Seputar Kaltim

    Warga dan Pemerintah Kompak Atasi Sampah, Balikpapan Jadi Kota Percontohan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Upaya pengelolaan sampah di Balikpapan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup.

    Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah-langkah nyata yang dilakukan warga dan pemerintah kota dalam menangani sampah, mulai dari rumah tangga hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    “Balikpapan saat ini telah mampu mengurangi volume sampah hingga 28 persen, mendekati target nasional sebesar 30 persen. Namun tantangan ke depan lebih berat, yakni mencapai 50 persen pengurangan sesuai target baru dalam RPJMN,” ucap Menteri Hanif.

    Tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, untuk mewujudkan target itu, Pemerintah Kota Balikpapan mulai membangun beberapa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

    Satu TPST sudah rampung dan akan beroperasi Mei ini, sementara tiga lagi akan menyusul dibangun di Graha Indah, KM 12 Kota Hijau, dan Hutan Kota Telagasari.

    “Dua TPST tambahan lainnya akan menyusul tahun depan,” jelas Sudirman kepada media, Senin (14/4/2025).

    Namun, menurutnya solusi bukan hanya soal infrastruktur. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengurangi sampah sejak dari rumah.

    “Dulu kami punya sekitar 200 bank sampah aktif, tapi pasca-COVID tinggal 77. Sekarang kami kejar lagi supaya masyarakat bisa aktif memilah dan mengolah sampah dari rumah,” terangnya.

    Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa Balikpapan menghasilkan sekitar 500 ton sampah per hari. Berkat peran aktif fasilitas seperti bank sampah, Intermediate Treatment Facility (ITF) dan Material Recovery Facility (MRF) sekitar 100 sampai 120 ton berhasil dikelola, sehingga hanya sekitar 380 ton yang masuk ke TPA setiap harinya.

    “Perubahan besar hanya bisa terjadi jika pemerintah dan masyarakat saling mendukung,” tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Warga dan Pemerintah Kompak Atasi Sampah, Balikpapan Jadi Kota Percontohan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Upaya pengelolaan sampah di Balikpapan mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup.

    Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengapresiasi langkah-langkah nyata yang dilakukan warga dan pemerintah kota dalam menangani sampah, mulai dari rumah tangga hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

    “Balikpapan saat ini telah mampu mengurangi volume sampah hingga 28 persen, mendekati target nasional sebesar 30 persen. Namun tantangan ke depan lebih berat, yakni mencapai 50 persen pengurangan sesuai target baru dalam RPJMN,” ucap Menteri Hanif.

    Tempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, untuk mewujudkan target itu, Pemerintah Kota Balikpapan mulai membangun beberapa Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).

    Satu TPST sudah rampung dan akan beroperasi Mei ini, sementara tiga lagi akan menyusul dibangun di Graha Indah, KM 12 Kota Hijau, dan Hutan Kota Telagasari.

    “Dua TPST tambahan lainnya akan menyusul tahun depan,” jelas Sudirman kepada media, Senin (14/4/2025).

    Namun, menurutnya solusi bukan hanya soal infrastruktur. Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengurangi sampah sejak dari rumah.

    “Dulu kami punya sekitar 200 bank sampah aktif, tapi pasca-COVID tinggal 77. Sekarang kami kejar lagi supaya masyarakat bisa aktif memilah dan mengolah sampah dari rumah,” terangnya.

    Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa Balikpapan menghasilkan sekitar 500 ton sampah per hari. Berkat peran aktif fasilitas seperti bank sampah, Intermediate Treatment Facility (ITF) dan Material Recovery Facility (MRF) sekitar 100 sampai 120 ton berhasil dikelola, sehingga hanya sekitar 380 ton yang masuk ke TPA setiap harinya.

    “Perubahan besar hanya bisa terjadi jika pemerintah dan masyarakat saling mendukung,” tegasnya.

    (Sf/Rs)