Warga Desa Batuah Minta Pemerintah Tak Sepelekan Rencana Relokasi Rumah Akibat Longsor

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    07 September 2025 05:59 WIB

    Kondisi rumah warga Desa Batuah KM 28 yang terdampak akibat longsor. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Relokasi rumah warga yang terdampak longsor di Desa Batuah KM 28, Kecamatan Loa Janan harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). 

    Warga meminta Pemerintah Desa untuk terus mengawal dan berkoordinasi kepada Pemkab Kukar agar tetap berkomitmen dalam rencana relokasi tersebut. 

    Ketua RT 25, Idris mengungkapkan, ada 21 rumah dengan jumlah sekitar 63 jiwa harus kehilangan tempat tinggal, kondisi rumah warga yang rusak parah tidak bisa dimanfaatkan untuk berteduh. Kini, sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

    "Tanah longsor ini terjadi pada April 2025 kemarin. Ada 21 unit rumah, 9 unit rusak parah tak bisa ditempati. Warga sudah mengungsi, ada yang menumpang di rumah keluarga kemudian sebagiannya pindah di Gang Hasanudin, tak jauh dari lokasi kejadian longsor," ungkap Idris, Minggu (7/9/2025).

    Idris mengaku, kerap kali melakukan koordinasi dengan Pemdes Batuah agar rencana relokasi rumah warga itu tidak gagal. 

    "Tiga hari lalu saya ketemu dengan pak Kades menanyakan sekaligus berkoordinasi dan menegaskan kalau rencana relokasi rumah ini jangan gagal," ujarnya.

    Kata dia, Pemdes telah menyiapkan lahan sekitar setengah hektar di Gang Hasanuddin, untuk relokasi rumah warga yang nantinya pembangunan akan dilakukan oleh Pemda.

    "Kita sudah ikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Provinsi, terkait jalan sudah di perbaiki dan di aspal, sekarang tinggal proses rencana relokasi rumah warga, kemarin sudah ada pengecekan lahan dari pemerintah tapi kontur tanahnya belum diketahui layak atau tidak," sebutnya.

    Ia juga menyadari, relokasi rumah tidak bisa dilakukan dengan sekejap mata, sebab, ada proses yang harus dilakukan oleh Pemerintah sebagai penyelenggara. Meskipun begitu, warga meminta Pemdes dan Pemkab untuk berkomitmen dapat menyediakan wadah yang layak dengan status kepemilikan lahan dan bangunan itu atas nama warga. Hal ini dilakukan agar kedepannya tidak ada permasalahan terkait dengan kepemilikan lahan. 

    "Yang pastinya kami sangat mengharapkan rencana relokasi itu terwujud, kami sudah tak punya modal untuk membangun rumah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari sebagian warga bekerja sebagai petani dan berkebun," harapnya. 

    Sementara, Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Hery Setiawan menjelaskan, pembangunan perumahan untuk warga yang terdampak longsor di desa tersebut kini tengah dalam proses tahap Detail Engeneering Design (DED), atau tahap perencanaan teknis yang memuat serangkaian dokumen lengkap berupa gambar teknis, spesifikasi material, perhitungan, estimasi biaya (RAB). Sehingga pelaksanaannya nanti tepat sasaran dan efisien. 

    "Tanah sudah ada, itu dari Pemdes dihibahkan ke Pemda, saat ini kami sedang proses penyusuan DED," jelas Hery.

    Heri mengatakan, ada dua lahan yang menjadi opsi pembangunan perumahan yang berlokasi di Gang Hasanudin, tepatnya di lapangan sepak bola dan lahan perkebunan tak jauh dari lokasi itu. 

    Pembangunan perumahan ini akan dilaksanakan pada 2026 mendatang. Pemkab Kukar berkomitmen menyediakan hunian layak bagi warga yang terdampak longsor.

    "Jadi ada dua lahan yang direncanakan itu , pertama lahan hampir satu hektare. Kemudian kedua, posisinya ada di lahan pertanian yang sudah di hibahkan kepada kecamatan, ukuran lahan dua hektare. Untuk fisiknya lagi kami hitung. Warga diharapkan dapat bersabar menunggu proses yang sedang berjalan," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Warga Desa Batuah Minta Pemerintah Tak Sepelekan Rencana Relokasi Rumah Akibat Longsor

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    07 September 2025 05:59 WIB

    Kondisi rumah warga Desa Batuah KM 28 yang terdampak akibat longsor. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Relokasi rumah warga yang terdampak longsor di Desa Batuah KM 28, Kecamatan Loa Janan harus menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar). 

