Cari disini...
Seputar Kaltim
Percobaan ledoman di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto: Ilham)
Tenggarong - Masyarakat Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap menyambut Ramadan 2025 dengan menggelar tradisi Ledoman.
Warga Desa Jantur, Ilham mengatakan tradisi ini untuk mengingatkan warga berbuka puasa dengan menggunakan alat tradisional yang telah dijalankan sejak puluhan tahun lalu pada Ramadan.
Sementara untuk mempersiapkan bahan, pihaknya membutuhkan waktu selama sebulan penuh, mulai memotong bahan pohon sampai menjadi ledoman. "Sudah selesai dan siap dipakai, kita siapkan waktu sebulan untuk buat ledomannya," kata Ilham Selasa (25/2/2025).
Bahan untuk membuat ledoman ini berasal dari pohon kayu nangka air dengan panjang enam meter. Pohon itu dibelah dan dikeruk bagian dalamnya. "Kalo panjangnya enam meter dengan lubang diameter 30 Cm," ujarnya.
Sementara untuk bahan peledak, masyarakat menggunakan karbit sebanyak setengah Kilogram (Kg) untuk satu kali ledakan. "Untuk ledoman itu kita sediakan dua batang pohon yang mengarah ke bagian timur dan barat," ucap Ilham.
Ia menyebut tradisi ini masih dipertahankan hingga kini demi melastirakan tradisi zaman dahulu. "Dulu itu orang tidak punya jam, makanya mereka inisiatif bikin Ledoman saat Ramadan sebagai pengingat buka puasa," sebutnya.
Modal membuat ledoman itu diperkirakan Rp10 juta rupiah untuk ongkos mengambil kayu, bikin lubang, biaya konsumsi, bensin dan lainnya. "Kita urunan setiap tahun dengan warga lainnya, pembuatannya juga rame-rame, gotong royong," ungkapnya.
Pihaknya juga saat ini tengah menyusun proposal untuk diajukan kepada Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar agar dapat dibuatkan ledoman yang terbuat dari besi.
"Saya usulkan mereka bikin proposal ke Dispar Kukar untuk pembuatan ledoman supaya awet dan bisa di pakai setiap tahunnya di bualan puasa. Kita harap pengajuan ini bisa dipertimbangkan," harapnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Percobaan ledoman di Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto: Ilham)
Tenggarong - Masyarakat Desa Jantur, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) bersiap menyambut Ramadan 2025 dengan menggelar tradisi Ledoman.
Warga Desa Jantur, Ilham mengatakan tradisi ini untuk mengingatkan warga berbuka puasa dengan menggunakan alat tradisional yang telah dijalankan sejak puluhan tahun lalu pada Ramadan.
Sementara untuk mempersiapkan bahan, pihaknya membutuhkan waktu selama sebulan penuh, mulai memotong bahan pohon sampai menjadi ledoman. "Sudah selesai dan siap dipakai, kita siapkan waktu sebulan untuk buat ledomannya," kata Ilham Selasa (25/2/2025).
Bahan untuk membuat ledoman ini berasal dari pohon kayu nangka air dengan panjang enam meter. Pohon itu dibelah dan dikeruk bagian dalamnya. "Kalo panjangnya enam meter dengan lubang diameter 30 Cm," ujarnya.
Sementara untuk bahan peledak, masyarakat menggunakan karbit sebanyak setengah Kilogram (Kg) untuk satu kali ledakan. "Untuk ledoman itu kita sediakan dua batang pohon yang mengarah ke bagian timur dan barat," ucap Ilham.
Ia menyebut tradisi ini masih dipertahankan hingga kini demi melastirakan tradisi zaman dahulu. "Dulu itu orang tidak punya jam, makanya mereka inisiatif bikin Ledoman saat Ramadan sebagai pengingat buka puasa," sebutnya.
Modal membuat ledoman itu diperkirakan Rp10 juta rupiah untuk ongkos mengambil kayu, bikin lubang, biaya konsumsi, bensin dan lainnya. "Kita urunan setiap tahun dengan warga lainnya, pembuatannya juga rame-rame, gotong royong," ungkapnya.
Pihaknya juga saat ini tengah menyusun proposal untuk diajukan kepada Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar agar dapat dibuatkan ledoman yang terbuat dari besi.
"Saya usulkan mereka bikin proposal ke Dispar Kukar untuk pembuatan ledoman supaya awet dan bisa di pakai setiap tahunnya di bualan puasa. Kita harap pengajuan ini bisa dipertimbangkan," harapnya.
(Sf/By)