Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Intake PDAM Bekotok. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Warga Gunung Belah, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan kualitas air yang keruh dan berbau.
Warga, Rama menyebut kondisi ini telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Bukan hanya mengganggu keseharian, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat menggunakan air yang tidak bersih.
Ia mengatakan kondisi ini sangat memprihatikan. "kadang-kadang airnya itu keruh, bahkan berbau dan berwarna coklat. Ini membuat kami khawatir akan dampak kesehatan, terutama untuk anak-anak kami," ucapnya, Sabtu (26/1/2024).
Ia mengungkapkan, situasi sekarang yang membuatnya khawatir menggunakan air PDAM untuk keperluan rumah tangga. Selain keruh dan airnya yang bau, masyarakat ragu menggunakan air untuk keperluan sehari-hari.
Ia berharap transparansi PDAM terkait progres perbaikan dan langkah konkret yang diambil. "Bayarnya tetap, tapi kualitas air yang dibutuhkan tidak layak," bebeenya.
Kepala Bagian Humas Perumda Tirta Mahakam, Wahono mengatakan akan berusaha untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) selama musim kemarau dengan mengidentifikasi kondisi mesin Instalasi Pengolahan Air (IPA) di seluruh cabang dan ranting.
Diketahui, debit air yang menurun di Sungai Mahakam telah menyebabkan beberapa sumber air baku mengering, termasuk IPA 3 di Sungai Tenggarong.
Jika hujan tidak turun dalam dua bulan ke depan, IPA 3 akan berhenti beroperasi.
Untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut, kata dia, Perumda Tirta Mahakam akan melakukan interkoneksi antar jaringan air melalui IPA 1 Sukarame untuk menyuplai wilayah terdampak di Kecamatan Tenggarong.
Perumda Tirta Mahakam juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar menghemat air dan berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan desa kelurahan jika IPA tidak beroperasi karena kondisi air Sungai Mahakam yang menjadi asin.
"Hal ini kami lakukan mengantisipasi kemungkinan matinya IPA. Kami juga akan menyiapkan mobil tangki untuk menyuplai air bersih pada wilayah yang terdampak," pungkasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Intake PDAM Bekotok. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Warga Gunung Belah, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluhkan kualitas air yang keruh dan berbau.
Warga, Rama menyebut kondisi ini telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Bukan hanya mengganggu keseharian, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat menggunakan air yang tidak bersih.
Ia mengatakan kondisi ini sangat memprihatikan. "kadang-kadang airnya itu keruh, bahkan berbau dan berwarna coklat. Ini membuat kami khawatir akan dampak kesehatan, terutama untuk anak-anak kami," ucapnya, Sabtu (26/1/2024).
Ia mengungkapkan, situasi sekarang yang membuatnya khawatir menggunakan air PDAM untuk keperluan rumah tangga. Selain keruh dan airnya yang bau, masyarakat ragu menggunakan air untuk keperluan sehari-hari.
Ia berharap transparansi PDAM terkait progres perbaikan dan langkah konkret yang diambil. "Bayarnya tetap, tapi kualitas air yang dibutuhkan tidak layak," bebeenya.
Kepala Bagian Humas Perumda Tirta Mahakam, Wahono mengatakan akan berusaha untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) selama musim kemarau dengan mengidentifikasi kondisi mesin Instalasi Pengolahan Air (IPA) di seluruh cabang dan ranting.
Diketahui, debit air yang menurun di Sungai Mahakam telah menyebabkan beberapa sumber air baku mengering, termasuk IPA 3 di Sungai Tenggarong.
Jika hujan tidak turun dalam dua bulan ke depan, IPA 3 akan berhenti beroperasi.
Untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut, kata dia, Perumda Tirta Mahakam akan melakukan interkoneksi antar jaringan air melalui IPA 1 Sukarame untuk menyuplai wilayah terdampak di Kecamatan Tenggarong.
Perumda Tirta Mahakam juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar menghemat air dan berkomunikasi dengan pihak kecamatan dan desa kelurahan jika IPA tidak beroperasi karena kondisi air Sungai Mahakam yang menjadi asin.
"Hal ini kami lakukan mengantisipasi kemungkinan matinya IPA. Kami juga akan menyiapkan mobil tangki untuk menyuplai air bersih pada wilayah yang terdampak," pungkasnya.
(Sf/By)