    Warga meminta Pemerintah Desa untuk terus mengawal dan berkoordinasi kepada Pemkab Kukar agar tetap berkomitmen dalam rencana relokasi tersebut. 

    Ketua RT 25, Idris mengungkapkan, ada 21 rumah dengan jumlah sekitar 63 jiwa harus kehilangan tempat tinggal, kondisi rumah warga yang rusak parah tidak bisa dimanfaatkan untuk berteduh. Kini, sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

    "Tanah longsor ini terjadi pada April 2025 kemarin. Ada 21 unit rumah, 9 unit rusak parah tak bisa ditempati. Warga sudah mengungsi, ada yang menumpang di rumah keluarga kemudian sebagiannya pindah di Gang Hasanudin, tak jauh dari lokasi kejadian longsor," ungkap Idris, Minggu (7/9/2025).

    Idris mengaku, kerap kali melakukan koordinasi dengan Pemdes Batuah agar rencana relokasi rumah warga itu tidak gagal. 

    "Tiga hari lalu saya ketemu dengan pak Kades menanyakan sekaligus berkoordinasi dan menegaskan kalau rencana relokasi rumah ini jangan gagal," ujarnya.

    Kata dia, Pemdes telah menyiapkan lahan sekitar setengah hektar di Gang Hasanuddin, untuk relokasi rumah warga yang nantinya pembangunan akan dilakukan oleh Pemda.

    "Kita sudah ikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan Provinsi, terkait jalan sudah di perbaiki dan di aspal, sekarang tinggal proses rencana relokasi rumah warga, kemarin sudah ada pengecekan lahan dari pemerintah tapi kontur tanahnya belum diketahui layak atau tidak," sebutnya.

    Ia juga menyadari, relokasi rumah tidak bisa dilakukan dengan sekejap mata, sebab, ada proses yang harus dilakukan oleh Pemerintah sebagai penyelenggara. Meskipun begitu, warga meminta Pemdes dan Pemkab untuk berkomitmen dapat menyediakan wadah yang layak dengan status kepemilikan lahan dan bangunan itu atas nama warga. Hal ini dilakukan agar kedepannya tidak ada permasalahan terkait dengan kepemilikan lahan. 

    "Yang pastinya kami sangat mengharapkan rencana relokasi itu terwujud, kami sudah tak punya modal untuk membangun rumah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup setiap hari sebagian warga bekerja sebagai petani dan berkebun," harapnya. 

    Sementara, Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar, Hery Setiawan menjelaskan, pembangunan perumahan untuk warga yang terdampak longsor di desa tersebut kini tengah dalam proses tahap Detail Engeneering Design (DED), atau tahap perencanaan teknis yang memuat serangkaian dokumen lengkap berupa gambar teknis, spesifikasi material, perhitungan, estimasi biaya (RAB). Sehingga pelaksanaannya nanti tepat sasaran dan efisien. 

    "Tanah sudah ada, itu dari Pemdes dihibahkan ke Pemda, saat ini kami sedang proses penyusuan DED," jelas Hery.

    Heri mengatakan, ada dua lahan yang menjadi opsi pembangunan perumahan yang berlokasi di Gang Hasanudin, tepatnya di lapangan sepak bola dan lahan perkebunan tak jauh dari lokasi itu. 

    Pembangunan perumahan ini akan dilaksanakan pada 2026 mendatang. Pemkab Kukar berkomitmen menyediakan hunian layak bagi warga yang terdampak longsor.

    "Jadi ada dua lahan yang direncanakan itu , pertama lahan hampir satu hektare. Kemudian kedua, posisinya ada di lahan pertanian yang sudah di hibahkan kepada kecamatan, ukuran lahan dua hektare. Untuk fisiknya lagi kami hitung. Warga diharapkan dapat bersabar menunggu proses yang sedang berjalan," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)