Seputar Kaltim

    Warga Gunung Steleng Sering Keluhkan Air Bersih, Perumda AMDT Beberkan Penyebabnya

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    08 Juni 2026 pukul 20:43 WITA

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU mengungkap alasan di balik keluhan air bersih yang kerap disampaikan warga Gunung Steleng. 

    Kawasan tersebut berada di titik paling ujung jaringan distribusi, sehingga tekanan air yang diterima pelanggan jauh lebih kecil dibanding wilayah lain.

    Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid mengatakan kondisi itu sudah berlangsung lama karena Gunung Steleng masih mengandalkan jaringan pipa lama yang dibangun saat instalasi pengolahan air dipindahkan dari Kabupaten Paser ke PPU.

    "Gunung Steleng menggunakan jaringan pipa lama. Jaringan yang ada di sana bukan jaringan distribusi utama seperti wilayah lainnya, sehingga kemampuan mengalirkan air memang terbatas," kata Rasyid, Senin (8/6/2026).

    Kondisi itu membuat PDAM sejak awal tidak merekomendasikan penambahan sambungan rumah di kawasan itu. Namun tingginya kebutuhan masyarakat menyebabkan jumlah pelanggan terus bertambah.

    Saat ini tercatat lebih dari seribu sambungan pelanggan berada di Gunung Steleng. Di sisi lain, kapasitas jaringan yang tersedia dinilai sudah jauh melampaui kemampuan idealnya.

    "Yang seharusnya melayani sekitar seribu rumah, sekarang melayani hingga lima ribu rumah di wilayah Penajam dan sekitarnya, termasuk Gunung Steleng," ujarnya.

    Menurut Rasyid, persoalan utama baru bisa teratasi apabila jaringan distribusi utama yang dibangun Pemerintah Kabupaten PPU melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dapat segera dioperasikan.

    Ia menyebut penanganan Gunung Steleng sebenarnya tidak rumit apabila jaringan baru tersebut sudah tersambung ke sistem distribusi air bersih yang ada.

    "Kalau jaringan yang dibangun pemerintah itu bisa dimanfaatkan, persoalan di Gunung Steleng jauh lebih mudah ditangani," katanya.

    Hingga kini jaringan tersebut belum dapat difungsikan karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

    Untuk penanganan sementara, PDAM menyiagakan mobil tangki untuk memasok air bersih secara gratis apabila terjadi gangguan distribusi yang menyebabkan air tidak mengalir ke pelanggan.

    "Kalau ada wilayah yang benar-benar tidak teraliri, kami kirim bantuan air menggunakan mobil tangki. Itu gratis untuk masyarakat," ucapnya.

    Meski masih menerima keluhan, Rasyid menilai kondisi pelayanan air bersih di Gunung Steleng saat ini lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya. Berbagai upaya perbaikan telah dilakukan agar air tetap mengalir ke kawasan tersebut.

    "Keluhan masyarakat tentu masih ada dan itu tidak bisa dipungkiri. Karena Gunung Steleng merupakan layanan paling ujung sehingga tekanan air ke sana memang lebih kecil dibanding wilayah lain," tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Warga Gunung Steleng Sering Keluhkan Air Bersih, Perumda AMDT Beberkan Penyebabnya

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    08 Juni 2026 pukul 20:43 WITA

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU mengungkap alasan di balik keluhan air bersih yang kerap disampaikan warga Gunung Steleng. 

    Kawasan tersebut berada di titik paling ujung jaringan distribusi, sehingga tekanan air yang diterima pelanggan jauh lebih kecil dibanding wilayah lain.

    Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid mengatakan kondisi itu sudah berlangsung lama karena Gunung Steleng masih mengandalkan jaringan pipa lama yang dibangun saat instalasi pengolahan air dipindahkan dari Kabupaten Paser ke PPU.

    "Gunung Steleng menggunakan jaringan pipa lama. Jaringan yang ada di sana bukan jaringan distribusi utama seperti wilayah lainnya, sehingga kemampuan mengalirkan air memang terbatas," kata Rasyid, Senin (8/6/2026).

    Kondisi itu membuat PDAM sejak awal tidak merekomendasikan penambahan sambungan rumah di kawasan itu. Namun tingginya kebutuhan masyarakat menyebabkan jumlah pelanggan terus bertambah.

    Saat ini tercatat lebih dari seribu sambungan pelanggan berada di Gunung Steleng. Di sisi lain, kapasitas jaringan yang tersedia dinilai sudah jauh melampaui kemampuan idealnya.

    "Yang seharusnya melayani sekitar seribu rumah, sekarang melayani hingga lima ribu rumah di wilayah Penajam dan sekitarnya, termasuk Gunung Steleng," ujarnya.

    Menurut Rasyid, persoalan utama baru bisa teratasi apabila jaringan distribusi utama yang dibangun Pemerintah Kabupaten PPU melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dapat segera dioperasikan.

    Ia menyebut penanganan Gunung Steleng sebenarnya tidak rumit apabila jaringan baru tersebut sudah tersambung ke sistem distribusi air bersih yang ada.

    "Kalau jaringan yang dibangun pemerintah itu bisa dimanfaatkan, persoalan di Gunung Steleng jauh lebih mudah ditangani," katanya.

    Hingga kini jaringan tersebut belum dapat difungsikan karena keterbatasan kemampuan fiskal daerah.

    Untuk penanganan sementara, PDAM menyiagakan mobil tangki untuk memasok air bersih secara gratis apabila terjadi gangguan distribusi yang menyebabkan air tidak mengalir ke pelanggan.

    "Kalau ada wilayah yang benar-benar tidak teraliri, kami kirim bantuan air menggunakan mobil tangki. Itu gratis untuk masyarakat," ucapnya.

    Meski masih menerima keluhan, Rasyid menilai kondisi pelayanan air bersih di Gunung Steleng saat ini lebih baik dibanding beberapa tahun sebelumnya. Berbagai upaya perbaikan telah dilakukan agar air tetap mengalir ke kawasan tersebut.

    "Keluhan masyarakat tentu masih ada dan itu tidak bisa dipungkiri. Karena Gunung Steleng merupakan layanan paling ujung sehingga tekanan air ke sana memang lebih kecil dibanding wilayah lain," tandasnya.

    (Sf/Lo)