ratusan petak keramba dan beberapa rumah pada 4 Januari 2026. 

    Dalam mediasi ini, kedua belah pihak yakni pemilik keramba dan PT KSA membahas total kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

    Kepala Desa Loa Kulu Kota, Rizali mengatakan proses identifikasi kerugian masih terus dilakukan oleh pemilik keramba dan pihak perusahaan.

    “Saat ini PT KSA sedang melakukan identifikasi di lapangan terkait total kerugian, baik itu jumlah keramba hingga rumah warga yang hancur,” ujar Rizali, Selasa (6/1/2026).

    Ia menyampaikan pihak perusahaan bersedia bertanggung jawab atas kerugian yang dialami warga. Dalam proses identifikasi kerugian ini, pihak asuransi turut dilibatkan untuk melakukan penilaian dan verifikasi terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.

    Pemerintah desa dan Polsek Loa Kulu turut melakukan pendampingan guna memastikan proses penyelesaian masalah dapat berlangsung aman, lancar dan transparan.

    “Pihak korban dan perusahaan saat ini sedang melakukan identifikasi, termasuk dari pihak asuransi,” tandasnya.

    (Sf/Lo)