Seputar Kaltim

    Warga Jalan Kakap Lakukan Aksi Protes, Dampak Aktivitas Konstruksi Terowongan Selili Samarinda

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2025 pukul 05:26 WITA

    Samarinda - Pembangunan Terowongan Selili Samarinda yang berada tepat disisi Jalan Kakap seketika diserbu warga sekitar.

     

    Puluhan Warga RT 19 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, dibuat geram dan melakukan aksi protes di lokasi yang sempat disambangi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming itu. 

     

    Diduga, ada material berat yang jatuh beberapa kali hingga menyebabkan getaran kuat yang berdampak pada rumah warga yang berada tepat disisi atas pintu masuk terowongan.

     

    Salah seorang warga RT 19, Risma, mengaku, mulanya mereka kaget dengan getaran sesaat yang terjadi di rumahnya. Tetapi, setelah dilakukan pengecekan ternyata pihak kontruksi tengah mengangkat beban lalu terjatuh kembali.

     

    "Awal kita itu masih duduk di depan rumah, getar. Kami coba lihat, ternyata mereka (kontruksi) ngangkat beban pakai crane. Itu jatuh makanya bergetar," ujar Risma salah seorang warga RT 19, Rabu (15/10/2025) malam.

     

    Tidak hanya sekali, lanjut dia, material yang diangkut oleh alat berat kemudian kembali terjatuh dan menyebabkan batu gunung yang berada di dekat rumahnya bergeser.

     

    "Pas jatuh lagi, batu yang di dekat pohon pisang (dekat rumah warga) ikut jatuh. Nah baru kami teriaki lagi mereka, mau kami demo kah," katanya geram. 

    Untuk itu, ia bersama puluhan warga mendatangi lokasi dan menyampaikan protes. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Warga Jalan Kakap Lakukan Aksi Protes, Dampak Aktivitas Konstruksi Terowongan Selili Samarinda

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2025 pukul 05:26 WITA

    Samarinda - Pembangunan Terowongan Selili Samarinda yang berada tepat disisi Jalan Kakap seketika diserbu warga sekitar.

     

    Puluhan Warga RT 19 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, dibuat geram dan melakukan aksi protes di lokasi yang sempat disambangi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming itu. 

     

    Diduga, ada material berat yang jatuh beberapa kali hingga menyebabkan getaran kuat yang berdampak pada rumah warga yang berada tepat disisi atas pintu masuk terowongan.

     

    Salah seorang warga RT 19, Risma, mengaku, mulanya mereka kaget dengan getaran sesaat yang terjadi di rumahnya. Tetapi, setelah dilakukan pengecekan ternyata pihak kontruksi tengah mengangkat beban lalu terjatuh kembali.

     

    "Awal kita itu masih duduk di depan rumah, getar. Kami coba lihat, ternyata mereka (kontruksi) ngangkat beban pakai crane. Itu jatuh makanya bergetar," ujar Risma salah seorang warga RT 19, Rabu (15/10/2025) malam.

     

    Tidak hanya sekali, lanjut dia, material yang diangkut oleh alat berat kemudian kembali terjatuh dan menyebabkan batu gunung yang berada di dekat rumahnya bergeser.

     

    "Pas jatuh lagi, batu yang di dekat pohon pisang (dekat rumah warga) ikut jatuh. Nah baru kami teriaki lagi mereka, mau kami demo kah," katanya geram. 

    Untuk itu, ia bersama puluhan warga mendatangi lokasi dan menyampaikan protes. 

    (Sf/Rs)