Seputar Kaltim

    Warga Demo Lokasi Tambang Ilegal di Teluk Dalam, Minta Aparat Hukum Bertindak

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    16 September 2023 pukul 11:12 WITA

    Warga berhasil menerobos pintu masuk tambang ilegal yang terletak di Desa Teluk Dalam, Tenggarong Seberang. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Puluhan warga Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Serikat Mahasiswa Serikat Muslim Indonesia (SEMMI) Kukar menggelar demo di lokasi yang diduga tambang ilegal batu bara ilegal di RT 01, Desa Teluk Dalam.

    Dalam demo itu, warga menolak aktivitas yang diduga pertambangan ilegal tersebut dan mendesak penegak hukum mengamankan tumpukan batu bara dan alat berat di lokasi tersebut.

    Penolakan ini karena sangat merugikan masyarakat, khususnya yang berada di dekat lokasi tersebut. Seperti dinding rumah warga retak dan debu atai polusi udara akibat lalu lalang truk pengangkut batu bara mengancam kesehatan warga.

    "Kami warga di sini sangat menderita dengan adanya aktivitas tambang ilegal dan penumpukan batu bara tersebut," kata salah satu warga, Muhammad Nasirin, Jum'at (15/9/2023) Sore. 

    Menurutnya, aktivitas penambangan itu sangat membahayakan bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar, sehingga sebagian warga ada yang mengungsi demi kesehatan atau keselamatan mereka. 

    "Ada warga yang sesak nafas karena debu akibat dari penambangan tersebut. Makanya sampai diungsikan," ungkapnya. 

    Warga, kata dia, meminta aparat kepolisian dapat melindungi hak masyarakat. Sebab respon dari pemerintah desa ialah meminta mediasi antara warga dan penambang. "Ini seperti ada pembiaran dari pemerintah desa," jelas Nasirin. 

    Warga RT 01 Desa Teluk Dalam, Muhammad Yusuf, mengaku mengalami kerugian akibat aktivitas ilegal itu. Seperti keretakan pada dinding rumahnya sebab dari aktivitas penambangan ilegal tersebut. 

    "Kami sempat mendapat ancaman juga dari oknum, yakni usaha kami diminta untuk ditutup," ucap Yusuf. 

    "Ketika aksi tadi, ada orang dari BPD menelpon saya meminta untuk keluar dari lokasi pertambangan dengan memberitahu ada orang yang membawa parang," Tambahnya.

    (Sf/By)

     

    Seputar Kaltim

    Warga Demo Lokasi Tambang Ilegal di Teluk Dalam, Minta Aparat Hukum Bertindak

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    16 September 2023 pukul 11:12 WITA

    Warga berhasil menerobos pintu masuk tambang ilegal yang terletak di Desa Teluk Dalam, Tenggarong Seberang. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Puluhan warga Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Serikat Mahasiswa Serikat Muslim Indonesia (SEMMI) Kukar menggelar demo di lokasi yang diduga tambang ilegal batu bara ilegal di RT 01, Desa Teluk Dalam.

    Dalam demo itu, warga menolak aktivitas yang diduga pertambangan ilegal tersebut dan mendesak penegak hukum mengamankan tumpukan batu bara dan alat berat di lokasi tersebut.

    Penolakan ini karena sangat merugikan masyarakat, khususnya yang berada di dekat lokasi tersebut. Seperti dinding rumah warga retak dan debu atai polusi udara akibat lalu lalang truk pengangkut batu bara mengancam kesehatan warga.

    "Kami warga di sini sangat menderita dengan adanya aktivitas tambang ilegal dan penumpukan batu bara tersebut," kata salah satu warga, Muhammad Nasirin, Jum'at (15/9/2023) Sore. 

    Menurutnya, aktivitas penambangan itu sangat membahayakan bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar, sehingga sebagian warga ada yang mengungsi demi kesehatan atau keselamatan mereka. 

    "Ada warga yang sesak nafas karena debu akibat dari penambangan tersebut. Makanya sampai diungsikan," ungkapnya. 

    Warga, kata dia, meminta aparat kepolisian dapat melindungi hak masyarakat. Sebab respon dari pemerintah desa ialah meminta mediasi antara warga dan penambang. "Ini seperti ada pembiaran dari pemerintah desa," jelas Nasirin. 

    Warga RT 01 Desa Teluk Dalam, Muhammad Yusuf, mengaku mengalami kerugian akibat aktivitas ilegal itu. Seperti keretakan pada dinding rumahnya sebab dari aktivitas penambangan ilegal tersebut. 

    "Kami sempat mendapat ancaman juga dari oknum, yakni usaha kami diminta untuk ditutup," ucap Yusuf. 

    "Ketika aksi tadi, ada orang dari BPD menelpon saya meminta untuk keluar dari lokasi pertambangan dengan memberitahu ada orang yang membawa parang," Tambahnya.

    (Sf/By)