Seputar Kaltim

    Warga Jadi Kunci, Cara PKK Balut Dorong Perubahan dari Tingkat RT hingga Nasional

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    22 April 2026 pukul 20:59 WITA

    Rasniah, kader Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) yang mendapatkan penghargaan sebagai warga penggerak dan penggiat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) tak lepas dari satu faktor utama yakni keterlibatan aktif warga. Hal ini menjadi benang merah dari berbagai capaian Tim Penggerak (TP) PKK Balut yang konsisten bergerak dari level paling bawah, yakni RT dan Dasawisma.

    Salah satu kader, Rasnia, menuturkan bahwa pendekatan langsung ke masyarakat menjadi strategi utama dalam menjalankan program. Selama kurang lebih 15 tahun bergabung, ia menyaksikan bagaimana pembinaan yang dilakukan secara bertahap mampu mengubah pola pikir dan kebiasaan warga.

    “Semua dimulai dari lingkup kecil. Kami dampingi dari Dasawisma, lalu ke PKK RT, kelurahan, hingga kecamatan. Kuncinya ada di konsistensi,” ucap Rasnia kepada awak media, Rabu (22/4/2026).

    Pendampingan tersebut mengacu pada 10 program pokok PKK, yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan. Namun, menurutnya, program tidak akan berjalan tanpa partisipasi masyarakat.

    Pendekatan yang dilakukan pun tidak selalu mudah. Ia mengakui, tantangan terbesar justru berada di tingkat akar rumput, ketika tidak semua warga langsung menerima atau terlibat aktif.

    “Perlu kesabaran dan pendekatan yang berkelanjutan. Tidak bisa instan,” katanya.

    Meski demikian, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan menjadi indikator keberhasilan yang paling terlihat. Dari situ, berbagai prestasi pun mulai diraih.

    TP PKK Balut tercatat pernah menjuarai lomba posyandu tingkat nasional pada 2023, mewakili Kota Balikpapan.

    “Selain itu, kelompok Dasawisma binaannya juga berhasil meraih juara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi,” akunya.

    Tak hanya di bidang kesehatan, keberhasilan juga terlihat pada program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengelolaan lingkungan. Bahkan, inovasi pengelolaan sampah berbasis posyandu yang mereka kembangkan berhasil mendapat pengakuan di tingkat nasional.

    “Capaian tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang dimulai dari lingkup kecil dapat berdampak luas jika dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” singgungnya.

    Ke depan, TP PKK Balut berharap partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga program-program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Warga Jadi Kunci, Cara PKK Balut Dorong Perubahan dari Tingkat RT hingga Nasional

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    22 April 2026 pukul 20:59 WITA

    Rasniah, kader Tim Penggerak (TP) PKK Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) yang mendapatkan penghargaan sebagai warga penggerak dan penggiat. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) tak lepas dari satu faktor utama yakni keterlibatan aktif warga. Hal ini menjadi benang merah dari berbagai capaian Tim Penggerak (TP) PKK Balut yang konsisten bergerak dari level paling bawah, yakni RT dan Dasawisma.

    Salah satu kader, Rasnia, menuturkan bahwa pendekatan langsung ke masyarakat menjadi strategi utama dalam menjalankan program. Selama kurang lebih 15 tahun bergabung, ia menyaksikan bagaimana pembinaan yang dilakukan secara bertahap mampu mengubah pola pikir dan kebiasaan warga.

    “Semua dimulai dari lingkup kecil. Kami dampingi dari Dasawisma, lalu ke PKK RT, kelurahan, hingga kecamatan. Kuncinya ada di konsistensi,” ucap Rasnia kepada awak media, Rabu (22/4/2026).

    Pendampingan tersebut mengacu pada 10 program pokok PKK, yang mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan. Namun, menurutnya, program tidak akan berjalan tanpa partisipasi masyarakat.

    Pendekatan yang dilakukan pun tidak selalu mudah. Ia mengakui, tantangan terbesar justru berada di tingkat akar rumput, ketika tidak semua warga langsung menerima atau terlibat aktif.

    “Perlu kesabaran dan pendekatan yang berkelanjutan. Tidak bisa instan,” katanya.

    Meski demikian, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan dan lingkungan menjadi indikator keberhasilan yang paling terlihat. Dari situ, berbagai prestasi pun mulai diraih.

    TP PKK Balut tercatat pernah menjuarai lomba posyandu tingkat nasional pada 2023, mewakili Kota Balikpapan.

    “Selain itu, kelompok Dasawisma binaannya juga berhasil meraih juara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi,” akunya.

    Tak hanya di bidang kesehatan, keberhasilan juga terlihat pada program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengelolaan lingkungan. Bahkan, inovasi pengelolaan sampah berbasis posyandu yang mereka kembangkan berhasil mendapat pengakuan di tingkat nasional.

    “Capaian tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang dimulai dari lingkup kecil dapat berdampak luas jika dilakukan secara terarah dan berkelanjutan,” singgungnya.

    Ke depan, TP PKK Balut berharap partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga program-program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup warga secara menyeluruh.

    (Sf/Rs)