Warga Kota Samarinda Tarik Selimut Lebih Awal di Malam Tahun Baru, Cuaca dan Edaran Wali Kota Sangat Mendukung

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    31 Desember 2025 10:08 WIB

    Awan gelap sedang menyelimuti Kota Samarinda dan ditandai hujan rintik-rintik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Rencana begadang hingga pagi menyambut tahun baru 2026 tampaknya bakal batal bagi sebagian besar warga Kota Samarinda. 

    Tahun ini, alam dan aturan pemerintah seolah bersekongkol menciptakan suasana yang lebih nikmat untuk menarik selimut lebih awal ketimbang keluyuran di jalan.

    Berdasarkan data rilis resmi BMKG dan Surat Edaran Wali Kota Samarinda

    yang terbit Rabu (31/12/2025), kondisi malam ini dipastikan basah, dingin, dan ketat aturan.

    Bagi Anda yang berniat nongkrong di pinggir Sungai Mahakam, sebaiknya pikir ulang. 

    Berdasarkan Prakiraan Cuaca Wisata Kota Samarinda yang berlaku hari ini, Rabu (31/12/2025), destinasi populer seperti Tepian Mahakam diprediksi akan diguyur hujan ringan secara konsisten, mulai dari malam hari hingga dini hari nanti.

    Data BMKG menunjukkan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi, mencapai 99 persen di wilayah Tepian Mahakam dan Desa Budaya Pampang. 

    Dengan suhu udara berkisar 23 derajat celcius dan angin yang berhembus dari Barat Daya, suasana malam ini memang lebih mendukung untuk beristirahat di rumah.

    Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, saat dikonfirmasi Rabu sore membenarkan data tersebut. 

    "Potensi hujan ringan namun merata ini perlu diwaspadai, terutama karena durasinya yang diprediksi terjadi pada jam-jam aktif perayaan tahun baru (malam hingga dini hari)," ujar Kukuh.

    Jika cuaca basah belum cukup menjadi alasan untuk pulang cepat, aturan Wali Kota Samarinda menjadi penentu akhirnya. 

    Wali Kota Andi Harun telah meneken Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/4054011.04 tentang Pengaturan Kegiatan Masyarakat Pada Malam Pergantian Tahun Baru 2026.

    Dalam edaran tersebut, tertulis instruksi tegas yang membatasi napas"perayaan tahun baru hanya sampai pukul 01.00 WITA.

    "Seluruh aktivitas perayaan malam pergantian tahun baru 2026 dibatasi paling lama sampai dengan pukul 01.00 WITA. Setelah batas waktu tersebut, masyarakat diimbau untuk segera kembali ke tempat tinggal masing-masing secara tertib," bunyi poin B.1 dan B.2 dalam edaran tersebut.

    Pemerintah juga menutup akses euforia di lokasi-lokasi ikonik. Dalam poin A.3 edaran tersebut, Wali Kota menegaskan larangan keras beraktivitas di jembatan.

    "Dilarang melakukan perayaan, berkumpul, berhenti, konvoi... di atas Jembatan Mahakam, Jembatan Ahmad Amins, dan Jembatan Mahulu," tulis Andi Harun.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Warga Kota Samarinda Tarik Selimut Lebih Awal di Malam Tahun Baru, Cuaca dan Edaran Wali Kota Sangat Mendukung

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    31 Desember 2025 10:08 WIB

    Awan gelap sedang menyelimuti Kota Samarinda dan ditandai hujan rintik-rintik. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Rencana begadang hingga pagi menyambut tahun baru 2026 tampaknya bakal batal bagi sebagian besar warga Kota Samarinda. 

    Tahun ini, alam dan aturan pemerintah seolah bersekongkol menciptakan suasana yang lebih nikmat untuk menarik selimut lebih awal ketimbang keluyuran di jalan.

    Berdasarkan data rilis resmi BMKG dan Surat Edaran Wali Kota Samarinda

    yang terbit Rabu (31/12/2025), kondisi malam ini dipastikan basah, dingin, dan ketat aturan.

    Bagi Anda yang berniat nongkrong di pinggir Sungai Mahakam, sebaiknya pikir ulang. 

    Berdasarkan Prakiraan Cuaca Wisata Kota Samarinda yang berlaku hari ini, Rabu (31/12/2025), destinasi populer seperti Tepian Mahakam diprediksi akan diguyur hujan ringan secara konsisten, mulai dari malam hari hingga dini hari nanti.

    Data BMKG menunjukkan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi, mencapai 99 persen di wilayah Tepian Mahakam dan Desa Budaya Pampang. 

    Dengan suhu udara berkisar 23 derajat celcius dan angin yang berhembus dari Barat Daya, suasana malam ini memang lebih mendukung untuk beristirahat di rumah.

    Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, saat dikonfirmasi Rabu sore membenarkan data tersebut. 

    "Potensi hujan ringan namun merata ini perlu diwaspadai, terutama karena durasinya yang diprediksi terjadi pada jam-jam aktif perayaan tahun baru (malam hingga dini hari)," ujar Kukuh.

    Jika cuaca basah belum cukup menjadi alasan untuk pulang cepat, aturan Wali Kota Samarinda menjadi penentu akhirnya. 

    Wali Kota Andi Harun telah meneken Surat Edaran Nomor 100.3.4.3/4054011.04 tentang Pengaturan Kegiatan Masyarakat Pada Malam Pergantian Tahun Baru 2026.

    Dalam edaran tersebut, tertulis instruksi tegas yang membatasi napas"perayaan tahun baru hanya sampai pukul 01.00 WITA.

    "Seluruh aktivitas perayaan malam pergantian tahun baru 2026 dibatasi paling lama sampai dengan pukul 01.00 WITA. Setelah batas waktu tersebut, masyarakat diimbau untuk segera kembali ke tempat tinggal masing-masing secara tertib," bunyi poin B.1 dan B.2 dalam edaran tersebut.

    Pemerintah juga menutup akses euforia di lokasi-lokasi ikonik. Dalam poin A.3 edaran tersebut, Wali Kota menegaskan larangan keras beraktivitas di jembatan.

    "Dilarang melakukan perayaan, berkumpul, berhenti, konvoi... di atas Jembatan Mahakam, Jembatan Ahmad Amins, dan Jembatan Mahulu," tulis Andi Harun.

    (Sf/Rs)