Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo kepada media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan debu yang belakangan dikeluhkan warga di sejumlah wilayah. Warga, khususnya pengendara, diminta menggunakan masker dan perlengkapan pelindung guna mengurangi risiko paparan debu.
Ia mengingatkan, informasi mengenai adanya debu tersebut telah disampaikan melalui berbagai media sosial dan komunitas masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga telah mengingatkan warga agar mengambil langkah pencegahan saat beraktivitas di luar ruangan.
“Komunitas-komunitas dan masyarakat sudah diimbau terkait adanya debu tersebut,” kata Bagus kepada awak media, Rabu (24/6/2026).
Ia menduga kemunculan debu berkaitan dengan proses operasional proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang saat ini mulai beroperasi setelah sebelumnya berada pada tahap konstruksi.
Menurutnya, saat masa transisi dari konstruksi menuju operasional, terdapat berbagai material atau lapisan yang digunakan pada pipa maupun cerobong fasilitas. Ketika terkena panas dalam proses awal pengoperasian, material tersebut diduga berubah menjadi partikel halus yang kemudian terbawa angin.
“Karena sebelumnya masih dalam program konstruksi, kemungkinan ada lapisan atau material tertentu pada pipa maupun cerobong. Saat terkena panas, material itu bisa berubah menjadi debu dan terbawa ke udara,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti munculnya debu tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau menggunakan masker saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan. Pengendara sepeda motor juga disarankan memakai helm tertutup untuk melindungi mata dari paparan partikel debu.
“Pakai masker saat berkendara karena dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan jika terhirup. Gunakan juga helm yang tertutup agar debu tidak mengenai mata,” mengingatkan.
Bagus berharap pihak PT Pertamina (Persero) dapat memberikan penjelasan dan sosialisasi kepada masyarakat agar informasi yang beredar tidak menimbulkan keresahan.
“Pihak Pertamina diharapkan dapat memberikan imbauan dan penjelasan kepada warga, sehingga masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya dan tidak resah,” terangnya.
Wawali menambahkan, Pemkot Balikpapan terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memantau perkembangan situasi. Dalam waktu dekat, komunikasi lanjutan dengan pihak perusahaan akan kembali dilakukan guna memperoleh informasi yang lebih lengkap.
“Pemkot terus berkoordinasi dengan Pertamina terkait hal tersebut. Kami akan kembali berkomunikasi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut,” akunya.
Menurutnya, pemerintah daerah berperan sebagai regulator yang memastikan informasi tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Karena itu, warga diminta tetap tenang sembari menunggu hasil koordinasi dan penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai sumber serta dampak debu yang muncul tersebut.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo kepada media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan debu yang belakangan dikeluhkan warga di sejumlah wilayah. Warga, khususnya pengendara, diminta menggunakan masker dan perlengkapan pelindung guna mengurangi risiko paparan debu.
Ia mengingatkan, informasi mengenai adanya debu tersebut telah disampaikan melalui berbagai media sosial dan komunitas masyarakat. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga telah mengingatkan warga agar mengambil langkah pencegahan saat beraktivitas di luar ruangan.
“Komunitas-komunitas dan masyarakat sudah diimbau terkait adanya debu tersebut,” kata Bagus kepada awak media, Rabu (24/6/2026).
Ia menduga kemunculan debu berkaitan dengan proses operasional proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang saat ini mulai beroperasi setelah sebelumnya berada pada tahap konstruksi.
Menurutnya, saat masa transisi dari konstruksi menuju operasional, terdapat berbagai material atau lapisan yang digunakan pada pipa maupun cerobong fasilitas. Ketika terkena panas dalam proses awal pengoperasian, material tersebut diduga berubah menjadi partikel halus yang kemudian terbawa angin.
“Karena sebelumnya masih dalam program konstruksi, kemungkinan ada lapisan atau material tertentu pada pipa maupun cerobong. Saat terkena panas, material itu bisa berubah menjadi debu dan terbawa ke udara,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pihaknya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti munculnya debu tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau menggunakan masker saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan. Pengendara sepeda motor juga disarankan memakai helm tertutup untuk melindungi mata dari paparan partikel debu.
“Pakai masker saat berkendara karena dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan jika terhirup. Gunakan juga helm yang tertutup agar debu tidak mengenai mata,” mengingatkan.
Bagus berharap pihak PT Pertamina (Persero) dapat memberikan penjelasan dan sosialisasi kepada masyarakat agar informasi yang beredar tidak menimbulkan keresahan.
“Pihak Pertamina diharapkan dapat memberikan imbauan dan penjelasan kepada warga, sehingga masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya dan tidak resah,” terangnya.
Wawali menambahkan, Pemkot Balikpapan terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memantau perkembangan situasi. Dalam waktu dekat, komunikasi lanjutan dengan pihak perusahaan akan kembali dilakukan guna memperoleh informasi yang lebih lengkap.
“Pemkot terus berkoordinasi dengan Pertamina terkait hal tersebut. Kami akan kembali berkomunikasi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut,” akunya.
Menurutnya, pemerintah daerah berperan sebagai regulator yang memastikan informasi tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Karena itu, warga diminta tetap tenang sembari menunggu hasil koordinasi dan penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai sumber serta dampak debu yang muncul tersebut.
(Sf/Rs)