Warga Bontang Bisa Dapat Santunan Kematian Rp3 Juta, Ini Programnya

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    07 Maret 2026 12:20 WIB

    Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni didampingi Kepala Dinsos PM Toetoek Pribadi Ekowati saat presentasi program BUNDA SANTUN. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Warga Kota Bontang yang mengalami musibah kematian anggota keluarga kini dapat menerima santunan sebesar Rp3 juta melalui program BUNDA SANTUN (Bantuan Untuk Duka dan Administrasi Santunan Kematian).

    Program ini disiapkan Pemerintah Kota Bontang sebagai bentuk dukungan sosial bagi keluarga yang tengah berduka, sekaligus mempermudah proses administrasi santunan kematian.

    Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Toetoek Pribadi Ekowati menjelaskan sistem BUNDA SANTUN dirancang terintegrasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

    “Program BUNDA SANTUN ini dirancang agar laporan kematian dan data kemiskinan dapat diperbarui secara real-time melalui integrasi dengan OPD terkait dan Disdukcapil,” ujar Toetoek saat mempresentasikan program tersebut kepada Wali Kota Bontang di Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (4/3/2026).

    Melalui sistem ini, pemerintah dapat memperoleh data kematian warga secara cepat sehingga proses penyaluran santunan dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.

    Berdasarkan data 2025, tercatat sebanyak 825 warga Kota Bontang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut terdapat 235 pengajuan santunan kematian yang telah direalisasikan dengan total anggaran sekitar Rp705 juta.

    “Setiap penerima santunan saat ini mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta,” tambahnya.

    Ke depan, sistem pelaporan yang saat ini masih berbasis pesan juga akan dikembangkan menjadi aplikasi khusus, bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

    Pemerintah Kota Bontang juga masih mengkaji kemungkinan kenaikan nilai santunan dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah agar program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Warga Bontang Bisa Dapat Santunan Kematian Rp3 Juta, Ini Programnya

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    07 Maret 2026 12:20 WIB

    Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni didampingi Kepala Dinsos PM Toetoek Pribadi Ekowati saat presentasi program BUNDA SANTUN. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Warga Kota Bontang yang mengalami musibah kematian anggota keluarga kini dapat menerima santunan sebesar Rp3 juta melalui program BUNDA SANTUN (Bantuan Untuk Duka dan Administrasi Santunan Kematian).

    Program ini disiapkan Pemerintah Kota Bontang sebagai bentuk dukungan sosial bagi keluarga yang tengah berduka, sekaligus mempermudah proses administrasi santunan kematian.

    Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Toetoek Pribadi Ekowati menjelaskan sistem BUNDA SANTUN dirancang terintegrasi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

    “Program BUNDA SANTUN ini dirancang agar laporan kematian dan data kemiskinan dapat diperbarui secara real-time melalui integrasi dengan OPD terkait dan Disdukcapil,” ujar Toetoek saat mempresentasikan program tersebut kepada Wali Kota Bontang di Rumah Jabatan Wali Kota, Senin (4/3/2026).

    Melalui sistem ini, pemerintah dapat memperoleh data kematian warga secara cepat sehingga proses penyaluran santunan dapat dilakukan lebih efektif dan tepat sasaran.

    Berdasarkan data 2025, tercatat sebanyak 825 warga Kota Bontang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut terdapat 235 pengajuan santunan kematian yang telah direalisasikan dengan total anggaran sekitar Rp705 juta.

    “Setiap penerima santunan saat ini mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta,” tambahnya.

    Ke depan, sistem pelaporan yang saat ini masih berbasis pesan juga akan dikembangkan menjadi aplikasi khusus, bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

    Pemerintah Kota Bontang juga masih mengkaji kemungkinan kenaikan nilai santunan dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah agar program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

    (Sf/Lo)